Sunday, September 19, 2021
HomePesawat Jet Tempur STOVL Harrier, Pesawat Tempur Yang Tak Butuh Landas Pacu

Pesawat Jet Tempur STOVL Harrier, Pesawat Tempur Yang Tak Butuh Landas Pacu

HobbyMiliter.com – Pesawat Jet Tempur STOVL Harrier, Pesawat Tempur Yang Tak Butuh Landas Pacu. Pada akhir 1950-an para ahli penerbangan Inggris, Amerika Serikat, Perancis dan Jerman memikirkan bagaimana caranya agar jet tempur dapat terbang vertikal seperti helikopter. Keinginan negara-negara ini disebabkan oleh kenyataan ketergantungan yang tinggi dari jet tempur terhadap landas pacu yang panjang. Padahal penghancuran landasan pacu menjadi taktik tempur paling efektif guna melemahkan kekuatan udara musuh. Mereka tidak perlu lagi menghancurkan pesawat yang ada di landasan satu persatu.

Apalagi jika pesawat disebar dalam shelter shelter yang berjauhan dan diperkuat beton, dipastikan dibutuhkan lebih banyak sorti dan bom untuk menghancurkan semuanya. Namun bila landasan pacu terluka di beberapa bagian, dipastikan jet-jet tempur akan tetap berada di pangkalan tanpa bisa melawan, paling tidak selama beberapa waktu. Keadaan itulah yang menelorkan pemikiran agar jet tempur bisa lepas landas secara vertikal bak heli.

BACA JUGA :  KCR 60M TNI AL Kehilangan Kemampuan Serangan Jarak Jauh

Konsep awal jump jet dibuat di AS dan Inggris. Pabrik pesawat Convair di Amerika melakukan eksperimen dengan membuat prototype XFY-1, sementara Lockheed membuat XFV-1. Kedua pesawat propeller eksperimen itu berdiri pada sirip-sirip ekornya dan terbang secara vertikal. Di bagian ekor itulah diberi tenaga dorong berupa mesin T40-A-14 buatan Allison agar dapat terbang vertikal dan kemudian berubah ke posisi horizontal dalam penerbangan.

Meskipun sukses, ditemui kesulitan saat pilot masuk ke kokpit, terutama saat harus scramble. Mengubah posisi terbang vertikal ke horizontal dan saat melakukan pendaratan, pun juga sebuah masalah. Karena harus kembali tegak seperti semula saat lepas landas. Di Inggris dibuat Flying Bedstead hasil kerja sama pabrik Rolls-Royce dan Short. Pesawat eksperimen tanpa sayap ini juga sudah dapat terbang vertikal dengan lima mesin penggerak. Empat mesin jet dengan exhaust mengarah ke bawah untuk mengangkat pesawat dan satu mesin mendorong agar pesawat maju ke depan. Eksperimen jenis ini tidak dilanjutkan karena sangat boros bahan bakar dan sulitnya maintenance.

BACA JUGA :  Koran Pro-Erdogan Tuduh Jenderal AS Dalang Dibalik Kudeta Turki

Eksperimen SC-1 dari pabrik pesawat Short lebih efisien dengan memanfaatkan sayap untuk menimbulkan gaya angkat. SC-1 yang sudah berbentuk pesawat “normal” berhasil terbang mengapung (hover) dan kemudian maju ke depan seperti diharapkan perancangnya. Namun pada saat SC-1 -yang merupakan awal pesawat tempur Harrier – terbang di atas padang rumput semburan exhaust ke bawah membuat potongan rumput beterbangan dan terhisap oleh air intake. Kejadian ini membuat mesin pesawat mati mendadak dan SC-1 menjadi korban pertama dalam sejarah pengembangan jump jet Harrier.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua