Friday, May 27, 2022
HomeMiliterKisah MiliterTahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI...

Tahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI AU

Tahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI AU – HobbyMiliter.com – Pada tahun 2009, Duta Besar Indonesia untuk Qatar, Rozy Munir, melaporkan ke Menteri Luar Negeri Indonesia bahwa Pemerintah Qatar menawarkan Indonesia untuk mengakuisisi keseluruhan armada Mirage 2000 nya yang waktu itu berjumlah 12 unit dengan kondisi as is dan tanpa biaya sama sekali. Yang perlu pemerintah Indonesia lakukan hanyalah mengirimkan surat permintaan hibah ke Kementerian Pertahanan Qatar.

Tahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI AU

Qatar, negara kecil di wilayah Teluk Persia memang memiliki armada Angkatan Udara yang luar biasa. Inventorinya saat ini terdiri dari berbagai vendor. Pesawat latihnya dibeli dari Perancis, 6 unit Dassault/Dornier Alpha Jet. 12 Mirage 2000 yang terdiri dari 9 Mirage 2000-5DA single seat dan 3 Mirage 2000-5DA dual seat dibeli tahun 1994. 15 pesawat tempur Rafale sudah datang dari total order 21 pesawat yang dilakukan di tahun 2017.

BACA JUGA :  EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

Tahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI AU

Masih belum cukup, Qatar masih menambah lagi order 24 unit pesawat tempur Eurofighter Typhoon dari konsorsium Eropa dan 36 unit F-15E Strike Eagle dari Amerika. Di tahun 2018 bahkan sempat beredar berita dari situs berita Rusia TASS bahwa Qatar tertarik membeli sejumlah pesawat tempur Sukhoi Su-35 buatan Rusia. Tampaknya bagi Emir Qatar, istilah logistic nightmare hanya berlaku bagi negara yang tidak punya cukup uang.

Tahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI AU

Sebelumnya, Qatar juga pernah membeli 14 Dassault Mirage F1. Namun pada tahun 1994, keseluruhan sisa 13 pesawat tempur Dassault Mirage F1 yang dimiliki Qatar sudah dijual semuanya ke Spanyol. Yang pada akhirnya di tahun 2017 yang lalu, Spanyol menjual keseluruhan sisa Dassault F1 nya yang berjumlah 22 unit ke Draken Internasional, perusahaan swasta Amerika yang mengoperasikan 150 pesawat tempur dari berbagai jenis.

BACA JUGA :  Boeing CH-47F, Varian Tercanggih dari Chinook

Di Indonesia, masalah penawaran hibah pesawat tempur Mirage 2000 dari Qatar ini dilimpahkan ke Kementerian Pertahanan Republik Indonesia untuk dipelajari dan ditelaah lebih lanjut.

Namun pada akhirnya, Menteri Pertahanan Republik Indonesia waktu itu, Juwono Sudarsono memutuskan untuk menolak tawaran hibah tersebut. Tawaran itu ditolak karena minimnya anggaran yang tersedia untuk perawatan. “Hibahnya sih oke, tapi pemeliharaannya itu mahal,” kata Juwono di kantornya, Departemen Pertahanan Jakarta 19 Maret 2009.

Adv Kaos Dassault Mirage by ciptaloka.com

Saat itu Juwono mengatakan, bahwa bila dilihat sepintas lalu saja sudah bisa dipastikan bahwa hibah pesawat buatan Prancis tahun 1994 ini akan membutuhkan banyak biaya. Padahal pagu anggaran Departemen Pertahanan dan TNI AU tahun itu sudah tak memungkinkan lagi untuk itu.

Tahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI AU

Apalagi fokus pemeliharaan saat ini ditujukan pada pesawat angkut, seperti untuk menghidupkan dan mengoperasionalkan dua skadron C-130 Hercules yang kita miliki. Belum lagi melakukan pembayaran atas order penambahan pesawat tempur Sukhoi Su-30 yang kita baru saja beli. Selain itu, kata Juwono, hibah itu bukan berarti tak ada biaya sama sekali.

BACA JUGA :  Pesawat Beechcraft TUDM Jatuh

Tahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI AU

Jika kita mengambil tawaran hibah satu skadron pesawat tempur Mirage 2000 untuk TNI AU tersebut, dipastikan akan ada biaya untuk MidLife Upgrade guna memperpanjang usia pakai pesawat dan juga melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kondisi pesawat yang dihibahkan. Maklum, usia rata rata pesawat tempur yang ingin dihibahkan tersebut di 2009 berkisar antara 12 hingga 15 tahun.

Tahun 2009, Indonesia Nyaris Dapat Satu Skadron Mirage 2000 Gratis Untuk TNI AU

Kemudian, karena Mirage 2000 ini tidak bisa digunakan untuk membawa rudal rudal eksisting yang kita miliki, maka harus dianggarkan kembali anggaran khusus untuk membeli rudal rudal semacam MBDA Mica, Matra R550 Magic II dan Matra Super 530D. Masakan mau dipersenjatai dengan bom Mk. 82 dan kanon saja. 

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Radar Anti Pesawat Tempur Siluman China

China Pasarkan Radar Anti Pesawat Tempur Siluman

0
HobbyMiliter.com - China Pasarkan Radar Anti Pesawat Tempur Siluman. Perusahaan produsen radar asal China, China Electronics Technology Group Corporation (CETC) pada gelaran Zhuhai Airshow memamerkan beberapa...

Recent Comments