Dua hari kemudian, di 7 Oktober 1959, peristiwa yang nyaris serupa terjadi. Petugas radar PLAAF mendeteksi penyusup yang terbang tinggi. Karena jelas dan pentingnya penanganan penindakan penerbangan gelap ini, maka segala sesuatunya dikoordinasikan oleh Kasaf PLA dan keberadaan Kolonel Slusar pun penting mengingat perannya sebagai adviser.

Meskipun berdasarkan pengalaman selama ini bahwa pesawat pesawat tempur PLAAF tidak sanggup mencegat penyusup yang terbang di ketinggan diatas 20 ribu meter, mereka tetap diperintahkan untuk scramble dan membayangi sasaran. Harapannya, si sasaran (semoga saja) mengalami masalah dan terpaksa kehilangan ketinggian sehingga bisa dicegat oleh pesawat tempur yang stand by mengejar.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here