Wednesday, May 18, 2022
HomeAlutsistaPesawat TempurMengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat

Mengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat

Mengenal RIO Pesawat Tempur F-14 Tomcat – HobbyMiliter.com – Pesawat tempur era 60-an hingga 80-an dibekali dengan perangkat radar dan elektronik canggih, sehigga memaksa adanya awak kedua selain pilot yang bertugas mengoperasikan perangkat radar dan segala elektronik canggih tersebut. Hal ini terutama ada di pesawat pesawat tempur milik AL Amerika semacam F-4 Phantom dan F-14 Tomcat yang berkursi ganda. Awak yang duduk di bagian belakang tersebut bukanlah kopilot, mereka disebut sebagai RIO atau Radar Intercept Officer. Contoh RIO yang terkenal adalah Almarhum Nick “Goose” Bradshaw yang gugur dalam latihan.

Orang yang bertugas menjadi RIO bukanlah kelas kedua dibanding dengan si penerbang tempur. Justru tanpa adanya RIO yang cakap, si penerbang tempur tidaklah berguna. Berlebihankah? Tidak juga, karena dalam tradisi Angkatan Laut Amerika Serikat (AL AS| posisi RIO (Radar Intercept Officer) memegang peran amat penting di medan pertempuran. Namun kalau ditelusuri lagi, berharganya nyawa RIO tak lepas utamanya dari konfigurasi penempur F-14 Tomcat yang dioperasikan AL AS.

BACA JUGA :  US Navy Pamerkan Interior Kapal Masa Depan Destroyer USS Zumwalt

Seperti diketahui, pesawat tempur F-14 Tomcat menerapkan sistem kursi tandem. Artinya, fungsi dan keputusan penembakan tidak lagi dimainkan sepenuhnya oleh penerbang seperti di F-16 Fighting Falcon atau Su-27 seperti milik kita. Kasarnya, penerbang cukup berurusan dengan bagaimana pesawat bisa take off-landing dan bermanuver secara aman.

Sedikit ke era 1960-1980-an, kala itu AL AS amat bergantung kepada armada F-14 dan A-7 Corsair. Keduanya klop berbagi tugas: F-14 bertangungjawab untuk pertahanan udara sementara sobatnya A-7 urusan pemukul sasaran darat. Nah, lagi-lagi karena sistem operasi dan komunikasi pesawat belum rumit, RIO baru direcoki radar dan rudal. Gampangnya, jika layar radar AWG-9 menangkap target, RIO akan menentukan saat yang tepat meluncurkan rudal Phoenix dan AIM-7 Sparrow.

BACA JUGA :  Jepang Lipatgandakan Unit F-15s Di Pangkalan Okinawa Dekat Pulau Sengketa

Namun seiring modemisasi Tomcat pada 1996, peran RIO jadi makin berat. Ditangani teknisi andal, dipasanglah pod Lockheed Martin Low Altitude Navigation and Targeting Infrared for Night (LANTRIN). Alat pengendus yang lebih efektif dari Hughes AAS-38B Nighthawk yang juga dipakai F/A-18 Hornet ini memberi kekuatan kepada Tomcat yaitu FLIR.

Singkat kata, beginilah tugas RIO hari ini. Bertanggung jawab lebih banyak terhadap komunikasi, radar, sistem persenjataan, termasuk tabung TARPS dan LANTRIN. Selain itu, RIO juga dituntut perhatian ekstra pasang mata lebih tajam.

Karena kompleksitas itulah, RIO haruslah pribadi terpilih yang memiliki tingkat kepercayaan tinggi. Dia dituntut mampu bersikap tenang, memberikan masukan kepada penerbang dalam situasi sulit seperti pendaratan darurat di kapal induk pada malam hari. Tak heran RIO sering hadir sebagai penerbang darurat dalam situasi gawat.

BACA JUGA :  Lima Unit Pesawat Tempur F-16 Tiba dari Amerika Serikat
Layar radar AN/AWG-9, mainan utama RIO di F-14 Tomcat
Layar radar AN/AWG-9, mainan utama RIO di F-14 Tomcat

Lebih lengkap lagi, tugas RIO sebenarnya sudah dimulai saat jelang terbang (preflight briefing). Kalau porsi penerbang menganalisa aspek safety, pertempuran udara, dan kemungkinan duel di udara, bagi RIO lain lagi. Bagaimana penggunaan radar, melacak target, dan penembakan di luar pandangan (BVR, menggunakan rudal Phoenix dan Sparrow), itulah porsinya. Utamanya soal tembak-menembak, Tomcat memang dilengkapi perangkat peluncur persenjataan dari bangku belakang.

Usai briefing, RIO tak ubahnya penerbang. Bersama penerbang memeriksa semua kesiapan sambil mengelilingi pesawat, lalu naik ke kokpit. Selanjutnya RIO membantu penerbang memeriksa daftar wajib (checklist) jelang lepas landas. Sejak itu, hampir semua alat komunikasi ada dalam genggaman RIO.

Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

64-obama-ancam-putin-soal-kemungkinan-perang-cyber

Obama Ancam Putin: Kami Paling Jago Soal Perang Cyber

0
Hobbymiliter.com - Presiden Amerika Serikat Barack Obama secara terang-terangan memperingatkan Rusia bahwa negaranya punya “kapasitas yang lebih baik daripada siapapun” soal perang cyber. Serangan...

Recent Comments