HomeBlog MiliterBentuk Negara dan Sistem Pemerintahan Malaysia

Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan Malaysia

Bentuk Negara dan Sistem Pemerintahan Malaysia – HobbyMiliter.com – Malaysia merupakan salah satu negara negara yang adat dan kebudayaannya hampir mirip dengan negara Kita, Indonesia. Hal ini kemungkinan besar dipengaruhi oleh faktor geografis, dimana Indonesia dan Malaysia terletak di kawasan yang sama, yaitu Asia Tenggara.

Selain dengan Indonesia, Malaysia juga berbatasan langsung dengan beberapa Negara Asia lainnya, yaitu Brunei Darussalam, Filipina, Singapura serta Thailand. Negara dengan luas wilayah 329.847 km2 tersebut memiliki jumlah penduduk sekitar 34 juta jiwa (perkiraan 2024). Sementara itu, 61,3% dari mayoritas penduduknya memeluk agama Islam.
Bentuk negara Malaysia adalah federasi (negara serikat), terdiri dari 13 negara bagian dan 3 wilayah persekutuan. Sistem pemerintahan Malaysia adalah monarki konstitusional parlementer: kepala negaranya seorang raja bergelar Yang di-Pertuan Agong yang dipilih bergiliran setiap lima tahun oleh sembilan sultan, sedangkan kepala pemerintahannya adalah Perdana Menteri yang memimpin kabinet.

Apakah Bentuk Negara Malaysia?

Walaupun secara sepintas, negara ini memiliki adat dan budaya yang cenderung sama dengan Indonesia; namun ternyata Malaysia mempunyai bentuk negara yang berbeda. Federasi atau persekutuan adalah bentuk Negara Malaysia yang pada praktiknya ada beberapa negara bagaian yang saling dukung mendukung serta saling bekerjasama agar terbentuk persatuan dan kesatuan sebagaimana cita-cita dari sebuah negara itu didirikan.

Bentuk negara Malaysia tidak terlepas dari pengaruh kekuasaan Inggris yang dahulunya telah menjajah negara tersebut. Diketahui dari sejarah yang ada, Britania Raya pada awalnya telah mendirikan koloni yang bertempat di Semenanjung Malaya sehingga pada perkembangannya ada beberapa negara Melayu yang ikut bersekutu dengan Inggris Raya seperti Terengganu, Siam, Kelantan, Kedah dan Perlis. Tepatnya, pada Tanggal 31 Agustus 1957, Federasi Tanah Melayu (Malaya) mendeklarasikan kemerdekaannya dari Inggris. Negara Malaysia sendiri baru terbentuk pada 16 September 1963, ketika Malaya bergabung dengan Sabah, Sarawak, dan Singapura, walaupun Singapura kemudian keluar pada tahun 1965.

Dalam sistem ini, setiap federasi negara diberikan keleluasan untuk menerapkan sistem otonomi tinggi sehingga mereka dapat leluasa untuk mengatur jalannya pemerintahan secara bebas. Oleh karena itu, setiap daerah yang ada pada kekuasaan negara Federal dapat membuat dan menerapkan UUD daerah dengan catatan bahwa UUD tersebut tidak bertentangan dengan UUD Negara. Setiap pemimpin daerah dituntut untuk dapat menyelesaikan permasalahan-permasalahan pokok yang ada di wilayahnya masing-masing.

Hampir sama dengan istilah Provinsi di Negara Indonesia, Malaysia mempunyai 13 negara bagian yang tugas dan fungsinya tetap mengekerucut pada kejayaan dan kesejahteraan negara Malaysia. Sementara itu, 13 negara bagian yang dimaksud terdiri dari Johor, Kedah, Kelantan, Melaka, Negeri Sembilan, Pahang, Perak, Perlis, Pulau Penang, Sabah, Sarawak, Selangor dan Terengganu.

Disamping mempunyai 13 negara bagaian, Malaysia juga mempunyai 3 wilayah persekutuan yang dikelola langsung oleh pemerintah federal, yaitu Kuala Lumpur, Labuan dan Putrajaya.

Bagaimana Sistem Pemerintahan Negara Malaysia?

Sebagaimana Bentuk Negara yang dipengaruhi oleh Inggris, sistem pemerintahan yang berlaku di Malaysia pun menerapkan monarki konstitusional atau Parlementer Westminter seperti yang berlaku di United Kingdom tersebut. Maka tidak heran, jika kepala negara Malaysia adalah seorang Raja Malaysia atau lebih dikenal dengan sebutan Yang di Pertuan Agong. Dalam proses pemilihannya, Raja dipilih oleh 9 Sultan yang tersebar di berbagai neraga bagian Malaysia. Masa kekuasaan seorang Raja yang telah terpilih sama dengan masa pemerintahan seorang Presiden di Indonesia, yaitu selama 5 tahun.

Selain kepala negara yang dipimpin oleh seoarang Raja, Malaysia juga memberlakukan Kepala Pemerintahan. Kepala Pemerintahan di Negara Malaysia ternyata dipimpin oleh Perdana Menteri. Namun, Perdana Menti yang memimpin harus atas persetujuan dan ditunjuk oleh Raja atau Yang di-Pertuan Agung.

Perdana Menteri Malaysia diangkat oleh Yang di-Pertuan Agong dari anggota Dewan Rakyat yang dinilai memperoleh kepercayaan mayoritas. Selama puluhan tahun jabatan ini selalu dipegang tokoh koalisi Barisan Nasional, tetapi sejak pemilihan umum 2018 pemerintahan Malaysia telah berganti-ganti koalisi. Perdana Menteri Malaysia saat ini adalah Anwar Ibrahim, yang menjabat sejak November 2022.

Ciri-Ciri Negara Malaysia

Dari uraian di atas, ciri-ciri negara Malaysia dapat dirangkum sebagai berikut:

  1. Berbentuk federasi (negara serikat) dengan 13 negara bagian dan 3 wilayah persekutuan.
  2. Bersistem pemerintahan monarki konstitusional parlementer model Westminster.
  3. Kepala negara adalah Yang di-Pertuan Agong, dipilih bergiliran setiap lima tahun dari sembilan sultan negara bagian.
  4. Kepala pemerintahan adalah Perdana Menteri yang memimpin kabinet.
  5. Wilayahnya terbagi dua kawasan yang dipisahkan Laut Cina Selatan: Semenanjung Malaya dan Malaysia Timur (Sabah dan Sarawak) di Pulau Kalimantan.
  6. Penduduknya multietnis, terutama Melayu, Tionghoa, India, serta suku-suku pribumi Sabah dan Sarawak.
  7. Bahasa resminya Bahasa Melayu, dan agama resminya Islam, dengan kebebasan beragama bagi penduduknya.
Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusuma
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

49-iran-pamerkan-sistem-pertahanan-rudal-s-300

Iran Pamerkan Sistem Pertahanan Rudal S-300 Buatan Rusia

0
Hobbymiliter.com - Untuk pertama kalinya, Iran mengizinkan media untuk merekam sistem pertahanan rudal S-300 PMU2 yang sudah mereka pesan dari Rusia. Mobilisasi dan penempatan...