Friday, January 22, 2021
Home Blog Militer Mortir Mekatronik 81mm Buatan Litbang TNI AD

Mortir Mekatronik 81mm Buatan Litbang TNI AD

HobbyMiliter.com – Mortir Mekatronik 81mm Buatan Litbang TNI AD. Litbang TNI AD sepertinya tengah focus pada pengembangan sistem mortir reaksi cepat (super rapid mortar) berbasis teknologi mekatronik. Purwarupa pertama sudah dipublikasikan pada event Indo Defence 2016 yang lalu, saat ini Dislitbang TNI AD  memperkenalkan kembali prototype yang telah disempurnakan dari mortir berkaliber 81 mm teknologi mekatronik. Walaupun masih purwarupa, desain mortir mekatronik yang terbaru sudah termasuk lengkap, seperti adanya plate (dudukan) sehingga mampu diinstal pada kendaraan tempur.
mortir mekatronika 2

Mortir mekatronik menawarkan teknologi semi automation transfer system serta automatic fire control system, sehingga kecepatan tembak mortir mampu meningkat pesat, mortir ini bisa melontarkan hingga 10x tembakan per menit. Perbandingannya dengan tembakan mortir konvensional yang mengandalkan regu tembak, maksimal hanya 6x per menit.

BACA JUGA :  Rusia Hantam Target Darat Dengan Rudal Anti Kapal Onyx Di Suriah

Hampir mirip dengan prototipe pertama mortir mekatronik, prototipe yang kedua ini mengusung sistem kontrol via aplikasi smartphone yang berbasis Android. Dari sisi daya, mortir mekatronik digerakkan oleh motor DC yang juga dapat diambil dari sistem listrik kendaraan yang mengangkutnya.

mortir mekatronika 3

Kontrol sudut elevasinya dan sudut traversinya dikendalikan oleh kontrol elektrik yang menggunakan semacam “laptop” atau komputer mini. Perangkat lunak pengontrolnya sudah menggunakan sistem komputer balistik untuk mengukur jarak serta koordinat target, yang diintegrasikan dengan jenis proyektil sehingga mampu mengkalkulasi penembakan secara akurat. Untuk modul pelontaran mortir digunakan modul WiFi, yang sistem kontrolnya menggunakan remote wireless melalui smartphone.

BACA JUGA :  Lima Unit Pesawat Tempur F-16 Tiba dari Amerika Serikat

Rencananya di tahun 2018 diharapkan sudah mendapat sertifikasi Dislitbang. Mungkin yang menjadi perhatian adalah pada fitur anti jamming pada system WiFi, karena yang digunakan adalah frekuensi WiFi konvensional. Dilihat sisi platformnya menggunakan mortir 81 mm, yang memiliki berat mencapai 49 kg serta panjangnya 1560 mm, mampu mencapai jarak tembak maksimal 6.500 meter dan minimalnya 100 meter. Untuk meningkatkan mobilitas, rencananya mortir 81 mm juga akan diadaptasi pada ranpur Anoa varian Mortar Carrier.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Rudal Tomahawk Generasi Kelima, Apa Istimewanya?

HobbyMiliter.com - Pada tanggal 30 November 2020, Angkatan Laut Amerika Serikat (US Navy,red) dikabarkan telah berhasil melaksanakan ujicoba peluncuran rudal jelajah Tomahawk varian terbaru...

Purwarupa MPF Medium Tank AS Masuki Tahap Ujicoba Pasukan

HobbyMiliter.com – Purwarupa kendaraan tempur medium tank MPF atau Mobile Protected Firepower dari dua pabrikan kendaraan tempur yang sedang bersaing untuk memenangkan kontrak pengadaan...

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua