Sementara sasaran terus bergerak hingga melewati Sungai Yangcy dan berjarak 500Km dari Beijing. Sistem rudal anti pesawat mulai disiapkan dan operator mulai berpikir bahwa inilah saatnya pembuktian dari latihan intensif yang sudah dijalani selama ini. Tetapi mendadak sasaran berbelok mengarah ke Shanghai dan terbang menjauh dari Beijing tanpa pernah masuk ke dalam jarak tembak system SAM baru PLAAF.

Pemerintah dan PLAAf tentu kecewa belum bisa membuktikan kehandalan system SAM baru tersebut. Tapi di atas segalanya, mereka khawatir, jangan jangan entah bagaimana, adanya SAM dan posisi penempatan mereka sudah bocor ke tangan musuh. Namun setelah berbagai pertimbangan, mereka memutuskan tidak membuat perubahan dan menunggu kesempatan lain untuk menembak jatuh pesawat penerbangan gelap musuh. Suatu keputusan yang baik dan benar.

BACA JUGA :  Foto Reruntuhan AMX-13 di Same, Timor Timur 1990

Kena Telak!!

Batalyon SA-2 Guideline/S-75 Dvina PLAAF
Batalyon rudal anti pesawat SA-2 Guideline/S-75 Dvina PLAAF

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here