85RU Rastrub, Alutsista Dual Purpose Weapon Rudal - Torpedo asal Rusia
85RU Rastrub, Alutsista Dual Purpose Weapon Rudal - Torpedo asal Rusia

HobbyMiliter.com – 85RU Rastrub, Alutsista Dual Purpose Weapon Rudal – Torpedo asal Rusia. Perkara membuat senjata yang seram seram bentuk dan fungsinya memang Rusia kampiunnya. Termasuk RU-85 Matell ini yang berfungsi two-in-one. Tak cuma untuk menggasak sasaran di permukaan laut, Matell bisa juga melahap aneka mangsa di dasar lautan.

Rudal-torpedo 85RU Rastrub lansiran biro perancang Raduga (Rusia) yang punya nama resmi RPK-5 Rastrub ini sejatinya adalah hasil pengembangan rudal permukaan jenis SS-N-14 Silex dan telah beroperasi di frigat kelas Krivak dan penjelajah kelas Kresta 2 sejak 1970. Belakangan mulai dipakai secara terbatas di penjelajah kelas Nikolayev dan kelas Kirov, serta perasak kelas Udaloy.

Semula pihak Barat mengira 85RU sebagai pengganti rudal permukaan jenis SS-N-3 Shaddock yang kuno dan telah nongkrong belasan tahun di penjelajah kelas Kyrda dan Kresta 1.

Rastrub relatif tak butuh banyak tempat di atas geladak kapal AL Uni Soviet yang selalu sesak aneka perangkat tempur. Awalnya tiap kapal dimodali dua unit peluncur yang bertengger di bagian haluan, masing-masing berisi tujuh rudal. Belakangan ditingkatkan jadi dua kali lipat tapi dengan isi hanya empat rudal.

Setelah digodok cukup lama, maka rudal SS-N-14 Silex beralih wujud menjadi 85RU yang dwifungsi (dual purpose system). Yakni, sebagai senjata antikapal permukaan merangkap senjata anti kapal selam. Peran yang bakal dimainkan 85RU tergantung kebutuhan dengan merujuk situasi dan kondisi pertempuran sesaat sebelum ia diluncurkan.

Baca juga :   Rusia Keluarkan MiG-35 Untuk Menyaingi AS di Angkasa

Tampilan fisik 85RU cukup aneh. Pada bagian perut rudal SS-N-14 Silex yang panjang totalnya 7,2 m dan berbobot 2,5 ton itu menempel sepucuk torpedo antikapal selam berukuran kecil jenis E-53. Rudal SS-N-14 Silex sendiri memiliki hulu ledak jenis semi-armour piercing seberat 350 kg. Sementara torpedo E 53 dilengkapi perangkat pengarah homing) jenis aktif/pasif berhulu ledak seberat 150 kg dan dapat melaju hingga sejauh 15 mil laut atau 27 km.

Pada alutsista rudal-torpedo 85RU ada dua sistem pemandu, yakni yang berbasis pada gelombang radio (untuk mode torpedo antikapal selam) dan pengarah terminal inframerah pasif (untuk mode rudal antikapal permukaan). Tatkala peran antikapal selam yang diaktifkan, maka 85RU akan beraksi layaknya torpedo biasa.

Dalam mode anti kapal selam, 85RU terbang pada ketinggian 400 meter diatas wilayah yang diduga menjadi tempat persembunyian kapal selam lawan. Setelah itu dengan sinyal radio bersandi yang dipancarkan oleh kapal landasan gelarnya, sistem senjata dengan berat total empat ton ini diarahkan menuju posisi yang terdekat dengan sasaran bidik. Pada titik tersebut torpedo barulah dilepas dari rudal SS-N-14 untuk kemudian mencari sendiri sasaran dengan kecepatan 40 knot. Otomatis hulu ledak rudal antikapal permukaan berikut perangkat pengarah infra merahnya tidak diaktifkan.

Baca juga :   Udar UCGV: Robot Lapis Baja Berplatform Tank BMP-3

Untuk sasaran bidik berupa kapal perang permukaan, giliran tahap pelepasan torpedo dari rudal ditiadakan. Rudal sepenuhnya mengandalkan emisi
sinar infra merah yang akan menuntunnya ke sasaran. Dengan hulu ledak seberat 350 kilogram SAP yang disiapkan untuk kapal permukaan dan hulu ledak torpedo seberat 150 kg, bisa dibayangkan betapa hebat daya rusak 85RU. Kalau kena kapal kecil seperti Korvet Parchim kita, pasti langsung buyar semua.

Tak bisa dipungkiri 85RU memang sistem senjata yang unik. Rudal jelajah antikapal dipadukan dengan torpedo antikapal selam dan keduanya diluncurkan dari satu tabung luncur yang sama. Pilihan memakai rudal atau torpedo bergantung situasi pertempuran dan sasarannya.

Spesifikasi Rudal Torpedo 85RU
Diameter rudal sekaligus torpedo : 1350mm
Range mode rudal anti kapal : 55Km
Range mode torpedo anti kapal selam : 35Km
Kecepatan : Mach 0.95

Jangan lupa isi form komentar di bawah
ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA