Thursday, August 13, 2020
Home Alutsista Pesawat Tempur Textron Airland Scorpion, Pesawat Tempur Berharga Murah Bagi Negara Kecil

Textron Airland Scorpion, Pesawat Tempur Berharga Murah Bagi Negara Kecil

Textron Airland Scorpion, Pesawat Tempur Berharga Murah Bagi Negara Kecil – HobbyMiliter.com. Tatanan dunia saat ini sudah berubah, tidak seperti era Perang Dingin berlangsung dimana kebijakan pembelian persenjataan bisa dikatakan searah dengan kebijakan politik dari negara bersangkutan.

Bahkan pengembangan persenjataanya pun turut terpengaruh. Iklim politik dan suasana seperti itu memang sudah berlalu. Sekarang ini setiap negara bisa membeli persenjataan yang mereka suka.

Demikian juga para pembuatnya, penjualan lebih diutamakan ketimbang kepentingan politik. Ini dapat dilihat dari beberapa negara yang dulu tergabung dalam Pakta Warsawa bisa menggunakan pesawat seperti F-16.

Apalagi saat ini, lawan yang dihadapi sudah jauh berbeda. Peperangan terbuka antar negara skala besar kemungkinannya juga kecil, lebih banyak pertempuran dalam sekala rendah. Hal mendasar seperti inilah yang menjadikan dua perusahan besar bergabung untuk menciptakan sebuah pesawat tempur yang bisa unggul dalam pertempuran terbatas.

Bahkan negara sebesar AS pun mulai banyak memangkas anggaran militernya. Bayangkan pesawat seperti A-10 Thunderbolt yang belum ada penggantinya, sudah dipensiunkan. Walau akhirnya rencananya maju mundur galau.

Mungkin disinilah kejelian Airland yang merupakan pemain baru pabrikan pesawat. Mereka melihat ada peluang bisnis dari suasana seperti ini, dimana calon pembeli potensial mulai berhitung masalah harga dan biaya perawatan sebuah pesawat tempur. Walaupun ini bukan kebijakan yang utama sebuah negara dalam memilih sebuah pesawat tempur.

Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Scorpion mampu melakukan operasi pengawasan perbatasan, pengamanan, anti penyelundupan dan pengawasan illegal logging dengan biaya murah.
Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Scorpion mampu melakukan operasi pengawasan perbatasan, pengamanan, anti penyelundupan dan pengawasan illegal logging dengan biaya murah.

Guna mewujudkan impiannya, pihak Airland sadar bahwa mereka belum memilki jam terbang dalam pembuatan pesawat. Maka digandenglah Textron yang sudah sukses mengembangkan beragam jenis helikopter bersama Bell.

Juru bicara Textron, mengatakan pihak AirLand Enterprises datang dengan membawa konsep ingin membuat pesawat tempur dengan biaya murah. Textron tertarik, maka meleburlah kedua pabrikan menjadi Textron AirLand Scorpion. Nama akhir dari perusaan ini merupakan produk yang akan mereka buat.

BACA JUGA :  MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERLATIH MENEMBAK

Konsep pembuatan pesawat tempur berbiaya murah mulai terpikirkan sejak berlangsungnya Perang Teluk, ketika pesawat sekelas F-16 yang hanya ditugaskan sekadar menjatuhkan bom bodoh, tentu kemahalan dalam pengoperasiannya.

Maka mulailah terpikirkan menciptakan sebuah pesawat tempur ringan yang mampu membawa bom dalam jumlah terbatas dan sekaligus mampu melakukan misi serang darat. Konsumen yang akan mereka sasar adalah Air National Guard, mungkin untuk mengisi kekosongan A-10, walaupun jelas pesawat yang akan dibuat ini tidak sekelas.

Mungkin yang lebih realistis adalah mencari pasar untuk negara-negara yang dananya terbatas dalam pengadaan pesawat tempur sungguhan yang baru. Semacam Bangladesh, Nigeria, atau bahkan mungkin Indonesia.

Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Pesawat ini dapat digunakan untuk patroli perbatasan dan ZEE karena biaya operasinya yang rendah.
Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Pesawat ini dapat digunakan untuk patroli perbatasan dan ZEE karena biaya operasinya yang rendah.

Sejarah Scorpion

Karena di Amerika dimungkinkan mengembangkan pesawat tempur tanpa didahului dengan pesanan negara, asal menggunakan modal sendiri, mereka mulai mengerjakan proyek ini antara April dan September 2012, dengan mengunakan fasilitas milik Cessa di Wichita, Kansas. Proyek ini dikerjakan secara diam diam dan rahasia.

Untuk menjaga kerahasiaan maka proyek ini diberi kode yang untuk ukuran AS sudah ribet yaitu SCV-12-1. Namun para pekerja yang terlibat dalam proyek ini lebih senang dengan menyebutnya The Project.

Tidak seperti proyek pembuatan sebuah pesawat tempur yang melibatkan banyak pihak. Proyek Scorpion hanya melibatkan sekitar 200 orang saja dengan jumlah engineer sebanyak 120 orang, diambil dari Cessna, Textron dan Bell Helicopter. Sedangkan pihak AirLand yang belum berpengalaman dalam rancang bangun pesawat, lebih banyak mengurusi manajemen dan pemasaran.

Desain awal dari pesawat dibuat sebanyak 12 konfigurasi. Setelah dikaji akhirnya terpilih empat. Akhirnya terpilih bahwa pesawat ini akan mengunakan dua mesin dan diawaki oleh dua orang. Padahal rencana awal dari pembuatan pesawat ini hanya menggunakan satu mesin saja.

BACA JUGA :  Mengenal X-36, Pesawat Tempur Tanpa Awak Experimental NASA

Prototipenya mulai digarap pada Mei 2012 dengan menggunakan fasilitas produksi yang dimiliki Cessna. Pengerjaanyapun dikonsentrasikan hanya dalam satu bangunan produksi saja, demi menjaga kerahasiaan proyek.

Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Uji coba peluncuran JDAM.
Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Uji coba peluncuran JDAM.

Untuk penghematan biaya pembuatan prototipe, pihak engineer Textron Airland merancang agar pesawat tempur ini bisa menggunakan banyak komponen yang berasal dari berbagai pesawat sipil Cessna. Mulai dari perangkat lunak hingga keras, dan nantinya mereka juga tidak akan membuat banyak prototipe dari Scorpion.

Pada 25 November 2013, prototipe pesawat sudah melakukan pre-flight taxi alias jalan-jalan di landasan pacu sambil menguji peralatan pada pesawat. Terbang perdananya dilaksanakan pada 12 Desember 2013 pukul 09.10 dengan pilot Dale Hinson dan mendarat pukul 10.30.

Saat itu mesin yang dipilih adalah Honeywell TFE731 turbofans, yang mampu menghasil-kan tenaga dorong (thrust) 3.600 kg. Mesin ini banyak digunakan oleh pesawat jet pribadi, sehingga sparepartnya pasti banyak di pasaran.

Karena sejak awal pesawat ini diworo-woro sebagai pesawat murah tapi andal, maka mereka tidak menggunakan teknologi fly-by-wire. Seluruh badan pesawat juga menggunakan bahan komposit yang mampu bertahan selama 20.000 jam. Bagian kokpit Scorpion menggunakan tipe LCD flat-panel displays agar terlihat tidak ketinggalan zaman.

Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Kokpit pesawat ini sudah menggunakan teknologi baru.
Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Kokpit pesawat ini sudah menggunakan teknologi baru.

Pada 9 April 2014, pesawat ini sudah mengantongi 50 jam terbang dari 26 kali penerbangan dan melakukan penerbangan pada ketinggian 9.100 meter (30.000 kaki). Sedangkan kecepatan yang diuji mencapai 800 km/jam.

Dari mulai pengembangan hingga menjadi prototipe, pesawat ini tergolong cepat. Semua dimungkinkan karena sebagian komponen yang digunakan sudah teruji keandalan-nya. Karena sudah digunakan pada produk-produk seperti Cessna Citation XLS, Cessna Citation Mustang dan Cessna Citation X.

Belum laku hingga sekarang

Sejumlah pengamat melihat Scorpion dengan optimis. Pesawat ini bisa dijual dengan harga cukup murah (sekitar 20 juta dolar AS pada 2013) dan biaya per jam terbangnya hanya 2.200 dolar. Bandingkan dengan F-16 yang mencapai 24.899 dolar (walupun pesawat ini memang tidak satu kelas).

BACA JUGA :  KRI Ki Hajar Dewantara 364, Kapal Legendaris TNI AL

Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Uji coba peluncuran Hellfire
Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Uji coba peluncuran Hellfire

Dari segi penjualannya tentu tidak mudah. Salah satu yang menjadi hambatannya adalah jika AS sendiri tidak menggunakannya. Tentunya kita ingat dengan kasus pada pesawat tempur Northrop F-20 Tigershark yang gagal penjualannya di dunia internasional karena AU AS sendiri tidak menggunakannya.

Rasanya AS sampai saat ini belum terbiasa dengan konsep pesawat murah meriah walaupun saat ini mengalami banyak pemotongan anggaran. Lihat saja program program mahal seperti JSF, F-22 Raptor dan V-22 Osprey, pengembangannya tetap berlanjut.

Menghadapi hal seperti ini, pihak pabrikan tetap optimis bahkan mereka menargetkan sekitar 2.000 pesawat akan laku terjual. Meraka juga memasukan Scorpion pada program T-X trainer, kembali yang diunggulkan adalah masalah biaya dimana Scorpion yang menggunakan dua mesin jet biaya terbang per jamnya sama dengan pesawat latih T-6 Texan bermesin baling-baling. Sayangnya kalah.

Calon pembeli lain yang diharapkan melirik adalah Swiss yang ingin mengganti F-5 Tiger, Uni Emirat Arab, Malaysia, Brunei, dan Nigeria.

Spesifikasi Textron Airland Scorpion

  • Awak : 2 Orang (bisa dioperasikan oleh 1 orang)
  • Panjang : 13.87 meter
  • Wingspan (lebar) : 14,58 meter
  • Tinggi : 4,06 meter
  • Luas sayap : 16,29 meter persegi
  • Berat kosong : 5, 761 ton
  • MTOW : 9, 979 ton
  • Kapasitas BBM : 2,722 ton
  • Mesin : 2x Honeywell TFE731 turbofan, 4,000 lbf (18 kN) thrust each
  • Kecepatan Maksimum : 450 Knot (833 km/h)
  • Jarak jangkau : 4074 Km dengan tanki eksternal
  • Mampu membawa persenjataan hingga 2,8 ton dalam total 6 hardpoint.
  • Mempunyai internal bombay yang bisa dimuati senjata atau sensor seberat 1,4 ton

Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Beragai bawaan Scorpion
Pesawat Tempur Berharga Murah Textron Airland Scorpion. Beragai bawaan Scorpion

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua