Monday, November 23, 2020
Home Militer Alutsista Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di Iraq dan tentunya konflik baru-baru ini yaitu konflik Nagorno-Karabakh.Utamanya ya bagaimana sebuah drone itu menaklukkan pertahanan udara

Dalam artikel singkat ini akan dibahas beberapa faktor, ya nggak banyak-banyak amat. Cukup yang umum saja.

Terbang sangat rendah.

Cakrawala Radar
Batas cakrawala radar yang dapat dimanfaatkan drone

Bahwa bumi kita yang bulat, memiliki sifat yang dapat dimanfaatkan oleh sebuah drone atau pesawat pada umumnya dalam menjalankan misinya yaitu cakrawala atau radar horizon. Sifat ini menjadi salah satu momok utama daripada radar atau sensor yang berbasis darat.  Drone atau benda terbang lain yang terbang sangat rendah akan lebih sulit di deteksi daripada yang terbang tinggi.

Bahwa faktor cakrawala sendiri juga bukan hanya satu-satunya alasan untuk terbang rendah, faktor lain yang “membantu” misi drone melawan pertahanan udara dengan terbang rendah adalah clutter.

Clutter di radar pertahanan udara atau sensor lain.

Clutter sendiri itu merupakan objek yang tidak diinginkan namun tetap muncul di layar radar karena ia berada di lokasi yang sama dengan yang sedang “disapu” oleh radar. contoh daripada clutter ini utamanya untuk radar militer adalah tanah, pegunungan, kota dan burung.

Kenapa clutter ini bisa ikut muncul ? Apakah tidak bisa pancaran radar itu difokuskan sehingga bagian yang ada clutternya ini tidak tersorot ? jawabannya adalah sangat sulit.

dalam dunia antena kita mengenal pola pancar/radiasi atau kalau mencari di mbah gugel adalah “antenna radiation pattern” Kita dapat melihat bahwa antena ini ya sebenarnya memancarkan gelombang elektromagnetik ke segala arah juga.

BACA JUGA :  Spanyol Beli Sistem Drone MQ-9 Reaper Dari General Atomics

sidelobe and mainlobe
Pancaran antenna, ada sidelobe dan mainlobe

Pancaran radar yang “terkuat” dan mengarah ke arah yang diinginkan disebut dengan mainlobe, sementara pancaran yang mengarah ke selain daripada arah yang kita inginkan disebut “Sidelobe”.

Baik sidelobe maupun mainlobe ini adalah dapat menjadi sumber clutter (sidelobe clutter atau mainlobe clutter) Baik pada radar pertahanan udara namun juga radar secara umum. Dengan terbang rendah maka drone akan dapat “memaksa” radar untuk terpapar mainlobe atau sidelobe clutter karena mau tidak mau pasti pancaran radar akan “mengenai” tanah. Daya jangkau jelas berkurang karena radar pertahanan udara harus memfilter semua pantulan balik yang ia terima.

Multipath Propagation/ perambatan gelombang dari berbagai jalur

Bahwa selain clutter, ada fenomena lain yang dapat menganggu sensor utamanya radar pertahanan udara dengan jenis penjejak sasaran (Tracking radar) Yaitu Multipath propagation.

Multipath propagation adalah suatu fenomena yang disebabkan oleh “perjalanan” gelombang radar yang dipantulkan atau dihamburkan objek yang terpapar.  Pada fenomena ini gelombang yang dipantulkan akan saling “bertabrakan” satu-sama lain, dengan intensitas bergantung daripada konstanta dielektrik tanah atau air yang dilewati.

1920px-Multipath_propagation_diagram_en.svg
Illustrasi efek Multipath propagation pada radar (wikipedia)

Efek daripada interaksi antar gelombang yang bertabrakan ini dapat memperkuat (Interferensi konstruktif) atau memperlemah (interferensi destruktif). Yang memperlemah dapat membuat sasaran seakan “hilang” dari layar radar, sementara yang memperkuat dapat membuat sasaran seakan-akan terlihat di atas atau dibawah.

BACA JUGA :  US Navy Resmikan Operasional UAV MQ4C Triton

Fenomena diatas adalah sudah dikenal lama di dunia pertahanan udara semenjak radar muncul dan menjadi “momok” bagi radar pertahanan udara yang harus menjejak sasaran yang terbang sangat rendah.

Pembaca yang jeli tentu sekarang dapat melihat alasan mengapa rudal jelajah itu selalu terbang NoE (Nap on Earth).

RCS (Radar Cross Section) relatif kecil

Topik ini sangat kontroversial dalam Pertahanan udara, namun ya pada umumnya, drone atau UAV militer itu cenderung memiliki RCS yang relatif kecil.

Pengenalan singkat RCS

RCS sendiri atau Radar Cross Section adalah ukuran daripada energi yang dihamburkan suatu benda bilamana ia terpapar gelombang radar. Hamburan ini adalah ke segala arah seperti pada illustrasi berikut.

Elimea Varda-RCS3D
RCS plot untuk sebuah rudal jelajah pada frekuensi 10 GHz (X-band) Drone juga dapat memiliki pola seperti diatas

Besaran RCS sendiri umumnya diukur dari sisi yang terpapar gelombang radar, satuan yang digunakan adalah satuan luas seperti meter persegi atau desibel/m persegi. Faktor-faktor yang mempengaruhi besarnya RCS, tidak melulu drone saja melainkan semua objek adalah sbb :

  • Ukuran relatif benda terhadap frekuensi radar
  • Polarisasi gelombang radar
  • Aspek atau sudut pandang (depan, samping dsb)
  • Material pembuat benda tersebut
  • Kehalusan atau “surface roughness” benda
  • Bentuk benda secara umum

Semakin besar RCS suatu objek. Umumnya daya jangkau radar terhadapnya akan semakin besar.

Drone kontra Hanud

Drone atau UAV untuk tujuan operasi terhadap pertahanan udara dirancang umumnya memperhatikan paling tidak 2-3 aspek diatas untuk memperoleh RCS yang kecil. Misalnya drone Harpy atau Harop lalu Skystriker.

BACA JUGA :  Pesawat Tempur TNI AU, Embraer EMB-314 Super Tucano Jatuh di Malang

Product Gallery 825X515 Harop 03
IAI Harop diluncurkan dari sebuah truk

Dapat dilihat ia bukan hanya relatif kecil, namun bentuk dan material pembuatnya secara umum bersifat dielektrik atau bisa “ditembus” gelombang radar. Dengan demikian radar pertahanan udara tidak akan “mendapatkan” pantulan balik secara penuh.

Skystriker-1-1
Drone Skystriker yang dijatuhkan pertahanan udara Armenia -Sumber : https://www.facebook.com/arcrun/posts/3187004624668457

Untuk nilai pasti daripada RCS tentu akan sangat bervariasi mengingat faktor-faktor diatas, apalagi frekuensi. Adalah salah untuk membandingkan RCS drone yang “terlihat” dari Radar pertahanan udara yang frekuensinya S-band (3 GHz) dengan yang terlihat di X-band (10 Ghz).  Drone sendiri paling tidak akan dapat memiliki RCS setara rudal jelajah, dengan nilai 0.3 meter persegi pada frekuensi X-band (10 GHz).

Saturasi Hanud

drone launcher
Peluncur Drone Cina untuk kontra Hanud

Teknik terakhir yang “ampuh” yaitu saturasi.  Semua bentuk pertahanan udara pasti memiliki keterbatasan dalam berapa sasaran yang dapat ia serang.  Drone atau UAV yang murah yang diluncurkan dalam jumlah besar, membidik kelemahan ini.

Pada illustrasi diatas terlihat alutsista militer baru dari negeri tirai bambu yaitu peluncur swarm drone. satu truk tersebut dapat membawa 48 Drone, kok banyak-banyak buat apa ? Ya tentu biar tembus pertahanan udara lawannya.  Tren yang sama dapat dilihat di belanja militer Azerbaijan versi SIPRI yang ditelusuri penulis.

Pihak Azerbaijan memanfaatkan drone dari pesawat AN-2 untuk “memancing” SA-8 menyerangnya. Kemudian setelah posisi penembakan diketahui, drone seperti Harop, Harpy dan Orbiter yang “mengorbit” disekitar Pesawat AN-2 akan turun dan menghajar situs pertahanan udara yang sedang sibuk memandu rudalnya ke AN-2.

 

 

 

 

Dhimas Afihandarin
Dhimas Afihandarinhttp://stealthflanker.deviantart.com
Pecinta militer, terutama yang berkaitan dengan topik Pertempuran elektronika dan desain alutsista.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua