Thursday, September 17, 2020
Home Alutsista Helikopter Mengenal Helikopter Tempur Rusia Kamov Ka-50 Hokum

Mengenal Helikopter Tempur Rusia Kamov Ka-50 Hokum

Mengenal Helikopter Tempur Rusia Kamov Ka-50 Hokum – HobbyMiliter.com – Mungkin Rusia lah negara pertama yang berani mempercayakan satu orang untuk menerbangkan sebuah helikopter tempur. Itupun bukan heli tempur mungil. Melainkan sebuah heli tempur garang yang notebene dijejali piranti canggih nan rumit. Adalah biro desain heli Kamov yang kemudian dipercaya mewujudkan tantangan tadi.

Hal ini diwujudkan dengan kehadiran Ka-50. Seperti biasa desain yang dilahirkan tak jauh-jauh amat dari pakem yang biasa dipakai oleh Kamov, yaitu sistem rotor bertumpuk (co-axial contra rotating twin rotor).

Helikopter tempur Rusia Kamov Ka-50 terbang pertama kali akhir Juli 1982 dengan kode purwarupa V-80. Intelijen Barat yang mengintipnya kala itu menamai heli ini dengan kode Ka-41 Hokum-A. Baru di akhir era 80-an Kamov mengedarkan nama resmi, Ka-50 Werewolf. Langkah ini sekaligus menandai kemenangan atas kompetitornya, Mil Mi-28 Havoc.

BACA JUGA :  Senapan Mesin ULTIMAX 100 Produksi STK (Singapore Technology Kinetics)

Mil Mi-28 Havoc sendiri akhirnya juga dibeli oleh militer Rusia setelah dioprek sana sini dan menjadi Mi-28N di tahun 2006-an, 16 tahun setelah pembelian batch 1 Ka-50. Beberapa sistem baru dikenalkan pada heli berpanjang badan 13 meter ini. Salah satunya adalah sebuah kursi lontar K-37 yang merupakan komponen utama sebuah sistem penyelamat (emergency system).

Kursi tadi berhubungan dengan piranti pelepas enam rotor utama dan pemecah kaca kokpit atas. Sebuah roket dipakai untuk menarik kursi lontar ke atas begitu rotor dan kaca kokpit pecah. Sebagai catatan, sampai sekarang belum ada sebuah heli pun di dunia yang menerapkan sistem penyelamat semacam ini, kecuali di Rusia.

Mengenal Helikopter Tempur Rusia Kamov Ka-50 Hokum
Mengenal Helikopter Tempur Rusia Kamov Ka-50 Hokum

Untuk melindungi pilot, mesin, dan sistem transmisi dari hujan peluru, kamov mempercayakan perlindungan pilot helikopter tempur Rusia Kamov ka-50 ini pada dua lapis baja tahan peluru. Lapisan seberat 350 kilogram ini mampu menahan hantaman peluru kanon berkaliber 20 milimeter. Demikian juga dengan kaca kokpit dibuat tahan peluru. Sistem peredam panas (heat supression) dipasang pada saluran buang (exhaust), gunanya, meredam infrared signature yang dapat dideteksi oleh rudal pencari panas.

BACA JUGA :  Tangkal Efek Brexit, Jerman dan Prancis Akan Berbagi Pesawat dan Pangkalan Udara

Piranti di atas berguna untuk mengurangi bahaya dari rudal-rudal penjejak panas. Alat bela diri lainnya adalah berupa piranti ECM (Electronic Counter Measure) dan chaff/flare yang ditempatkan pada dua pod di ujung-ujung sayap kecil. Untuk dapur pacu, Ka-50 ditenagai oleh dua mesin turboshaft TV3-117VK.

Berbeda dengan konsep yang diterapkan pada heli serbu asal Barat. Ka-50 mempercayakan penanda target dari pesawat atau heli lainnya, alias tak bisa mandiri.
Alasannya untuk mengurangi risiko serta beban kerja pilot dengan meminimalkan kehadirannya. Sebagai senjata tetap utama dipakai kanon laras tunggal 2A42 berkaliber 30 milimeter dengan 500 peluru. Kanon yang aslinya dipakai oleh kendaraan lapis baja BMP tersebut memang terkenal badak dalam medan berdebu dan panas.

BACA JUGA :  Analis: Amerika Serikat Harus Bergabung Dengan Rusia Berantas ISIS

Sayangnya senjata yang mampu melubangi tank-tank utama ini tak bisa berputar seperti pada AH-64 Apache, Hanya bisa digerakkan ke bawah sebesar 30 derajat dan keatas 5 derajat. Senjata lain yang sanggup digotong adalah rudal anti tank AT-9 Whirlwind sebanyak 16 buah. Tambahan lain adalah 80 roket udara-darat B-8 kaliber 80 milimeter.

Walau awalnya Ka-50 dirancang bagi pertempuran darat namun AB Rusia kemudian malah menepatkannya bagi kepentingan AL. Heli beradius tempur hingga 250 kilometer ini dipercaya untuk memberikan bantuan tembakan udara bagi satuan pendarat amphibi. Selain kursi tunggal, Kamov juga mengeluarkan versi kursi ganda untuk latih yaitu Hokum-B.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua