Profil Pasukan Denjaka TNI AL, Pasukan Elit Indonesia yang Misterius

Satya Wira Dharma

3
123105

Sejarah Pasukan Denjaka TNI AL

Pasukan Denjaka
Pasukan Denjaka

Eksistensi Pasukan Denjaka TNI AL atau Detasemen Jala Mangkara sebagai satuan penanggulangan teror (counter terrorist) aspek laut TNI AL dimulai sejak diterbitkannya Surat Keputusan KSAL No. Skep/2848/XI/1982 tertanggal 4 November 1982. Isinya berupa penetapan terbentuknya Pasukan Khusus Angkatan Laut (Pasusla) yang bertugas menanggulangi berbagai bentuk ancaman keamanan yang terjadi pada aneka wahana transportasi laut sipil, kapal perang TNI AL, maupun berbagai instalasi industri strategis baik yang berada di tepi pantai atau di tengah laut. Ancaman itu dapat berupa aksi klandestin, sabotase, penyanderaan, maupun pembajakan konvensional.

Pada awal pembentukannya, Pasusla beranggotakan 70 orang pilihan yang berasal dari Batalyon Intai Amfibi Marinir (Yontaifib marinir) dan Satuan Pasukan Katak (Satpaska) TNI AL. Pucuk komando pembinaannya (hingga setiap saat siap beroperasi) sepenuhnya menjadi tanggung jawab dari Panglima Armada RI Kawasan Barat (Pangarmabar) dibantu Komandan Korps Marinir (Dankormar). Sementara wewenang penugasan (pengendali operasi) satuan ini ada di tangan Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL). Basis Pasusla awalnya berada di Markas Komando Armabar.

Dalam perkembangan selanjutnya, atas usulan KSAL (13/11/84) maka Panglima ABRI (Pangab) lewat suratnya bernomor R/ 39/08/9/2/SPN menyetujui pengubahan Pasusla menjadi satuan teror yang pembinaannya khusus di bawah Dankormar. Bahkan Pangab menegaskannya lewat surat instruksi resmi kepada Dankormar bertajuk Ins/01/P/IV/1984. Secara resmi nama Detasemen Jala Mangkara atau Denjaka TNI AL mulai dipakai sejak dikeluarkannya Surat Keputusan KSAL No. Kep/42/VII/1997 tertanggal 31 Juli 1997. Namun hingga kini justru tanggal 4 November yang ditetapkan sebagai hari jadi satuan elit yang punya semboyan Satya Wira Dharma ini.

Setelah resmi menjadi satuan lawan teror aspek laut TNI AL, maka kedudukan pasukan elit yang berbasis di salah satu pojok rahasia kawasan Bhumi Marinir Cilandak ini langsung berada di bawah kendali Pangab (kini Panglima TNI). Sementara wewenang pembinaan pasukan Denjaka diserahkan kepada Kepala Badan Intelijen Strategis (KaBais) TNI.

Secara garis besar susunan organisasi pasukan Denjaka TNI AL terdiri dari satu detasemen markas, satu tim markas, satu tim teknik, dan tiga tim tempur yang menyandang nama sandi Tim Alfa (A), Tim Bravo (B), dan Tim Charlie (C) Denjaka sebagai unsur pelaksana di lapangan.

3 COMMENTS

  1. jaya lah dilautan ….semoga dapat menjaga tanah air kita…sebagai anak yang mempunyai ayah dulu sebagai imam tentara KKO berpangkat kapten , “A.M. FATWA”. 1, telah teruji dan terbina mental serta ketangguhan phisik yg telah mengalami siksaan berat aparat LAKSUS umumnya tentara angkatan darat hingga geger otak ringan dijaman ORBA .2. penyerangan clurit di wajah yang hampir menewaskan dirinya hingga dirawat dirumah sakit angkatan laut minto harjo, benhil, jakarta pusat. 3. pemberian penularan penyakit hepatitis c kronis di lembaga pemasyarakatan cipinang hingga akhirnya merengut nyawa dibelakang hari.
    namun negara memberikan penghargaan berupa bintang anumerta kepadanya hingga dimakamkan dimakam pahlawan utama kalibata, jakarta selatan.
    selang setelah mengundurkan diri dari dinas keprajuritan, beliau sempat memimpin partai amanat nasional hingga dipercayakan sebagai wakil ketua dpr ri, wakil ketua mpr ri, ketua dewan kehormatan dpd ri hingga ajal menjemput karena saki8t hepatitis kronis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here