Thursday, September 24, 2020
Home Alutsista Pesawat Tempur Mengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat

Mengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat

Mengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat – HobbyMiliter.com – Pesawat tempur era 60-an hingga 80-an dibekali dengan perangkat radar dan elektronik canggih, sehigga memaksa adanya awak kedua selain pilot yang bertugas mengoperasikan perangkat radar dan segala elektronik canggih tersebut. Hal ini terutama ada di pesawat pesawat tempur milik AL Amerika semacam F-4 Phantom dan F-14 Tomcat yang berkursi ganda. Awak yang duduk di bagian belakang tersebut bukanlah kopilot, mereka disebut sebagai RIO atau Radar Intercept Officer. Contoh RIO yang terkenal adalah Almarhum Nick “Goose” Bradshaw yang gugur dalam latihan.

Orang yang bertugas menjadi RIO bukanlah kelas kedua dibanding dengan si penerbang tempur. Justru tanpa adanya RIO yang cakap, si penerbang tempur tidaklah berguna. Berlebihankah? Tidak juga, karena dalam tradisi Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS| posisi RIO (Radar Intercept Officer) memegang peran amat penting di medan pertempuran. Namun kalau ditelusuri lagi, berharganya nyawa RIO tak lepas utamanya dari konfigurasi penempur F-14 Tomcat yang dioperasikan AL AS.

Seperti diketahui, pesawat tempur F-14 Tomcat menerapkan sistem kursi tandem. Artinya, fungsi dan keputusan penembakan tidak lagi dimainkan sepenuhnya oleh penerbang seperti di F-16 Fighting Falcon atau Su-27 seperti milik kita. Kasarnya, penerbang cukup berurusan dengan bagaimana pesawat bisa take off-landing dan bermanuver secara aman.

Sedikit ke era 1960-1980-an, kala itu AL AS amat bergantung kepada armada F-14 dan A-7 Corsair. Keduanya klop berbagi tugas: F-14 bertangungjawab untuk pertahanan udara sementara sobatnya A-7 urusan pemukul sasaran darat. Nah, lagi-lagi karena sistem operasi dan komunikasi pesawat belum rumit, RIO baru direcoki radar dan rudal. Gampangnya, jika layar radar AWG-9 menangkap target, RIO akan menentukan saat yang tepat meluncurkan rudal Phoenix dan AIM-7 Sparrow.

BACA JUGA :  BAE Systems Siapkan Kendaraan Tempur AMPV Pertama Untuk Tentara Amerika Serikat

Namun seiring modemisasi Tomcat pada 1996, peran RIO jadi makin berat. Ditangani teknisi andal, dipasanglah pod Lockheed Martin Low Altitude Navigation and Targeting Infrared for Night (LANTRIN). Alat pengendus yang lebih efektif dari Hughes AAS-38B Nighthawk yang juga dipakai F/A-18 Hornet ini memberi kekuatan kepada Tomcat yaitu FLIR.

Singkat kata, beginilah tugas RIO hari ini. Bertanggung jawab lebih banyak terhadap komunikasi, radar, sistem persenjataan, termasuk tabung TARPS dan LANTRIN. Selain itu, RIO juga dituntut perhatian ekstra pasang mata lebih tajam.

Karena kompleksitas itulah, RIO haruslah pribadi terpilih yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Dia dituntut mampu bersikap tenang, memberikan masukan kepada penerbang dalam situasi sulit seperti pendaratan darurat di kapal induk pada malam hari. Tak heran RIO sering hadir sebagai penerbang darurat dalam situasi gawat.

Layar radar AN/AWG-9, mainan utama RIO di F-14 Tomcat
Layar radar AN/AWG-9, mainan utama RIO di F-14 Tomcat

Lebih lengkap lagi, tugas RIO sebenarnya sudah dimulai saat jelang terbang (preflight briefing). Kalau porsi penerbang menganalisa aspek safety, pertempuran udara, dan kemungkinan duel di udara, bagi RIO lain lagi. Bagaimana penggunaan radar, melacak target, dan penembakan di luar pandangan (BVR, menggunakan rudal Phoenix dan Sparrow), itulah porsinya. Utamanya soal tembak-menembak, Tomcat memang dilengkapi perangkat peluncur persenjataan dari bangku belakang.

Usai briefing, RIO tak ubahnya penerbang. Bersama penerbang memeriksa semua kesiapan sambil mengelilingi pesawat, lalu naik ke kokpit. Selanjutnya RIO membantu penerbang memeriksa daftar wajib (checklist) jelang lepas landas. Sejak itu, hampir semua alat komunikasi ada dalam genggaman RIO.

BACA JUGA :  Engine F-5 Tiger II Skadron Udara 14

Bagaimana pula kedua awak ini saling berbagi tugas dalam sebuah pertempuran yang sangat rapat? Penerbang konsentrasi kepada bagaimana mengintersep musuh, sedang RIO ditugaskan menangani sistem pertahanan, mengaktifkan perangkat pertahanan dan countermeasures, serta mengawasi ancaman lainnya baik secara elektronis maupun visual.

Pendidikan RIO US NAVY

Mencetak seorang RIO andal tidaklah semudah membalik telapak tangan. Fleet Readiness Squadron (FRS) VF-101 Grim Reapers, satu-satunya unit AL AS yang diserahi tugas mendidik RIO, perlu waktu 38 minggu pelatihan untuk mencetak RIO baru saat itu. Dalam waktu itu, seorang RIO akan mengantongi hampir 500 jam terbang.

Di pangkalan NAS Oceana, Virginia ini, dalam satu tahun FRS mampu meluluskan lima angkatan. Dapat dibayangkan, betapa besamya FRS dan tingginya kebutuhan RIO di AL AS di saat F-14 Tomcat masih menjadi tulang punggung US NAVY. Sebagai perbandingan saja, Sekbang TNI hanya mampu meluluskan satu angkatan penerbang tiap tahun.

Siswa RIO F-14 Tomcat dikenal dengan kode R-RIO (Replacement RIO). Sebelum tiba di Virginia, mereka terlebih dulu disiapkan di VT-86 di Pensacola, Florida. Disini juga mereka mendapat wing NFO (Naval Flight Officer). Intinya, di FRS R-RIO diajarkan bagaimana bertempur di atas F-14 dalam empat fase silabus.

F-14 Tomcat merupakan sistem senjata yang magnificent. RIO duduk di kursi belakang.
F-14 Tomcat merupakan sistem senjata yang magnificent. RIO duduk di kursi belakang.

Keempat silabus memuat materi Familiarization (FAM), Weapon Control system (WCS), Strike, dan Tactics. Silabus FAM berisikan materi memahami prinsip dasar terbang Tomcat. Tahap ini dilalui sekitar 13-14 minggu dengan 245 jam instruksi.

BACA JUGA :  Pemandangan kokpit dari team aerobatik Rusia

Dari namanya sudah tertebak, WCS adalah tahap pemahaman cara kerja radar dan persenjataan. Mulai dari prinsip intersep, menemukan musuh, mendeteksi, menemukan posisi musuh, hingga tahu kapan meluncurkan rudal. Singkat kata, bagaimana rudal bekerja dan kapan rudal itu digunakan. Tak ketinggalan pula bagaimana menangkal jammer. Total 14 minggu dengan 250 jam instruksi.

Sampai akhirnya siswa memasuki fase terakhir, Strike dan Tactics. Fase ini menekankan kepada peran RIO dalam operasi penerbangan F-14 Tomcat. Seperti FAC dan CAS, apa yang harus dilakukan RIO. Apa saja potensi ancaman dari darat, apa saja tipe pesawat musuh, atau tandingan rudal yang dimiliki musuh. Semua tahapan latihan disudahi dengan pertempuran udara. Mulai dari satu lawan satu, satu lawan dua, dua lawan unknown, hingga empat lawan unknown. Instruktur RIO di VF-101 rata rata mengatakan bahwa fase ini adalah yang tersulit bagi siswa.

Untuk siswa, ternyata tidak seluruhnya perwira muda. Istilahnya CAT I untuk perwira muda; CAT II transisi dari S-3 Viking, EA-6B Prowler, dari angkatan udara atau siswa mancanegara; CAT III mantan RIO yang sudah lama tidak terbang; sedang CAT IV adalah kru yang sekadar mempelajari sistem penerbangan pesawat dan semua bentuk instruksi. Mereka biasanya pilot uji, komandan wing udara (CAG), atau perwira penuntun pendaratan (LSO).

Itulah era dimana RIO menjadi bagian dari sistem senjata F-14 Tomcat US Navy.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua