Friday, September 25, 2020
Home Berita Militer Berita Militer Dunia Peluncuran Bom Pintar GBU-12 LGBs dari Sukhoi Su-30MKM AU Malaysia

Peluncuran Bom Pintar GBU-12 LGBs dari Sukhoi Su-30MKM AU Malaysia

Peluncuran Bom Pintar GBU-12 LGB dari Sukhoi Su-30MKM AU Malaysia – HobbyMiliter.com – Kalau dilihat dari namanya bukanlah jenis senjata baru, karena wujud bom pintar (smart bomb) yang berlabel Guided Bomb Unit (GBU)-12 Paveway II LGBs (Laser Guided Bombs) telah terkenal debutnya semenjak aksinya di Perang Vietnam (1968).

Diproduksi oleh Texas Instrument (saat ini bernama Raytheon), famili dari Paveway LGBs ini merupakan varian bom pintar terlaris dipasaran alutsista, khususnya pada jenis GBU-12 LGBs yang mengambil platform dumb bomb paling terkenal di kancah persenjataan NATO, yaitu varian MK82. Terlalu sering digunakan di banyak aksi pertempuran, membuat nama GBU-12 terlihat “cukup biasa” saja, namun menjadi tak biasa jika melihat apa yang dilakukan oleh AU Malaysia beberapa waktu ini.

GBU-1

AU Malaysia atau disebut juga TUDM (Tentara Udara Diraja Malysia) akhir-akhir ini menjadi bahan pembicaraan para peminat alutsista, karena dikabarkan berhasil meluncurkan bom GBU-12 dari jet tempur asli Rusia, yaitu Su-30MKM. Itu Artinya Malaysia berhasil menggabungkan sistem persenjata berstandar AS/NATO kepada sistem alutsista milik Rusia.

Pada dimensi yang agak berbeda, menggabungkan 2 sistem senjata dari 2 standart pabrikan yang berbeda juga sudah pernah dilakukan TNI AU, contohnya pada masa Operasi Seroja di Timor Timur, pesawat anti gerilya/COIN (Counter Insurgency) OV-10F Bronco serta A-4E Skyhawk dikatakan berhasil menembakkan sisa-sisa bom udara produksi Uni Soviet, RBK-250 (sisa-sisa Operasi Trikora) yang pasokannya cukup banyak.

BACA JUGA :  Indonesia Terima UAV VTOL Skeldar V200

Tapi yang dilakukan oleh AU Malaysia memiliki makna penting, karena yang ditembakkan adalah smart bomb, dan pesawat yang menembakkan adalah Su-30MKM, jenis dari Su-30 paling canggih di kawasan Asia Tenggara.

Malaysia sendiri telah cukup lama mengoperasikan GBU-12, bom ini merupakan salah satu senjata terhebat yang dipasang pada jet tempur F/A-18D Hornet serta Hawk 208. Di kawasan Asia Tenggara, pengguna GBU-12 tak cuma Malaysia, tapi Singapura serta Thailand juga tercatat memilikinya, bahkan AU Thailand sudah menggunakan GBU-12 sejak tahun 1997 untuk ditembakkan dari jet tempur F-5E/F Tiger II.

GBU-2

Mengacu ke berita yang beredar, kabarnya Su-30MKM telah berhasil meluncurkan GBU-12 terbukti dari video hasil rekaman TUDM ketika merayakan HUT ke-59 TUDM. Kejadian itu sendiri dikatakan sudah berlangsung semenjak November 2016 di pusat latihan TUDM di Kota Belud, negara bagian Sabah, Malaysia.

BACA JUGA :  India Usir Wartawan Media Pemerintah Tiongkok, Beijing Geram

Namun tidak ada penjelasan mengenai bagaimana TUDM mengendalikan GBU-12 dari Su-30MKM. Untuk membidikkan GBU-12 ke target dapat dilakukan melalui laser targeting pod yang ada pada jet tempur, atau bisa juga GBU-12 diposisikan oleh tim pengendali tempur yang menggunakan portable laser targeting pod.

Dari segi teknis, inti utama dari GBU-12 adalah dumb bomb MK82 yang memiliki bobot 227 kg, karena karena perannya sebagai smart bomb, pada ujung GBU-12 telah ditambahkan laser guidance kit untuk mendeteksi panduan laser yang mengarah pada sasaran. Laser guidance kit terhubung dengan computer control group pada bagian depan sistem bom serta airfoil group yang terdapat di bagian belakang.

Realitanya jika target sudah terkena sinar laser, maka sirip pemandu (canard fins) yang terletak pada bagian belakang akan merespon dan siap meluncurkan bom menuju ke sasaran. Sayap pada airfoil group akan terbuka dan menjaga keseimbangan aerodinamika bom saat bermanuver. Dengan adanya laser guidance kit dan airfoil group, bobot GBU-12 diperkirakan mencapai 277 kg dengan membawa hulu ledak seberat 87 kg.

BACA JUGA :  Isi Teks 8 Wajib TNI

GBU-3

Dengan adanya sayap yang mengembang di bagian belakang, membuat bom tidak langsung jatuh bebas, GBU-12 bisa dikendalikan menuju target yang berjarak 14,8 km dari titik pelepasan. Sedangkan tingkat akurasi dari GBU-12 mencapai 9 meter (Circular Error Probable).

Bom yang berhasil diluncurkan Sukhoi Su-30MKM Malaysia ini sangat tepat digunakan untuk menghantam target kecil dengan pelindung lapis baja, sekelas tank dan kendaraan tempur lapis baja lainnya. Walaupun bukan dari jenis rudal, harga per unit GBU-12 terbilang cukup mahal, per unitnya diperkirakan mencapai US$22 ribu, atau Rp292 juta.

Disamping bom GBU-12 yang diluncurkan dari Sukhoi Su-30MKM AU Malaysia ini, famili Paveway LGBs juga mengeluarkan varian GBU-16 (450 kg dari platform bom MK83) serta GBU-10 (900 kg dari platform bom MK84). Walaupun kontraktor GBU family adalah Raytheon, tapi pihak Lockheed Martin juga ikut serta dalam produksi bom ini, yaitu berperan sebagai perakit Paveway II laser guidance kits, khususnya dalam menangani pesanan produksi bom pada Perang di Irak dan Afghanistan.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua