Thursday, June 13, 2024
HomeAlutsistaPesawat TempurMengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat

Mengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat

Karena kompleksitas itulah, RIO haruslah pribadi terpilih yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Dia dituntut mampu bersikap tenang, memberikan masukan kepada penerbang dalam situasi sulit seperti pendaratan darurat di kapal induk pada malam hari. Tak heran RIO sering hadir sebagai penerbang darurat dalam situasi gawat.

Layar radar AN/AWG-9, mainan utama RIO di F-14 Tomcat
Layar radar AN/AWG-9, mainan utama RIO di F-14 Tomcat

Lebih lengkap lagi, tugas RIO sebenarnya sudah dimulai saat jelang terbang (preflight briefing). Kalau porsi penerbang menganalisa aspek safety, pertempuran udara, dan kemungkinan duel di udara, bagi RIO lain lagi. Bagaimana penggunaan radar, melacak target, dan penembakan di luar pandangan (BVR, menggunakan rudal Phoenix dan Sparrow), itulah porsinya. Utamanya soal tembak-menembak, Tomcat memang dilengkapi perangkat peluncur persenjataan dari bangku belakang.

BACA JUGA :  Indonesia Terima UAV VTOL Skeldar V200

Usai briefing, RIO tak ubahnya penerbang. Bersama penerbang memeriksa semua kesiapan sambil mengelilingi pesawat, lalu naik ke kokpit. Selanjutnya RIO membantu penerbang memeriksa daftar wajib (checklist) jelang lepas landas. Sejak itu, hampir semua alat komunikasi ada dalam genggaman RIO.

Bagaimana pula kedua awak ini saling berbagi tugas dalam sebuah pertempuran yang sangat rapat? Penerbang konsentrasi kepada bagaimana mengintersep musuh, sedang RIO ditugaskan menangani sistem pertahanan, mengaktifkan perangkat pertahanan dan countermeasures, serta mengawasi ancaman lainnya baik secara elektronis maupun visual.

BACA JUGA :  ROKS Marado, Kapal Terbesar Milik AL Korsel Ikut RIMPAC 2022

Pendidikan RIO US NAVY

Mencetak seorang RIO andal tidaklah semudah membalik telapak tangan. Fleet Readiness Squadron (FRS) VF-101 Grim Reapers, satu-satunya unit AL AS yang diserahi tugas mendidik RIO, perlu waktu 38 minggu pelatihan untuk mencetak RIO baru saat itu. Dalam waktu itu, seorang RIO akan mengantongi hampir 500 jam terbang.

Di pangkalan NAS Oceana, Virginia ini, dalam satu tahun FRS mampu meluluskan lima angkatan. Dapat dibayangkan, betapa besamya FRS dan tingginya kebutuhan RIO di AL AS di saat F-14 Tomcat masih menjadi tulang punggung US NAVY. Sebagai perbandingan saja, Sekbang TNI hanya mampu meluluskan satu angkatan penerbang tiap tahun.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Isi Teks Dekrit Presiden 5 Juli 1959

Isi Teks Dekrit Presiden 5 Juli 1959

0
DEKRET PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG TENTANG KEMBALI KEPADA UNDANG-UNDANG DASAR 1945 Dengan rachmat Tuhan Jang Maha Esa, KAMI PRESIDEN REPUBLIK INDONESIA/PANGLIMA TERTINGGI ANGKATAN PERANG Dengan ini menjatakan...

Recent Comments