Mitsubishi A6M Zero pada saat serangan Jepang ke Pearl Harbour
Mitsubishi A6M Zero pada saat serangan Jepang ke Pearl Harbour

HobbyMiliter.com – Peningkatan Kekuatan Udara Sebelum Serangan Jepang ke Pearl Harbour. Benua Asia dianggap terbelakang dalam urusan teknologi mesin perang. Akibatnya predikat “anak bawang” seialu melekat pada bangsa-bangsa dikawasan ini. Julukan ini terus bertahan walau Armada AL Jepang berhasil melibas Armada Rusia di Selat Tsushima pada tahun 1908.

Sejak saat itu diam-diam Jepang muiai mengembangkan diri menjadi salah satu raksasa miiiter dunia. Sekaligus berangan-angan jadi pemimpin di seantero belahan Timur Dunia. Hebatnya lagi tak ada satupun negara sekutu yang menyadari perkembangan ini sampai Serangan Jepang ke Pearl Harbour.

Baca juga :   Messerschmitt Me-262, Senjata Pamungkas Jerman di WW2

Janganlah menganggap segala sesuatu sebagai hal yang remeh. Pakem ini rupanya tak pernah dipedulikan oleh negara-negara Eropa dan Amerika yang telah bercokol berabad-abad di Benua Asia. Sebagai contoh peristiwa Selat Tsushima misalnya, tak membuat Amerika dan Eropa (sekutu) sadar akan potensi Jepang menjadi suatu ancaman. Bahkan saat konflik Sino-Jepang meletus sekutu tetap saja melihat enteng negeri ini.

Padahal Jenderal Claire Chennault, komandan satuan udara sukarela Flying Tigers, telah menginformasikan Washington tentang kecanggihan pesawat-pesawat tempur Jepang yang terlibat. Laporan tadi rupanya dianggap tak lebih dari arsip tak berguna oleh para petinggi militer Amerika.

lanjut halaman berikut
1
2
3
4
5
Jangan lupa isi form komentar di bawah
ARTIKEL MENARIK LAINNYA UNTUK ANDA

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here