Thursday, October 29, 2020
Home Militer Analisis Militer Laporan Khusus: Kisah Perang Cyber China Terhadap Amerika

Laporan Khusus: Kisah Perang Cyber China Terhadap Amerika

Laporan Khusus: Kisah Perang Cyber China Terhadap Amerika – HobbyMiliter.com. Nyaris setiap negara besar saat ini mempunyai unit unit militer dan intelijen khusus yang menangani peperangan cyber. Dan beberapa kisah dari peperangan yang tidak terlihat mata ini mulai muncul ke permukaan, baik terkonfirmasi maupun tidak. Contoh yang diakui antara lain adalah pernyataan pejabat Amerika mengenai serangan cyber militer Amerika yang beberapa jam melumpuhkan sistem pertahanan udara Iran setelah pembatalan serangan balasan atas ditembak jatuhnya drone Amerika tempo hari.

Sedangkan yang tidak dikomentari contohnya adalah serangan virus canggih STUXNET yang secara spesifik mentarget SCADA dan PLC merk tertentu yang menjalankan kegiatan tertentu yang ternyata banyak digunakan dalam pengayaan uranium di Iran di era 2010-2011. STUXNET diperkirakan oleh ahli network security sebagai buah tangan team peperangan cyber Israel.

China pun saat ini ditengarai mempunyai unit unit tentara cyber yang selama 1 dekade terakhir menjalankan peperangan cyber dengan target target perusahaan dan militer Amerika dengan serangan serangan cyber stealth yang terstruktur, sistematis dan masif. Hal ini diungkap oleh Reuters dalam laporan khususnya.

Perusahaan telekomunikasi besar Erricson mengalami lima kali serangan dalam perang cyber yang ditengarai dilakukan pasukan cyber China di era 2014 hingga 2017. Pada tahun 2016 Erricson menemukan perusahaannya diserang secara besar besaran kembali, setelah selama 2014-2015 berhasil menahan gelombang gelombang serangan. Dan di 2016 ini, team cyber security dari Erricson akhirnya menemukan celah masuk dari serangan ini, dari koneksi ke salah satu supplier IT services mereka, Hewlett Packard Enterprise.

BACA JUGA :  HDPE Boat yang Diklaim Tahan Terhadap Terjangan Proyektil

Ditengarai, team hacker yang berafiliasi ke kementerian keamanan dalam negeri China sudah berhasil menembus sistem cloud computing milik Hewlett Packard Enterprise dan menjadikan sistem cloud computing HPE tersebut sebagai basis peluncuran kode kode jahat untuk menyerang klien klien yang berhubungan dengan HPE, termasuk perusahaan perusahaan besar di Amerika, dan melakukan pencurian data rahasia perusahaan dan data rahasia pemerintahan selama bertahun tahun sebelum terdeteksi. Tim hacker ini dinamai oleh korbannya sebagai “Cloud Hopper.”

Dalam penyelidikannya dalam kasus Cloud Hopper ini, team kejaksaan Amerika Serikat akhirnya menuntut dua orang berkebangsaan China dengan tuduhan fraud dan pencurian identitas. Jaksa penuntut menggambarkan bahwa Cloud Hopper ini sudah berhasil mentarget beberapa perusahaan besar, tanpa menyebut nama nama perusahaan yang menjadi korban tersebut. Dalam penyelidikan mandirinya kala itu, Reuters mengidentifikasi dua korban yang berhasil ditembus oleh hacker China tersebut: Hewlett Packard Enterprise dan IBM.

BACA JUGA :  Profil Pasukan Denjaka TNI AL, Pasukan Elit Indonesia yang Misterius

Pada penyelidikan mengenai perang cyber berikutnya, ditemukan nama nama perusahaan lain yang berhasil ditembus oleh Cloud Hopper, Tata Consultancy Services, NTT Data, Dimension Data, Computer Sciences Corporation dan DXC Technology. DXC Technology sendiri adalah anak perusahaan dari HPE.

Server HPE

Dengan menembus 6 perusahaan IT besar tersebut, klien klien perusahaan tersebut pun menjadi sasaran target serangan dan mata mata. Erricson, yang sedang dalam persaingan ketat dengan salah satu perusahaan China dalam bisnis penyediaan infrastruktur telekomunikasi seluler tadi adalah salah satunya.

Klien lainnya yang menjadi korban : sistem reservasi online Sabre, dan bahkan sistem komputer di galangan pembuat kapal selam nuklir Amerika, Huntington Ingalls Industries. Namun, Reuters tidak dapat memperkirakan sejauh mana kerusakan terjadi, dan banyak korban juga tidak bisa memastikan seberapa banyak data yang sudah bocor.

Di HPE sendiri tampaknya, kasus yang dialami Erricson hanya sebagian kecil dari kasus besar. Bertahun tahun lamanya, pendahulu HPE, Hawlett Packard pernah tidak tahu bahwa sistemnya telah di hack, karena saking rapinya operasi yang dijalankan oleh team cyber lawan.

HP pertama kali menemukan adanya kode yang mencurigakan di server perusahaannya di tahun 2012. Ketika konsultan keamanan di panggil, disebut bahwa kode tersebut sudah ada didalam sistem paling tidak sejak Januari 2010, bisa lebih.

BACA JUGA :  Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

FBI menerbitkan surat penahanan DPO hacker China
FBI menerbitkan surat penahanan DPO hacker China

Team keamanan cyber HP pun berjuang melawan hacker, melacak si pengganggu, meningkatkan layer pertahanan, dan melakukan pembersihan yang sudah direncanakan dengan baik untuk menghilangkan semua code jahat yang tidak diinginkan. Namun setiap tahun serangan datang dan datang lagi. Dan kadang kala berhasil tembus.

Para penyerang tersebut diketahui juga mempunyai selera humor. Dalam salah satu kode yang ditemukan, tersebut kata “FUCK ANY AV”, menyindir korban korbannya yang mengandalkan berbagai program antivirus. Salah satu domain yang digunakan para hacker untuk melakukan kontrol terhadap bot bot jahat ini juga mengolok salah satu badan intelijen Amerika dengan menamainya “nsa.mefound.com”

Serangan tiap tahunnya semakin ganas. Walau sudah dibersihkan, teknologi ditingkatkan, namun tampaknya celah tetap terus ditemukan. Di tahun 2016, 122 sistem yang dikelola HPE dan 102 sistem yang akan diturunkan HPE ke DXC diketahui terjebol hacker. Perancang sistem keamanan pun berlomba dengan waktu dan hacker dalam perang cyber ini.

Bagaimana dengan di Indonesia?

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

3 COMMENTS

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cakra Baskara, Sistahanud jarak pendek Soviet

Mengenal  Cakra Baskara Sistahanud jarak pendek Soviet-Hobbymiliter.com. Sebelum pandemi COVID menyerang. Indonesia termasuk getol menyelenggarakan pameran bertema pertahanan dengan Indodefence yang paling populer.  Selain...

Mengenal S-300PT & PS Varian Awal Dari S-300P.

Mengenal S-300PT & PS (SA-10 Grumble) Varian Awal Dari S-300P-Hobbymiliter.com. Belakangan ini nama sistem hanud S-300 mencuat kembali, utamanya pada konflik Nagorno-Karabakh dimana Azerbaijan...

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak??

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak?? - HobbyMiliter.com. Pada awal tahun ini kita menyaksikan muncul dan berkembangnya era baru yaitu perang secara aktif menggunakan...

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua