Tuesday, June 28, 2022
HomeBlog MiliterBiografiBiografi Agus Supriatna, KSAU Ke 20 TNI AU Periode 2015 - 2017

Biografi Agus Supriatna, KSAU Ke 20 TNI AU Periode 2015 – 2017

Biografi Agus Supriatna, KSAU Ke 20 TNI AU Periode 2015 – 2017 – HobbyMiliter.com. Presiden Rl Joko Widodo melantik Marsekal Madya TNI Agus Supriatna menjadi Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) di Istana Negara pada 2 Januari 2015. Selanjutnya “Dingo” (callsign) Agus Supriatna selaku penerbang tempur TNI AU, resmi mengemban tugas sebagai KSAU ke-20 sejak 15 Januari 2015 hingga 18 Januari 2017.

Sebelumnya sudah banyak yang menduga sebelumnya bila salah satu lulusan Akademi Angkatan Udara (AAU) 1983 akan menjadi KSAU. Hal ini didasarkan pada “tradisi” di tubuh TNI AU bahwa jabatan KSAU selalu diraih oleh lulusan AAU angkatan ganjil. Akan tetapi, bisa jadi juga hal itu karena faktor kebetulan semata.

Toh, pemilihan KSAU merupakan hak preogratif Presiden Republik Indonesia. “Kalau sudah bintang dua, kapabilitas relatif dianggap sama. Siapa yang akan menjadi KSAU, itu adalah takdir,” ujar salah seorang perwira tinggi TNI AU.

BACA JUGA :  Kontrak Pembelian Jet Tempur Sukhoi SU35 Flanker E Resmi Ditandatangani

Dan, baru kali ini penerbang tempur F-16 Fighting Falcon menjabat KSAU setelah seperempat abad burung besi F-16A/B Block 15 OCU mengabdi di TNI AU. Hingga saat ini F-16 pun masih menjadi salah satu alat pukul utama TNI AU di udara.

Atas pertimbangan efektivitas, tingkat deteren, dan faktor perawatannya yang mudah, Pemerintah Indonesia bahkan menambah 24 unit F-16C/D 52ID buatan Lockheed Martin untuk mengisi kekuatan baru Skadron Udara 16 di Pekanbaru, Riau serta mempertajam taring Skadron Udara 3 di Madiun, Jawa Timur.

Diberi Callsign “Dingo” oleh komandan

Terlahir di Bandung pada 28 Januari 1959, perjalanan karier Letda Pnb Agus Supriatna di TNI AU dimulai dengan penugasan pertamanya di Skadron Udara 11 Lanud Iswahjudi (saat itu) yang berkekuatan pesawat A-4 Skyhawk.

BACA JUGA :  Rusia Keluarkan MiG-35 Untuk Menyaingi AS di Angkasa

Lulusan AAU 1983 ini bergabung dengan skadron serang darat A-4 usai menamatkan Sekolah Penerbang TNI AU di tahun yang sama. Kala itu Skadron Udara 11 dipimpin oleh Letkol Pnb Donan Sunanto dan Agus Supriatna langsung diberi callsign “Dingo” oleh sang komandan.

Apa itu “Dingo”, Agus pun sempat bertanya kepada komandannya. “Sudahlah, kamu tidak usah pilih-pilih callsign” jawab sang komandan seraya menjelaskan bahwa “Dingo” adalah sejenis anjing galak dari Australia yang menyerupai serigala abu-abu dan mampu hidup di berbagai medan, mulai dari padang pasir hingga hutan. “Ha-ha-ha, ya mungkin beliau melihat saya orangnya begitu,” ujar Agus di kemudian hari.

Di pesawat A-4 Agus Supriatna menapaki karier hingga menjadi element leader (1985). Empat tahun kemudian, 1989, ia mengikuti Sekolah Instruktur Penerbang di Yogyakarta dan kemudian menjadi Instruktur Penerbang di Skadron Pendidikan (Skadik) 102 dengan Jupiter Number 221.

BACA JUGA :  Dua Kapal Frigate Type 054A Pesanan Pakistan mulai dikerjakan China

Tiga tahun kemudian ia mengikuti pendidikan Sekkau di Jakarta (1992) dan setelah itu ditarik ke Skadron Udara 3 untuk menjadi penerbang jet
tempur fly-by-wire F-16.

Agus Supriatna
Agus Supriatna

Tahun 1994 Agus Supriatna yang kala itu telah berpangkat Mayor dikirim ke Amerika Serikat bersama penerbang F-16 lainnya, Mayor Pnb Muhammad “Wild Geese” Syaugi (AAU 1984), untuk mengikuti pendidikan Advanced Weapon Tactical Course (AWTC) selama sembilan bulan.

Di tahun yang sama, turun perintah dari KSAU Marsekal TNI Rilo Pambudi yang menginginkan TNI AU membentuk tim aerobatik F-16 untuk tampil di Hari Emas ABRI, 5 Oktober 1995. Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Rodi Suprasodjo yang ditunjuk menjadi leader tim aerobatik itu segera mencari penerbang terbaiknya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Kapal KP ORCA 2, Kapal Pengawas Perikanan KKP

KP Orca 2, Kapal Patroli Pengawas Perikanan KKP

0
Maraknya pencurian sumberdaya alam perairan Indonesia membuat Kementerian Kelautan dan Perikanan memesan 4 buah kapal Pengawas Perikanan yang diberi nama KP Orca 1, KP...

Recent Comments