32-rusia-kembangkan-robot-tempur-berukuran-tas-ransel

Hobbymiliter.com – Pabrikan senjata Rusia, KB Integrated Systems (KBIS) telah mengembangkan sebuah unit robot tempur yang memiliki ukuran muat ke dalam tas ransel.

RS1A3 Mini Rex adalah robot taktis berukuran kecil yang dirancang oleh Lobaev Robotics. Robot ini dapat digunakan untuk melakukan operasi SAR, misi anti terorisme, dan menyokong persenjataan dalam melakukan penyerangan dan misi kepolisian.

Sebagaimana dicantumkan dalam situs web sang pabrikan, robot ini dapat memanjat tangga dengan kokoh, dan memiliki bobot dan ukuran yang ringan sehingga dapat dibawa di dalam ransel. Robot ini juga diperlengkapi dengan lengan robotik yang dapat mengangkut beban. Unit RS1A3 Mini Rex juga dapat memanjat keca jendela rumah atau mobil. Perangkat ini dapat menembakkan beberapajenis amunisi dan dapat dioperasikan pada kondisi cuaca apapun.

Baca juga :   Kunjungan Angkatan Laut China ke Pearl Harbour
32-rusia-kembangkan-robot-tempur-berukuran-tas-ransel
  • Facebook
  • Google+
  • Twitter
  • Tumblr
  • Pinterest
Demonstrasi RS1A3 Mini Rex. Sumber: youtube/tsarcannon

Bobot robot ini sendiri terhitung di angka 23 kilogram, dan dilengkapi dengan fitur pemindai laser. Setelah melakukan pengisian dayanya, RS1A3 Mini Rex dapat dioperasikan selama 4 hingga 15 jam untuk melakukan pengawasan.

Modul dalam persenjataan tempurnya memiliki kaliber selebar 7,62 x 39 mm, dengan panjang laras 200 milimeter dalam versi penyerangan, dan 400 militer dalam versi universal.

Robot ini dapat menembakkan amunisi mematikan maupun non-mematikan, dalam mode otomatis maupun semi otomatis.

Media Barat menyebut robot ini sebagai benda kontroversial, dengan mengutip pernyataan dari ribuan ahli. Media Jerman, Spiegel merujuk surat terbuka yang dialamatkan oleh banyak ahli robotika. Mereka mengecam sistem persenjataan otomatis yang memiliki kehendak sendiri untuk menentukan kapan akan menembak.

Baca juga :   Indo Defence 2016 : APC Turangga, Alutsista Baru Indonesia

“Saat ini, robot yang dikembangkan oleh pabrikan Rusia masih dikendalikan secara remote, namun kadang-kadang kita tidak tahu kapan kendali senjata seperti ini akan dijadikan otomatis,” tulis terbitan media tersebut.

Namun, tidak semua ahli sependapat dengan gagasan diatas. Sebagian mengakui bahwa robot yang memiliki kehendak sendiri dapat bertindak secara lebih “etis” ketimbang manusia yang terkadang bertindak berdasarkan emosi.

Jangan lupa isi form komentar di bawah
ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here