Monday, June 27, 2022
HomeBlog MiliterMengapa Pesawat Siluman Tidak Terdeteksi Radar?

Mengapa Pesawat Siluman Tidak Terdeteksi Radar?

Mengapa Pesawat Siluman Tidak Terdeteksi Radar? – HobbyMiliter.com. Penggunaan istilah siluman dalam Bahasa Indonesia sebagai padanan kata stealth di bahasa inggris telah membuat banyak orang salah kaprah terhadap teknologi stealth ini. Beberapa orang yang penulis temui menyangka bahwa teknologi siluman ini serupa dengan ilmu halimun yang bisa membuat pesawat benar benar 100% tidak nampak di radar. Atau bahkan, bisa seperti pesawat luar angkasa bangsa Romulan yang 100% tidak tampak secara visual. Tidak, bukan seperti itu.

Pesawat Siluman F-117 Nighthawk

Sebenarnya pokok bahasan ini lebih tepat dijelaskan oleh kawan saya, stealthflanker, yang sebegitu canggih ilmunya tentang per-radar-an, sampai sampai datasheet nya dipakai sebagai referensi paper ilmiah perwira angkatan udara Yunani sana. Edyan. Namun, biarlah kali ini saya yang agak edyan mencoba menjelaskan seperti apa sih “ilmu siluman” pesawat tempur dan pesawat bomber stealth itu.

Pesawat Siluman China J-20
Pesawat Siluman China J-20

Hingga saat ini, sebenarnya tidak ada pesawat stealth yang benar benar sama sekali hilang, tidak terdeteksi oleh radar. Sama sekali tidak ada dan secara keilmuan tidak mungkin ada. Kata stealth merujuk kepada upaya pengurangan deteksi radar (karena tadi, tidak bisa dihilangkan) dengan satu dan lain cara. Jadi, apa itu stealth? Stealth adalah upaya pengurangan deteksi radar dengan satu dan lain cara. Cara yang biasa dilakukan antara lain dengan membentuk sudut airframe sedemikian rupa sehingga mengurangi gelombang radar yang memantul kembali ke pemancarnya.

BACA JUGA :  Prancis Perbanyak Pengadaan Helikopter Pengangkut Taktis NH90-TTH
Pesawat Siluman Amerika F-22 Raptor
Pesawat Siluman Amerika F-22 Raptor

Sehingga, dengan mengurangi jumlah gelombang radar tersebut, radar bisa dikibuli bahwa benda yang sedang dideteksinya, bukanlah benda seukuran pesawat, namun hanya seukuran burung kuntul saja. Masih terdeteksi, namun karena ukurannya hanya se-burung kuntul saja, data tersebut dianggap sebagai noise dan difilter oleh radar serta tidak ditampilkan di layar display operator. Operator radar pun tidak mengetahui bahwa ada intruder yang masuk ke wilayah jaga nya dan biasanya, baru tahu pada detik detik terakhir sebelum dia menjadi sasaran.

BACA JUGA :  Inilah Jet Tempur B-21 Stealth Bomber Terbaru Milik US Air Force

Maklum, semakin dekat pesawat dengan radar, sinyal yang dipantulkan kembali tentu semakin banyak sehingga si pesawat stealth bisa jadi akan terlihat titiknya di radar pada jarak dekat. Namun, begitu nampak diradar, biasanya stasiun radar tersebut sudah dalam jarak tembak si target. Karena itulah, di USAF sendiri, istilah stealth itu secara resmi disebut sebagai LO, Low Observable.

Pesawat Siluman Amerika, Bomber B-1B
Pesawat Siluman Amerika, Bomber B-1B

Sejalan dengan Soviet dan penerusnya, Rusia terus bereksperimen dengan radar radar dan rudal rudal pertahanan udaranya yang beraneka ragam tersebut, pihak Amerika juga bereksperimen dengan teknologi stealthnya.

Pada fase pertama, mereka mengandalkan kecepatan dan ketinggian. Biar saja terdeteksi, namun apa yang terbang lebih tinggi dan lebih cepat dari rudal pencegatnya pasti akan selamat. Karena itu Amerika menciptakan SR-71 yang bolak balik terbang diatas wilayah udara Uni Soviet tanpa pernah tertembak jatuh. Cuma pernah nyaris ter-intercept saja.

BACA JUGA :  Mengintip Armada Kapal Selam Korea Utara

Fase kedua, Amerika bereksperimen dengan bentuk airframe pesawat, agar dapat mengurangi pantulan gelombang radar yang kembali ke pemancarnya. Ini diistilahkan dengan radar cross section atau RCS. Hasilnya, pesawat aneh berbentuk ajaib bernama F-117A Nighthawk. Sebagai konsekuensi dari bentuknya yang aneh bin ajaib, walau menyandang kode F, Fighter, sejatinya F-117A Nighthawk tidak bisa bermanuver seperti pesawat tempur lainnya. Bahkan kecepatannya pun jauh dibawah, katakanlah F-16 Fighting Falcon. Karena itu sepanjang hidupnya, Fighter nyasar ini melakukan peranan sebagai pesawat serang darat. Pesawat stealth generasi pertama dengan teknologi  era 70-an yang pertama terbang awal 80-an ini akhirnya berhasil tertembak di tahun 1999. Ketika itu F-117A sudah 18 tahun dinas.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

PAR 1

Mengenal Senapan Serbu PAR MK3

0
HobbyMiliter.com – Mengenal Senapan Serbu PAR MK3. Kenal dengan senapan anti material NTW-20 yang dipakai oleh Taifib Korps Marinir? Salah satu kelebihan senjata itu...

Recent Comments