Monday, November 23, 2020
Home Militer Alutsista Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2

Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2

Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2 – HobbyMiliter.com – Sturzkampfflugzeuge alias Stuka adalah julukan yang diberikan kepada bomber mini ini. Dalam bahasa Jerman artinya adalah pembom tukik. Pesawat yang dibuat pada masa jeda antar dua perang besar ini (1937) menjadi salah satu kunci keberhasilan taktik serangan kilat Jerman dalam masa awal perang dunia 2, Blitzkrieg. Pembom ini juga terkenal karena suara peluit kematiannya yang terdengar saat menukik sebelum menjatuhkan bom ke musuh. Mungkin ini sebabnya mas H memilih nickname @Stuka1788 di formil Kaskus.

Bentuknya kecil, sekilas mirip pesawat tempur pada zamannya yang condong ringan dan praktis. Tapi banyak yang mengatakan bentuk pesawat Jungkers Ju-87 Stuka ini jelek dan tidak lincah. Dengan mesin Jumo 210 Ca (versi Anton] berkekuatan 640 Tenaga Kuda, kecepatan terbangnya pun lambat, hanya 285 km/jam. Senjata pertahanannya juga terbilang minim. Yakni satu senapan MG 17 kaliber 7,92 mm di sayap. Dalam beberapa hal, satu senapan manual MG 15 kaliber 7,92 mm digunakan gunner (penembak) di kokpit belakang.

Stuka

Pada versi G (Gustav) senjata ini diganti dengan sepasang kanon Flak 18 (BK 3,7) 37 mm, 12 peluru. Maka jadilah Ju-87G sebagai pembom dan penghancur tank yang mujarab. Oleh karenanya, julukan sebagai Kanonenvogel atau Canonbird maupun Panzernacker (pembelah tank) disandang pula oleh pembom yang masuk ke jajaran kekuatan udara Luftwaffe tahun 1937 ini.

Bukti konkritnya, dalam Battle of Kursk (rangkaian penyerbuan Jerman ke Soviet, 1943-1944), Hans-Ulrich Rudel yang terbang dengan pembom ini sebanyak 2.530 sorti (meskipun tertembak jatuh 30 kali hingga sebelah kakinya harus diganti dengan kaki besi) berhasil memporak-porandakan 519 buah tank pasukan tentara Beruang Merah Uni Soviet itu. Hasil yang jelas menakjubkan.

stuka

Peluit kematian Junkers Ju-87 Stuka

Oleh karenanya banyak sejarahwan penerbangan kagum dan menggolongkan pembom buatan firma Junkers Jerman ini sebagai yang legendaris. Bila di udara ibarat sebuah predator yang mengcrikan. Jalannya yang pelan tiba-tiba bisa berubah menjadi sebuah tukikan burung besi yang mengantarkan bom-bom SC 250 kg sambil melengkingkan suara khas, “peluit kematian” dari terompet Jerricho yang dipasang para penerbangnya di batang roda utama. Tentara musuh yang menjadi sasaran hanya terbengong-bengong sebelum menyadari makhluk aneh baru di angkasa

Salah satu sejarahwan yang memberikan komentarnya terhadap Ju-87 adalah William Green dengan mengatakan Stuka sebagai “An evil looking machine with something of the predatory bird in its ugly contours.” Selain itu, dalam buku Warplane of the Luftwaffe (1994) disebutkan, Junkers Ju-87 adalah pesawat yang menenggelamkan kapal dan tank terbanyak dalam sejarah PD II untuk semua jenis pesawat.

BACA JUGA :  China Luncurkan Unit Pertama Kapal Perang Type 075 LHD

Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2
Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2

Kecuali tidak menyaingi Ilyushin Il-2 Shturmovik buatan Uni Soviet. Dapat dimaklumi memang, karena Il-2 merupakan pesawat yang diproduksi terbanyak dalam sejarah yakni sekitar 35.000 unit pesawat sementara Stuka hanya dibuat sejumlah 5.700 buah saja.

Kehebatan Ju-87 dalam melakukan pemboman tidak diragukan banyak kalangan saat itu. Dalam sejarah penerbangan, dua pembom lain yang disebut mampu menandingi keefektifannya adalah SBD Dauntless Amerika dan Pembom Aichi D3A Val Jepang.

D06dLGwWsAE_9e7

Kiprah pertama Ju-87 dimulai manakala pembom ini ditugaskan AU Jerman dalam legion condor untuk menyokong kekuatan front Nasionalis dalam Perang Sipil (civil war) di Spanyol (1936-1939). Dalam ajang perang melawan pasukan tentara sosialis Republik sayap kiri yang ditopang kekuatan Uni Soviet ini, Ju-87 membuka cakrawala baru diantara seliweran pesawat tempur di udara seperti Heinkel He-51, Fiat CR.32, Messerschmitt Bf-109D (Nasionalis), Hawker Fury, Polikarpov I-16 (Republik) maupun pembom lain yakni Savoia Marchetti, Junkers Ju 52/3m (Nasionalis) dan Tupolev SB-2 (Republik). Tentara Republik berhasil dipukul mundur, dan nama Stuka melambung ke permukaan.

Stuka Gempur Warsawa

Kesuksesan Stuka berlanjut dan mencapai momentumnya dalam penyerangan kilat Jerman ke Polandia sekaligus menandai dibukanya Perang Dunia 2 di belahan Eropa pada 1 September 1939. Sebanyak sembilan Stuka-gruppen (grup pembom Stuka) atau 366 pesawat bergantian menutupi angkasa Polandia melengkapi pengiriman 300 pembom berat Heinkel He-111 dan pembom medium Dornier Do-17. Bahkan, dengan Stuka juga genderang perang terhadap Polandia dikumandangkan Hitler sebelas menit setelah tiga pembom ini terbang dari Elbing menuju sasarannya yakni Jembatan Dischau di atas Vistula pada pukul 04.36 pagi

Ibukota Warsawa dibombardir. Begitu pun dengan Pangkalan Udara Krakow dan Lemburg yang dihuni pesawat tempur tua. Pangkalan Angkatan Laut Putzig/Rahmel serta industri pesawat tempur PZL sendiri diberangus tanpa ampun.

Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2
Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2

Polandia melakukan perlawanan dengan pembom ringan PZL P.23b Karas. Namun usahanya masih terlampau kecil untuk mengimbangi kekuatan Jerman. Pasukan darat Nazi Jerman terus merangsak dan mengepung wilayah-wilayah militer Polandia. Maka dalam tempo 10 hari saja sebanyak dua belas divisi tempur di Kutno berhasil diisolasi tentara Nazi. Polandia mendapat dukungan Inggris dan Perancis, namun terlambat sebelum akhirnya bertekuk.

Dengan peran dan fungsinya inilah, tidak heran, Stuka yang muncul dan menggemparkan musuh ini disebut sebagai pembuka jalan dan tulang punggung (backbone) serangan bagi kekuatan darat tentara Nazi. Jerman makin mendapat angin dan terus melakukan invasi di negara-negara Eropa.

BACA JUGA :  Menhan Filipina: Kami Bisa Hidup Mandiri Tanpa Bantuan Militer AS

dcsdvfffv

Begitupun dalam penggempuran ke Kota Rotterdam, Belanda (Mei 1940), Stuka tak juga dapat dibendung. Pembom ini adalah monster baru bagi musuh-musuh Hitler.

Istilah pembom tukik, dimana pesawat melakukan gerakan tukik dan membom (dive and bombing), sebenarnya sudah tercetus dalam masa Perang Dunia 1. Bahkan, disebutkan, para perancang Jerman sebenarnya mempelajari teknik ini dari Angkatan Laut Amerika yang akhirnya diwujudkan dalam sayembara tahun 1933 dan dimenangkan Junkers Ju-87 Stuka (1935).

Junkers sendiri sebenarnya mulai mengotak-atik teknik membom tukik ini tahun 1920, yakni dengan mengeluarkan pembom bersayap ganda K-47, yang dua belas buah diantaranya pernah dijual ke Cina (1928).

stuka

Kemampuan menukik dan keluar kembali dari lintasan tukik adalah kelebihan tersendiri dari pembom bersayap camar terbalik (inverted-gull) Ju-87. Selain untuk mengakuratkan pemboman juga karena mekanisme ini dikendalikan secara otomatis atau auto pilot. Penerbangnya hanya men-set altimeter serta sudut tukik yang diinginkan. Setelah itu tinggal menurunkan bilah rem (air brake) dibawah sayap dan pesawat akan bergerak sendiri.

Versi Versi Stuka

Sejak dibuat tahun 1935 Stuka terus mengalami berbagai penyempurnaan dan versi khusus. Dari versi Anton hingga Gustav seperti disinggung di depan (meski pun untuk versi G ini sebenarnya terjadi pergeseran peran dimana kemampuan tukiknya hilang, akibat bilah rem di sayap bawah untuk tukik dihilangkan bagi sempurnanya penempatan pod kanon penghancur tank).

stuka
Hans-Ulrich Rudel menghancurkan Soviet battleship Marat dengan Ju-87 Stuka 24 September 1941

Versi lain misalnya adalah Stuka model C (Clara) yang dibuat untuk mengisi kapal induk Graf Zeppelin. Pembom ini dilengkapi tail hook (pengait ekor), sayap lipat (folding wing) dan kemampuan batang roda yang copotable (bisa dilepaskan) untuk pendaratan darurat (ditching) di laut. Namun versi ini hanya 12 unit saja dibuat, menyusul dihentikan pengembangan kapal induknya.

Versi lain adalah pembawa bom torpedo yakni Ju-87D (meski dalam kenyatannya fungsi pembom torpedo ini masih jauh lebih baik dilaksanakan oleh pesawat berkemampuan terbang lebih cepat dan berkapasitas muatan besar yakni Heinkel He 111 dan Ju-88A). Versi jarak jauh Ju-87R dengan penambahan kapasitas fuel tank serta versi latih Ju-87H

Versi Berta dikembangkan dalam beberapa versi lain. Misalnya versi Trop yang digunakan oleh korp Afrika. Versi B juga digunakan di Front Timur oleh negara lain yakni Slovakia, Rumania, Bulgaria, Hungaria dan oleh Regia Aeronautica Italia.

Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2
Junkers Ju-87 Stuka, Pembom Tukik Legendaris Jerman di Perang Dunia 2

Selepas versi A penambahan kemampuan senapan ditingkatkan. Yakni dengan pemasangan dua senapan mesin Rheinmetall MG 17 7,92mm, kanon 20mm MG 151/20 (Ju-87D-5, D-8), dan kapasitas bom yang lebih dari satu ton. Begitupun dengan penggantian mesinnya agar menambah kecepatan terbang.

BACA JUGA :  Nasib Armada Jet Tempur F-16 AU Norwegia

Namun, bukan berarti kesaktian Stuka tak bisa dilumpuhkan dalam sejarah pertempurannya. Hal ini sebenarnya sudah mulai terasa dalam peperangan besar dengan negara tetangga Inggris. Dalam Battle of Brittain sebanyak 280 Ju-87 ditcrbangkan untuk menyerang Inggris. Dalam perang ini meski Stuka meraih kemenangan dengan menjatuhkan pesawat tempur RAF, namun pada babak-babak berikutnya Stuka ber-guguran.

stuka

Tidak lain hal ini akibat pengepungan yang dilakukan dua pemburu cepat nan tangguh Supermarin Spitfire dan Hawker Hurricane. Versi B, yang turun dalam peperangan menyeberang Selat Inggris ini sering diolok-olok sebagai sitting duck (sasaran empuk) di udara bagi pesawat tempur Inggris. Bayangkan, dalam enam hari peperangan, 60 Ju 87 dijatuhkan pihak lawan. Rata rata 10 pesawat gugur per hari nya.

Oleh sebab itu, guna menyiasati bergugurannya Stuka dalam pertempuran berikutnya yang masuk dalam medan lebih ganas, Ju-87 sering dikawal oleh fighter. Disamping pada perkembangan berikutnya dioperasikan pula sebagai pembom malam (night bomber)

Dalam Battle of Kursk (1943-1944) Ju-87 pun mulai menemukan tandingan yang lebih hebat. Tidak lain dia adalah pesawat serang darat Il-2 Shturmovik. Gerak langkah Ju-87 yang dikawal Bf-109G dan Fock-Wulf Fw190A dimatikan oleh pesawat tempur taktis Lavochkin La-5FN dan Yakovlev Yak-9 yang bersenjatakan senapan mesin kaliber 12,7 mm 200 peluru dan kanon shVAK 20 mm 120 peluru.

Ukuran peluru 37mm Stuka
Ukuran peluru 37mm Stuka

Dalam pertempuran hebat ini, dua pihak memang saling memukul. Namun Jerman kehilangan pesawat lebih banyak yakni 900 buah dibanding Soviet yang kehilangan 600 pesawat. Dua Ace Jerman Heinz Schmidt (173 kemenangan) dan Max Stotz (189 kemenangan) juga tamat riwayatnya dalam perang besar ini.

Selepas tahun ini, peran pembom tukik Ju 87 yang terasa menua akhirnya bergeser menjadi pesawat pendukung serangan darat (close support) atau Schlachtflugzeug, yakni dimulai pada versi D-5. Alasannya jelas, mengingat Ju 87 tidak bisa terus menerus dikawal fighter. Fighter dibutuhkan di tempat lain.

stuka

Bahkan, lebih dari itu, akhirnya Stuka juga digunakan untuk “pekerjaan remeh” menarik glider. Ada kemenangan, ada kekalahan. Namun dalam PD II Ju-87 Stuka tentu adalah fenomena tersendiri.

Apalagi pembom ini dikenang sebagai pembom legendaris. Berkaitan langsung atau tidak, versi pembabat tank pembom ini disebut-sebut mengilhami pembuatan pesawat serang darat penghancur tank A-10 Thunderbolt (Warthog) milik AS, yang kejayaannya sempat kita saksikan dalam Perang Teluk 1991.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua