Thursday, August 11, 2022
HomeBlog MiliterSejarahSejarah Perang Pattimura di Maluku Melawan Belanda

Sejarah Perang Pattimura di Maluku Melawan Belanda

Pattimura pun kemudian memerintahkan semua raja atau kepala negeri Pulau Saparua dan Pulau Nusalaut di Haria untuk berkumpul. Pertemuan yang dihadiri 21 kepala desa tersebut merumuskan alasan mereka mesti melakukan perlawanan terhadap Belanda dalam suatu naskah yang terdiri dari 14 pasal.

Adapun isi naskah tersebut antara lain:

  • Munculnya desas desus para guru akan diberhentikan dengan alasan penghematan.
  • Niat Belanda untuk mengumpulkan para pemuda untuk dijadikan tentara dan ditugaskan ke luar Maluku.
  • Cara penggunaan uang kertas oleh Belanda yang dianggap curang dan tidak jujur.
  • Upah selama kerja rodi yang tidak pernah dibayar Belanda.
  • Tindakan sewenang-wenang yang dilakukan residen Belanda.
  • Kerja rodi yang memaksa membuat garam.
  • Dilakukannya cacah jiwa yang diduga berkaitan dengan niat mengirimkan para pemuda sebagai militer ke luar Maluku.
  • Rakyat yang sudah mendapat surat bebas kerja rodi masih tetap diwajibkan melakukan kerja rodi.
  • Sikap masa bodoh dan tidak acuh Residen atas berbagai keluhan yang diajukan rakyat.
  • Upah yang dianggap kurang saat mengantarkan berbagai surat resmi ke Seram.
  • Upah yang dianggap kurang saat mengantarkan berbagai surat resmi ke Ambon.
  • Kewajiban membuat garam dan ikan tanpa mendapat bayaran upah.
  • Kewajiban memelihara kebun pala dan kopi selain kebun cengkeh.
BACA JUGA :  Biografi Ki Hajar Dewantara, Bapak Pendidikan Nasional Indonesia

Sasaran perang Pattimura selanjutnya adalah merebut Benteng Zeelandia yang berada di Pulau Haruku dengan bantuan rakyat Haruku. Belanda yang mengetahui rencana Pattimura tersebut menjaga ketat benteng dengan berbagai upaya, seperti terus mengirim bala bantuan tentara serta menugaskan dua kapal perang yaitu De Zwaluw dan Iris dengan Groot sebagai komandan agar terus berpatroli di sekitar Haruku. Hal tersebut membuat Pattimura tidak pernah berhasil merebut benteng itu.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Peran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non Blok

Peran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non...

0
Peran Indonesia Dalam Organisasi Internasional: Mulai Dari PBB Hingga Gerakan Non Blok - HobbyMiliter.com - Sebagai sebuah negara berdaulat, Indonesia memiliki peran aktif dalam...

Recent Comments