Thursday, September 29, 2022
HomeBlog MiliterMengapa Pesawat Siluman Tidak Terdeteksi Radar?

Mengapa Pesawat Siluman Tidak Terdeteksi Radar?

Mengapa Pesawat Siluman Tidak Terdeteksi Radar? – HobbyMiliter.com. Penggunaan istilah siluman dalam Bahasa Indonesia sebagai padanan kata stealth di bahasa inggris telah membuat banyak orang salah kaprah terhadap teknologi stealth ini. Beberapa orang yang penulis temui menyangka bahwa teknologi siluman ini serupa dengan ilmu halimun yang bisa membuat pesawat benar benar 100% tidak nampak di radar. Atau bahkan, bisa seperti pesawat luar angkasa bangsa Romulan yang 100% tidak tampak secara visual. Tidak, bukan seperti itu.

BACA JUGA :  Kapal ADRI XLVI TNI-AD

Pesawat Siluman F-117 Nighthawk

Sebenarnya pokok bahasan ini lebih tepat dijelaskan oleh kawan saya, stealthflanker, yang sebegitu canggih ilmunya tentang per-radar-an, sampai sampai datasheet nya dipakai sebagai referensi paper ilmiah perwira angkatan udara Yunani sana. Edyan. Namun, biarlah kali ini saya yang agak edyan mencoba menjelaskan seperti apa sih “ilmu siluman” pesawat tempur dan pesawat bomber stealth itu.

Tonton video berikut:

Hingga saat ini, sebenarnya tidak ada pesawat stealth yang benar benar sama sekali hilang, tidak terdeteksi oleh radar. Sama sekali tidak ada dan secara keilmuan tidak mungkin ada. Kata stealth merujuk kepada upaya pengurangan deteksi radar (karena tadi, tidak bisa dihilangkan) dengan satu dan lain cara. Jadi, apa itu stealth? Stealth adalah upaya pengurangan deteksi radar dengan satu dan lain cara. Cara yang biasa dilakukan antara lain dengan membentuk sudut airframe sedemikian rupa sehingga mengurangi gelombang radar yang memantul kembali ke pemancarnya.

BACA JUGA :  Menhan RI Kunjungi Swedia
Pesawat Siluman Amerika F-22 Raptor
Pesawat Siluman Amerika F-22 Raptor

Sehingga, dengan mengurangi jumlah gelombang radar tersebut, radar bisa dikibuli bahwa benda yang sedang dideteksinya, bukanlah benda seukuran pesawat, namun hanya seukuran burung kuntul saja. Masih terdeteksi, namun karena ukurannya hanya se-burung kuntul saja, data tersebut dianggap sebagai noise dan difilter oleh radar serta tidak ditampilkan di layar display operator. Operator radar pun tidak mengetahui bahwa ada intruder yang masuk ke wilayah jaga nya dan biasanya, baru tahu pada detik detik terakhir sebelum dia menjadi sasaran.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Batalyon Komando 466 Paskhas menggelar Latihan PHH dalam rangka kesiapan pengamanan pasca Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014

Latihan PHH Batalyon Komando 466 Paskhas

0
HobbyMiliter.com - Batalyon Komando 466 Paskhas menggelar Latihan PHH dalam rangka kesiapan pengamanan pasca Pemilu Presiden dan Wakil Presiden 2014 di Lapangan tembak Lanud...

Recent Comments