Friday, April 19, 2024
HomeBlog MiliterMengapa Pesawat Siluman Tidak Terdeteksi Radar?

Mengapa Pesawat Siluman Tidak Terdeteksi Radar?

Maklum, semakin dekat pesawat dengan radar, sinyal yang dipantulkan kembali tentu semakin banyak sehingga si pesawat stealth bisa jadi akan terlihat titiknya di radar pada jarak dekat. Namun, begitu nampak diradar, biasanya stasiun radar tersebut sudah dalam jarak tembak si target. Karena itulah, di USAF sendiri, istilah stealth itu secara resmi disebut sebagai LO, Low Observable.

Pesawat Siluman Amerika, Bomber B-1B
Pesawat Siluman Amerika, Bomber B-1B

Sejalan dengan Soviet dan penerusnya, Rusia terus bereksperimen dengan radar radar dan rudal rudal pertahanan udaranya yang beraneka ragam tersebut, pihak Amerika juga bereksperimen dengan teknologi stealthnya.

Pada fase pertama, mereka mengandalkan kecepatan dan ketinggian. Biar saja terdeteksi, namun apa yang terbang lebih tinggi dan lebih cepat dari rudal pencegatnya pasti akan selamat. Karena itu Amerika menciptakan SR-71 yang bolak balik terbang diatas wilayah udara Uni Soviet tanpa pernah tertembak jatuh. Cuma pernah nyaris ter-intercept saja.

BACA JUGA :  Lockheed Martin Kembangkan Satelit GPS Generasi Terbaru Untuk Air Force
Pesawat Siluman China J-20
Pesawat Siluman China J-20

Fase kedua, Amerika bereksperimen dengan bentuk airframe pesawat, agar dapat mengurangi pantulan gelombang radar yang kembali ke pemancarnya. Ini diistilahkan dengan radar cross section atau RCS. Hasilnya, pesawat aneh berbentuk ajaib bernama F-117A Nighthawk. Sebagai konsekuensi dari bentuknya yang aneh bin ajaib, walau menyandang kode F, Fighter, sejatinya F-117A Nighthawk tidak bisa bermanuver seperti pesawat tempur lainnya. Bahkan kecepatannya pun jauh dibawah, katakanlah F-16 Fighting Falcon. Karena itu sepanjang hidupnya, Fighter nyasar ini melakukan peranan sebagai pesawat serang darat. Pesawat stealth generasi pertama dengan teknologi  era 70-an yang pertama terbang awal 80-an ini akhirnya berhasil tertembak di tahun 1999. Ketika itu F-117A sudah 18 tahun dinas.

BACA JUGA :  SSBA (Senapan Serbu Bawah Air) PT Pindad Yang Berbasis APS Rusia

Fase berikutnya, Amerika yang tidak puas dengan F-117A yang tidak bisa bermanuver jumpalitan selayaknya fighter murni dan ditambah dengan kecepatannya yang dianggap seperti keong pun mendisain F-22A Raptor. Desainnya dibuat mulai tahun 80-an begitu si F-117A mulai operasional. Prototypenya terbang mulai tahun 1990. Uji dan penyempurnaan terus dilakukan selama 15 tahun sampai kemudian pesawat produksinya terbang dinyatakan dinas operasional di tahun 2005. Pengembangan utama dari F-22 dibandingkan dengan F-117A ini antara lain disempurnakannya teknologi cat penyerap gelombang radar alias radar absorbing material.

Adanya material ini menjadikan bentuk pesawat bisa lebih normal sehingga kemampuan manuver pun dapat kembali diraih dan pesawat tempur kembali ke fitrahnya untuk jumpalitan. Namun, efek lain, biaya perawatan menjadi lebih mahal dan waktu perawatan menjadi lebih lama. Setiap teknisi membuka panel akses di pesawat, selesai setting setting, pesawat harus “didempul ulang” dengan cat penyerap gelombang radar ini. Semua kerepotan tersebut diperlukan untuk menjadikan pesawat F-22 yang panjangnya 20 meter ini menjadi seukuran burung kuntul di radar musuh.

BACA JUGA :  Jelang Latma Balikatan, Filipina – AS Bersiap Gelar Latma Terbesar Sejak 2015

Karena hal inilah yang menyebabkan banyak pengamat militer mencibir ke-siluman-an pesawat tempur terbaru Rusia Su-57. Dimulai dari sistem gas buang mesinnya yang konvensional tanpa mengurangi heat signature seperti yang dilakukan F-22, kemudian dengan banyaknya paku rivet di sekujur airframe Su-57 yang tidak ditutup oleh cat penyerap radar, memunculkan dugaan bahwa Su-57 ini tingkat kesilumannya jauh lebih rendah dari pada F-22 Raptor, pesawat yang usianya 15 hingga 20 tahun lebih tua.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Dassault Rafale B sedang melakukan aerial refueling.

Sales Rafale untuk UAE: Presiden Perancis

0
HobbyMiliter.com - Sales Rafale untuk UAE: Presiden Perancis. Presiden Prancis Francois Hollande berencana ke Uni Emirat Arab pekan ini untuk menjual jet tempur Rafale...

Recent Comments