Saturday, October 23, 2021
HomePeningkatan Kekuatan Udara Sebelum Serangan Jepang ke Pearl Harbour

Peningkatan Kekuatan Udara Sebelum Serangan Jepang ke Pearl Harbour

Kekuatan Udara Menjadi Tulang Punggung saat Serangan Jepang Ke Pearl Harbour

Hasil dari serangan Jepang ke Pearl Harbour
Hasil dari serangan Jepang ke Pearl Harbour

Latar belakang geografis bisa juga menumbuhkan ide strategi militer yang akan diterapkan. Berbeda dengan Amerika yang punya daerah berpijak bagi kepentingannya. Suatu hal yang tak dimiliki oleh Jepang. Oleh karenanya membangun kekuatan kapal induk [aircraft carrier) dianggap sebagai solusi paling tepat. Taktik pertempuran antar kapal induk pun kemudian coba untuk dikembangkan. Alasannya, dengan taktik ini untuk melibas armada musuh tak perlu lagi meriam-meriam berkaliber besar. Cukup luncurkan saja pembom-pembom tukik dan terpedo. Pilihan sasaran didaratanpun bisa jadi Iebih fleksibel, tak terpaku hanya di dekat pantai saja.

BACA JUGA :  Contoh Kasus Pengingkaran Kewajiban Warga Negara Beserta Penyebab Dan Solusi

Kunjungan misi penerbang Inggris pimpinan Sempill di tahun 1921 makin mempercepat pewujudan strategi militer Jepang. Berkat turun tangannya Inggris, diakhir tahun 1922 meluncurlah Hosho, kapal pertama didunia yang memang benar-benar dirancang sebagai kapal induk. Usaha tak berhenti sampai di situ saja. Terbukti pada tahun 1925 pihak AL kemudian bisa membangun dua kapal induk lagi, yaitu Akagi dan Kaga. Dari segi daya angkut kedua kapal ini masuk dalam kelas berat.

Gambarannya sebagai berikut: Akagi punya kapasitas angkut 19 pembom tukik, 35 pembom terpedo dan hanya 12 pesawat pemburu. Kapal induk ini dikemudian hari dipakai sebagai kapal bendera (flagship) Laksamana Nagumo ketika menyerang Pearl Harbour. Sedang Kaga punya kemampuan menampung 24 pembom tukik, 36 pembom terpedo, dan 12 pesawat pemburu.

BACA JUGA :  Pemberontak Houthi Klaim Serang Fasilitas Perusahaan Minyak Arab Saudi

Masih belum cukup, di tahun 1936 Jepang kembali membangun kapal induk yang Iebih besar, Shokaku. Kapal ini punya kapasitas angkut 27 pembom tukik dan terpedo serta 18 pesawat pemburu. Selain itu kapal induk ringan juga turut dibangun. Di tahun 1931-32 kapal induk Soryu dan Hiryu juga mulai dibangun. Keduanya punya kapasitas angkut 18 pembom tukik dan torpedo plus sembilan pemburu. Jepang kemudian menjadikan kapal induk sebagai mesin serang utama. Saat menjelang serangan Jepang ke Pearl Harbour negeri samurai ini punya 10 buah kapal induk siap gerak dari berbagai kelas.

BACA JUGA :  Tiongkok Peringatkan Jepang: Anda Tidak Punya Hak Atas Laut Cina Selatan

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua