PT DI Jajaki Kemungkinan Pesanan NC212i Tambahan Untuk AU Filipina

0
961
PT DI Jajaki Kemungkinan Pesanan NC212i Tambahan Untuk AU Filipina
PT DI Jajaki Kemungkinan Pesanan NC212i Tambahan Untuk AU Filipina. Ilustrasi Model NC212i Di Pameran Indo Defence 2018. Sumber : Jane's

HobbyMiliter.com – PT DI Jajaki Kemungkinan Pesanan NC212i Tambahan Untuk AU Filipina. Perusahaan industri pertahanan strategis dalam negeri Indonesia, PT. Dirgantara Indonesia atau lebih sering disingkat PT. DI dikabarkan tengah menjajaki kemungkinan pesanan tambahan pesawat NC212i dari Angkatan Udara Filipina atau Philippine Air Force (PAF). Demikian diberitakan pada tanggal 20 Desember 2018 kemarin. Ada kemungkinan pihak Filipina untuk kembali memesan pesawat angkut ringan bermesin turboprop buatan BUMN tersebut. Pesanan ini diperkirakan akan masuk dalam follow-on order sebagai tambahan bagi unit – unit pesawat angkut ringan bermesin turboprop NC212i yang sudah dioperasikan Angkatan Udara (AU) Filipina.

Berdasarkan informasi yang diterima HobbyMiliter, diperkirakan pihak AU Filipina atau Philippine Air Force (PAF) membutuhkan sebanyak empat hingga enam unit pesawat angkut ringan bermesin turboprop untuk memenuhi kebutuhan mereka dalam program Light-Lift Fixed Wing Aircraft (LLFWA) atau program pengadaan pesawat angkut ringan sayap tetap. Meski tidak jelas kapan pembicaraan tersebut mulai diadakan, namun kuat dugaan bahwa pembicaraan seputar kemungkinan pemesanan kembali unit – unit pesawat angkut ringan bermesin turboprop produksi PT. Dirgantara Indonesia tersebut sudah dibahas sejak gelaran eksibisi atau pameran industri pertahanan dan keamanan internasional Indo Defence 2018 yang digelar di Jakarta pada bulan November 2018 yang lalu.

BACA JUGA :  Amerika Kembali Menolak Alih Teknologi Untuk KFX

PT. Dirgantara Indonesia selaku pemasok unit – unit pesawat NC212i kepada Philippine Air Force atau PAF (AU Filipina, red) mengaku percaya diri dan optimis bahwa produk mereka akan kembali terpilih dalam program pengadaan pesawat angkut ringan sayap tetap untuk AU Filipina tersebut. Manajer jaringan pemasaran PT. Dirgantara Indonesia, Dadhik Kresnadi menyebut bahwa pesawat angkut ringan bermesin turboprop buatan PT. DI tersebut merupakan pesawat yang paling cocok untuk mengisi peranan sebagai pesawat angkut ringan sayap tetap di Angkatan Udara Filipina. Ini dikarenakan pesawat tersebut, menurutnya, dapat dikonfigurasikan dengan cepat sesuai dengan kebutuhan misi yang akan diemban nya, mulai dari misi angkut pasukan, penerjunan pasukan, evakuasi medis, hingga patroli martitim.

BACA JUGA :  Angkatan Laut Rusia Kembangkan Kapal Selam Militer Tanpa Awak

Menurut Dadhik, fitur yang lebih penting yang membuat NC212i unggul dari pesaing lainnya adalah pada kemampuan pesawat ini untuk dapat lepas landas dari landasan yang kasar dan tidak terlalu panjang. kemampuan ini memungkinkan Philippine Air Force atau PAF untuk dapat menjangkau area – area lain di kepulauan Filipina yang sebelumnya tidak bisa dijangkau dengan menggunakan pesawat angkut yang lebih besar. Sebelumnya, PT. Dirgantara Indonesia berhasil memproduksi dan mengirimkan sebanyak dua unit pesawat angkut ringan bermesin turboprop NC212i ke Filipina dalam kontrak senilai 814 Juta Peso atau setara 18,3 Juta Dollar AS.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here