Thursday, July 9, 2020
Home Alutsista Kapal Perang Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Singapura

Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Singapura

HobbyMiliter.com – Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. Berbicara tentang khazanah kapal perang di jajaran angkatan bersenjata matra laut di ASEAN, tentu kita tahu bahwa berbagai negara di wilayah Asia Tenggara menggunakan berbagai jenis dan tipe kapal perang khususnya kapal perang permukaan utama.

Mungkin anda sebagai antusias militer telah mengenal beberapa nama-nama kelas kapal perang permukaan utama yang tersohor di ASEAN. Sebut saja jenis kapal perang Frigate kelas Formidable yang bertugas di AL Singapura, kapal perang jenis Frigate kelas Gepard yang bertugas di AL Vietnam, atau kapal perang jenis Frigate kelas Naresuan yang bertugas di Thailand.

Nah, kali ini, HobbyMiliter akan mengulas tentang kapal perang permukaan utama yang didesain untuk tugas atau misi – misi yang terbilang khusus. Memiliki dimensi atau ukuran fisik yang mendekati ukuran fisik kapal perang jenis Korvet namun kapal ini tidak digolongkan sebagai sebuah Korvet. Uniknya, meski tidak digolongkan kedalam jenis Korvet, kapal ini memiliki sistem persenjataan dan sensor yang dapat dibawa oleh sebuah Korvet pada umumnya. Pembaca yang budiman, inilah kisah tentang Littoral Mission Vessel, kapal perang misi littoral buatan Singapura.

Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura
Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. Peletakan Lunas RSS Independence, Kapal Pertama Dari Kapal Perang Jenis LMV Untuk AL Singapura.
Sumber : naval technology

Sejarah Singkat LMV

Untuk menelusuri asal usul dibuatnya kapal perang jenis Littoral Mission Vessel, kita perlu sedikit beranjak ke masa lalu, tepatnya pada tahun 2013 dimana pemerintah Singapura mulai mencari kapal yang cocok untuk menggantikan tugas kapal patroli kelas Fearless.

Pemerintah Singapura akhirnya memutuskan untuk membangun kapal pengganti kapal patroli kelas Fearless tersebut di dalam negeri dan memilih perusahaan industri strategis dalam negeri Singapura, ST Engineering sebagai perusahaan yang akan men-desain dan membangun sebanyak 8 unit kapal perang jenis Littoral Mission Vessel tersebut.

Untuk urusan desain kapal, ST Engineering melalui unit usaha galangan kapal dan bisnis maritime nya, ST Marine, menggandeng SAAB Kockums AB, perusahaan industri pertahanan strategis asal Swedia. Pengerjaan desain, pembangunan kapal hingga proses uji kelayakan kapal jenis Littoral Mission Vessel ini sepenuhnya diawasi oleh lembaga Defence Science and Technology Agency (DSTA) selaku perwakilan pemerintah Singapura sekaligus system integrator bagi perangkat sistem senjata dan sensor yang terpasang pada kapal perang misi littoral tersebut.

Sejatinya, desain kapal perang misi littoral buatan dalam negeri Singapura ini mengambil basis dari desain kapal perang jenis multi-mission patrol vessel besutan SAAB Kockums yang oleh mereka dinamai FLEX-Patrol. ST Marine kemudian ditunjuk oleh ST Engineering selaku induk perusahaan untuk menjadi lead system integrator sekaligus menjadi galangan kapal utama yang akan membangun sebanyak 8 unit kapal perang khusus misi littoral ini.

BACA JUGA :  Dukung Assad, Tiongkok Bekali Tentara Suriah Dengan Kemampuan Medis

Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura
Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. Peletakan Lunas RSS Fearless,Kapal Ke Delapan Sekaligus Kapal Terakhir Di Kelas Independence LMV Untuk AL Singapura.
Sumber : defense-studies

Pemerintah Singapura memperkirakan kapal pertama dari jenis ini akan mulai dikirimkan ke Angkatan Laut Singapura pada tahun 2016, dan sebanyak 7 kapal lainnya akan dikirim secara bertahap hingga mencapai jumlah 8 unit yang diharapkan beroperasi penuh pada tahun 2020. Peletakan lunas untuk unit kapal pertama dari jenis Littoral Mission Vessel ini dilaksanakan pada 11 September 2014 di area galangan kapal Benoi Yard milik ST Marine.

Kapal pertama dari jenis LMV ini, RSS Independence dengan nomor lambung 15, yang juga merupakan Lead Ship dari kelas Independence ini mulai berdinas aktif di jajaran armada Angkatan Laut Singapura pada 5 Mei 2017. Sementara 3 unit kapal terakhir yang dipesan oleh pemerintah Singapura untuk jenis LMV ini diresmikan masuk dalam jajaran armada Angkatan Laut Singapura secara serentak pada tanggal 31 Januari 2020.

Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura
Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. Tampak Samping Kapal Littoral Mission Vessel Dari Gambar Visualisasi Komputer.
Sumber : Mindef Singapore

LMV, Berinovasi Untuk Menyelesaikan Masalah

Sebuah keunikan dari kapal perang jenis LMV ini yang membuat penulis mengangkat kisahnya kehadapan anda adalah fakta bahwa kapal perang jenis LMV ini benar-benar didesain untuk memenuhi kebutuhan AL Singapura ditengah berbagai kendala atau masalah yang menghadang. Yang spesial adalah, kapal perang jenis LMV ini didesain dengan memperhatikan dua faktor utama yang sebenarnya juga merupakan kendala yang terjadi di tubuh Angkatan Laut Singapura.

Pertama, LMV diharuskan untuk dapat diawaki oleh sedikit pengawak. Kriteria ini didasarkan pada fakta lapangan terjadinya penurunan tingkat kelahiran bayi di Singapura. Penurunan tingkat kelahiran bayi dapat menyebabkan turun nya jumlah tenaga yang dapat dialokasikan untuk mempertahankan Singapura baik secara Wajib Militer (Wamil) maupun komponen militer resmi yakni tentara Singapura. AL Singapura harus menghadapi kenyataan bahwa mereka kekurangan personel pengawak bagi Alutsista yang mereka miliki. Dengan kata lain, kapal-kapal LMV harus dapat dioperasikan dalam kondisi kekurangan awak tersebut.

Desain LMV rupanya dapat memenuhi permintaan tersebut. Dengan ukuran yang cukup “besar”, LMV dapat dioperasikan dengan hanya mengandalkan total 23 orang personel pengawak saja pada konfigurasi dasar, dan 30 orang personel pengawak pada berbagai konfigurasi misi. LMV dapat diawaki oleh sedikit personel karena hampir seluruh komponen sistem persenjataan dan sensor yang terpasang telah diotomatisasi sehingga meminimalkan kebutuhan pengoperasian oleh pengawak secara fisik.

Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura
Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. Ruang Anjungan RSS Independence – 15, Anjungn Merupakan Bagian Dari Integrated Command Centre Pada Kapal Perang Jenis Littoral Mission Vessel.
Sumber : navy recognition

Kapal perang jenis LMV juga didesain memiliki modul pusat komando yang terintegrasi. Teritegrasi disini maksudnya adalah elemen-elemen utama dari pusat komando kapal (Integrated Command Centre) yakni mulai dari Anjungan, Ruang Pusat Informasi Tempur atau PIT, serta Ruang Kendali dan Monitoring Mesin Penggerak Kapal terkondisikan dalam satu modul yang sama.

BACA JUGA :  Setelah Berhasil Membebaskan Kota Ramadi, Irak Kini Punya Tugas Berat

Ini memudahkan pengendalian atas tiga hal utama dalam sebuah kapal perang yakni pengendalian atas sistem kemudi, pengendalian atas mesin penggerak kapal, serta pengendalian jalannya pertempuran dan pengoperasian sistem sensor dan senjata yang terpasang pada kapal perang tersebut.

Faktor utama kedua yang sangat mempengaruhi desain kapal perang jenis LMV kelas Independence ini adalah bahwa kapal ini harus mampu menjalankan berbagai peran sesuai dengan kebutuhan misi yang akan dilaksanakan. Artinya, secara teknis, LMV harus mampu menjadi sebuah kapal multi-purpose. Untuk mencapai tujuan ini, desain kapal LMV dibuat menjadi modular, dimana LMV dapat dikonfigurasi secara dinamik untuk mampu menjalankan berbagai peran mulai dari kapal patroli, kapal perang littoral, hingga peran sebagai kapal penyelamat dalam misi-misi bantuan kemanusiaan.

LMV dapat dikonfigurasi dengan mudah dan cepat berkat adanya kompartemen sistem perlengkapan misi modular yang dapat diisi kontainer-kontainer berisi peralatan yang dibutuhkan sesuai dengan misi yang harus dijalankan oleh kapal tersebut.

Jadi, dapat dikatakan bahwa LMV tidak hanya sekedar menjadi kapal baru bagi Angkatan Laut Singapura tetapi juga dapat menjadi solusi atas berbagai kendala yang selama ini dihadapi oleh para personel Angkatan Laut Singapura di lapangan.

Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura
Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. RSS Sovereignty – 16, Kapal Kedua Dari Kelas Independence Class LMV AL Singapura.
Sumber : youtube

Spesifikasi LMV

Berikut terlampir spesifikasi teknis dari kapal perang jenis Littoral Mission Vessel kelas Independence milik Angkatan Laut Singapura.

Dimensi

Panjang Total : 80 meter
Lebar Total : 12 meter
Berat Displacement : 1.250 ton

Mesin dan Kecepatan

Sistem Propulsi : CODAD (Combined Diesel and Diesel)
Mesin Penggerak Kapal : 4 unit MTU 20V 4000 M93L, masing-masing menghasilkan 4.300 kW (5.770 shaft horsepower) sehingga total daya yang dihasilkan 17.200 kW (23.100 shaft horsepower)
Kecepatan Maksimal : 27 knot / 50 kilometer per jam
Kecepatan Jelajah : 18 knot / 33 kilometer per jam
Jarak Jangkau Operasional : 3.000 nautikal mil / 5.560 kilometer

Pengawak

Jumlah Pengawak (konfigurasi standar) : 23 orang
Jumlah Pengawak (konfigurasi misi modular) : 30 orang

Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura
Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. Area Peluncuran Dan Recovery RHIB Diatas Kapal LMV AL Singapura.
Sumber : navy recognition

Sensor dan Peralatan Pernika

Search Radar : Thales NS-100 AESA S-Band radar
Navigation Radar : Kelvin Hughes SharpEye
Fire Control System : Sagem Gun Fire-control System (GFS) ; STELOP COMPASS D
Perangkat Perang Elektronika / Pernika & Decoy : STELOP 360 All-round Surveillance

Persenjataan

Meriam Utama : 1 pucuk OtoMelara Super Rapid Gun kaliber 76 milimeter
Meriam Sekunder : 1 pucuk Typhoon Mk38 Remote Weapon Station – Stabilised Gun kaliber 25 milimeter
RCWS : 2 pucuk Hitrole RCWS kaliber 12,7 milimeter
Rudal Pertahanan Udara (Rudal Hanud Anti Pesawat) : 12 tabung peluncur rudal VL MICA
Non Lethal : 2 unit Long Range Accoustic Device 500 Xtreme (LRAD-500X) and Xenon Light, Water Cannon System

Fasilitas Aviasi dan RHIB

BACA JUGA :  Kunjungan Panglima Angkatan Bersenjata Pakistan ke PT. DI

Untuk fasilitas aviasi/penerbangan, terdapat sebuah dek khusus untuk pendaratan dan lepas landas helikopter untuk menampung 1 unit helikopter angkut kelas medium.

Pada bagian belakang kapal (buritan) terpasang sistem peluncuran sekaligus recovery bagi dua unit perahu Rigid Hull Inflatable Boat atau RHIB yang dapat digunakan untuk mendukung personel pasukan khusus agar dapat menjalankan misi VBSS (Visit Board, Search and Seizure).

Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura
Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. RSS Unity – 17 Dalam Sebuah Misi Latihan.
Sumber : google images

Anggota Keluarga Kapal Perang Littoral Mission Vessel Di AL Singapura

Terdapat 8 unit kapal perang jenis Littoral Mission Vessel di AL Singapura, diantaranya yakni :

RSS Independence – 15
RSS Sovereignty – 16
RSS Unity – 17
RSS Justice – 18
RSS Indomitable – 19
RSS Fortitude – 20
RSS Dauntless – 21
RSS Fearless – 22

Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura
Mengenal Littoral Mission Vessel, Kapal Perang Misi Littoral Buatan Singapura. Seluruh Armada Kapal LMV AL Singapura Berjejer Saat Peresmian 3 Unit Kapal LMV Terakhir Pesanan AL Singapura.
Sumber : military leak

Penutup

Independence Class – Littoral Mission Vessel tidak diragukan lagi telah mampu menjadi ujung tombak pertahanan wilayah kedaulatan laut negara Singapura. Diresmikannya 3 unit kapal terakhir dari kelas Independence ini pada tanggal 31 Januari 2020 lalu sekaligus menunjukkan kepada publik Asia Tenggara bahwa Singapura mampu memproduksi sendiri kapal perang yang sesuai dengan kebutuhan yang dibutuhkan oleh Angkatan Laut Singapura.

Dengan diselesaikan nya keseluruhan 8 unit kapal perang jenis Littoral Mission Vessel kelas Independence untuk Angkatan Laut Singapura, AL Singapura kembali menegaskan komitmennya untuk melindungi kedaulatan wilayah laut negara Singapura, serta turut aktif berperan dalam berbagai situasi kondisi yang terjadi di regional Asia Tenggara.

Selain itu, untuk kesekian kalinya, Singapura menunjukkan kepada khalayak Asia Tenggara bahwa Angkatan Lautnya siap memasuki era militer yang modern, dan juga siap memasuki era otomatisasi dan digitalisasi serta komputerisasi dalam bidang pertahanan dan keamanan negara.

Yang dapat dicontoh oleh kita sebagai bangsa dan negara tetangga, adalah bahwa kita harus memiliki komitmen yang tinggi terhadap pengembangan teknologi strategis untuk keperluan pertahanan dan keamanan negara.

Selain itu, kita juga dapat belajar bahwa untuk menciptakan produk karya anak bangsa tidak boleh asal-asalan, harus benar-benar mampu melihat kebutuhan dan mendefinisikan doktrin serta tujuan utama yang ingin dicapai terlebih dahulu, agar ketika kita membangun platform sistem senjata, tidak hanya dapat sekedar “bisa membuat, bisa mengoperasikan, lulus uji kelayakan” tetapi juga mampu memenuhi kebutuhan, mampu dipakai dalam jangka panjang, serta terukur dan jelas kemampuan serta kehandalannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa - HobbyMiliter.com. Dinamisnya pertempuran udara membuat payung udara yang mumpuni tidak bisa hanya mengandalkan eksistensi pesawat tempur...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua