Hobbymiliter.com – Militer Tiongkok mengkonfirmasi bahwa pihaknya telah menerima empat unit jet tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia pada akhir Desember 2016. Namun, pihaknya memberi catatan bahwa Su-35 mungkin akan menjadi pesawat tempur terakhir yang diimpor oleh Tiongkok.
Situs harian Tentara Pembebasan Rakyat (PLA), 81.cn, baru-baru ini mengatakan bahwa pengoperasian jet tempur siluman J-20 buatan dalam negeri Tiongkok membuat Rusia sadar bahwa Su-35 “akan kehilangan nilai jualnya di pasar Tiongkok.” Sehingga, pihaknya ingin menyelesaikan kontrak pengadaan Su-35 sedini mungkin. Sukhoi Su-35 tercatat sebagai model jet tempur paling canggih yang digunakan oleh PLA.
Situs tersebut juga mengungkapkan rasa bangganya karena PLA kini tidak lagi harus bergantung pada rudal udara dan pesawat pengangkut buatan Rusia karena pihaknya kini sudah memiliki rudal darat ke udara (SAM) HQ-9B dan pesawat pengangkut strategis Y-20. Masing-masing adalah buatan dalam negeri Tiongkok.
“Oleh karena itu, kami berharap bahwa Su-35 akan menjadi pesawat (tempur) terakhir yang diimpor oleh Tiongkok,” tulis situs tersebut.







Just wanted to say thanks for the detailed case study. It’s rare to see actual data backing up these claims. We’ll be adjusting our Q4 roadmap based on some of these insights.
Spot on about the indexing delays. It’s not just about building the link anymore; it’s about the “stickiness” of the placement. We’ve been focusing heavily on that metric lately.