Sunday, September 19, 2021
HomeAlutsistaArtileriTentang Howitzer LG-1 MKII 105mm Milik Resimen Artileri Korps Marinir

Tentang Howitzer LG-1 MKII 105mm Milik Resimen Artileri Korps Marinir

Tentang Howitzer LG-1 MKII 105mm Milik Resimen Artileri Korps Marinir – HobbyMiliter.com – LG-1 MKII masih termasuk alustista baru, berdasarkan keterangan dari Mayor Mar. M. Hadi Hasny, LG-1 MKII 105mm milik Marinir merupakan produksi tahun 1995, dan mulai beroperasi pada TNI di tahun 1996. LG-1 MK II merupakan meriam kelas ringan yang memiliki daya ledak lumayan besar. Pada awalnya hanya dirancang serta diproduksi oleh perusahaan GIAT Industrie, Industri manukfaktur alutsista asal Perancis, namun saat ini telah menjadi milik Nexter System.

LG-1 termasuk jenis meriam baru di kancah persenjataan, karena prototype pertama rampung di tahun 1987. Awalnya sosok LG-1 diproduksi untuk menjawab kebutuhan satuan pemukul reaksi cepat militer Perancis yang ingin meriam artileri medan kelas ringan dengan mobilitas yang tinggi.

LG 1 1

Dalam pertempuran, perlu diperhatikan tiga sistem vital, yaitu yang pertama tentunya sistem senjata serta amunisi, lalu juga tak kalah penting sistem pencari serta penemu target, dan yang terakhir adalah sistem transportasi dan logistik.

BACA JUGA :  Pusat Informasi Data Hidrografi Canggih Milik TNI AL Mendapat Pengakuan Global

Dari segi sistem senjata serta amunisi sebuah Howitzer LG-1 MKII, tiap pucuknya dioperasikan oleh delapan prajurit, terdiri atas komandan pucuk, bagian pembidik, pembantu pembidik, bagian penembak, bagian pengatur tabung, pengatur isian, pendorong granat, serta pengemudi. Karena LG-1 MKII merupakan meriam yang digandeng oleh truk berukuran sedang (towed howitzer), Marinir menempatkan truk berjenis Mercedes Unimog untuk menarik senjata ini.

LG 1 2

Sedangkan dari segi sistem pencari dan penemu target, memiliki beberapa sub sistem, yaitu peninjau depan, pengukuran medan, serta pengendali tembakkan. Detailnya tugas peninjau depan adalah untuk menentukan data koordinat target dari satuan manuver infanteri dan kavaleri. Pada pengukur medan bertugas mencari serta menemukan posisi target dan menganalisa posisi kawan. Lalu pengendali tembakkan bertugas memberi perintah untuk melakukan penembakkan pada Howitzer.

Howitzer LG-1 Mk II 105mm didesain menjadi meriam ringan yang mampu dipindahkan dengan cara ditarik ataupun menggunakan bantuan Heli sekelas Bell 412 dan Super Puma. Pada saat dipindahkan, larasnya bisa dilipat kebelakang dan berhimpit dengan dua buah kaki yang dirancang sedemikian rupa, sehingga bisa digunakan sebagai tempat pengait rantai tarik yang terhubung dengan truk jika melewati jalur darat. Pada gelar operasi amfibi, LG-1 MKII diturunkan ke daratan melalui KAPA (Kendaraan Amfibi Pengangkut Artileri) K-61.

BACA JUGA :  Indo Defence 2016 : APC Turangga, Alutsista Baru Indonesia

LG 1 3

LG-1 MK II memiliki laras meriam sepanjang 3,17 meter dengan bobot 100 Kg, dilengkapi dengan arah putar kekanan yang bisa menembakan hingga 12 proyektil setiap menitnya. Meriam ini mampu menggempur target pada jarak sekitar 11,5 kilometer dengan menggunakan proyektil berjenis HE (high explosive) M1.

Apabila menggunakan proyektil berjenis Giat HE BB, meriam ini mampu mencapai sasaran pada jarak 17,5 kilometer. Untuk jarak tembak minimumnya yaitu 1,4 kilometer. Daya ledak yang ditimbulkan proyektil LG-1 MKII ini bisa menghanguskan daerah seluas 200 meter persegi. Waktu yang diperlukan operator untuk menyiapkan senjata ini hanya sekitar 30 detik.

BACA JUGA :  Rusia Keluarkan MiG-35 Untuk Menyaingi AS di Angkasa

LG-1 MK II 105mm memiliki panjang total 6,95 m dan 5,32 m tanpa laras, lebarnya 1,96 m, berbobot 1.520 kg, sudut elevasi mencapai 1.270 MIL dan minimalnya 84 MIL, sudut defleksi kanan mencapai 320 MIL dan kiri 330 MIL. Pada operasi tempur, persediaan amunisi utama yang disiapkan meliputi BB 36 butir, HE 36 butir, Asap 12 butir dan cahaya 12 butir

Selain digunakan pada Satgas Merah Putih, LG-1 MKII diantara tahun 2002 – 2005 juga berperan dalam operasi militer di Nanggroe Aceh Darusssalam (NAD). Untuk menjebol basis pertahanan GAM, pasukan pemukul infanteri Marinir didukung oleh tembakan satuan artileri medan. Kala itu muncul sosok meriam jenis baru yaitu LG-1 MK II 105mm Howitzer kaliber 105mm. Pada operasi pendaratan di pantai Samalanga, paling tiding ada sekitar 6 pucuk meriam LG-1 MK II yang diikutsertakan. Disamping itu, LG-1 MKII juga cukup terkenal di kalangan militer Perancis saat di Afghanistan untuk menggempur posisi Taliban.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua