Tuesday, November 24, 2020
Home Alutsista Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara 364, Kapal Legendaris TNI AL

KRI Ki Hajar Dewantara 364, Kapal Legendaris TNI AL

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Ki Hajar Dewantara 364 – HobbyMiliter.com – Nama Ki Hajar Dewantara tentu tidak asing bagi masyarakat Indonesia. Tanggal kelahirannya (2 Mei 1889) diperingati sebagai Hari Pendidikan Nasional atau Hardiknas. Beliau juga dinobatkan sebagai Bapak Pendidikan Indonesia. Bagian dari semboyan ciptaan nya, Tut Wuri Handayani, menjadi slogan Kementerian Pendidikan Republik Indonesia.

Nah selain sederet apresiasi dari pemerintah tersebut, nama beliau juga diabadikan menjadi salah satu nama kapal perang milik TNI Angkatan Laut atau TNI AL. Kali ini, HobbyMiliter akan menghadirkan kisah dari salah satu kapal perang legendaris dalam jajaran armada kapal perang TNI AL, inilah kisah singkat KRI Ki Hajar Dewantara 364.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Ki Hajar Dewantara 364
Sumber : indomiliter

Sejarah Singkat KRI Ki Hajar Dewantara 364

KRI Ki Hajar Dewantara 364 merupakan kapal perang jenis korvet latih atau dalam istilah lain disebut sebagai Training Corvette. Dibuat pada tahun 1981 di galangan kapal Uljanic Ship Yard, Split, Yugoslavia, kapal perang ini dibeli oleh TNI AL dalam kondisi baru. Kapal ini merupakan unit kedua dari kapal korvet latih yang dibuat oleh galangan kapal Uljanic Ship Yard tersebut. Unit pertama yakni kapal perang milik Angkatan Laut Iraq, Ibn Khaldoum F507 yang dibuat lebih dahulu pada tahun 1975.

Ilustrasi F507 Ibn Khaldoum
Ilustrasi F507 Ibn Khaldoum.
Sumber : defencetalk

Berdasarkan penelusuran tim HobbyMiliter, diketahui bahwa KRI Ki Hajar Dewantara ternyata memiliki beberapa perbedaan dalam penggelaran dibanding dengan saudaranya yang bertugas di Angkatan Laut Iraq. Salah satu perbedaan yang menonjol yakni bahwa kapal Ibn Khaldoum F507 tidak pernah diperlengkapi dengan peluru kendali Exocet MM38, meskipun sejatinya desain kapal tersebut memungkinkan untuk dipasangi hingga 4 unit peluncur rudal anti kapal buatan Perancis tersebut.

Ini berbeda dengan KRI KHD yang memanfaatkan kemampuan untuk membawa rudal tersebut secara optimal. Perbedaan lainnya yang juga patut untuk dicermati yakni bahwa Ibn Khaldoum F507 pernah berganti nama menjadi Ibn Marjid, yang kemudian juga berbeda nasibnya dengan Ki Hajar Dewantara yang masih aktif hingga saat ini, Ibn Khaldoum F507 dihancurkan oleh serangan udara dari AU Amerika Serikat pada Perang Teluk II yang terjadi di tahun 2003.

BACA JUGA :  Arab Saudi Berhasil Cegah Rudal Dari Yaman Menuju Kota Suci Mekkah

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Ki Hajar Dewantara 364
Sumber : indomiliter

KRI Ki Hajar Dewantara, Satu-Satunya Kapal Perang Latih Kadet TNI AL

Bila kita membahas tentang kapal latih milik TNI Angkatan Laut tentu kita tidak akan jauh – jauh dari nama KRI Dewaruci, KRI Arung Samudera, dan KRI Bimasuci, yang kesemuanya adalah dari jenis kapal layar latih. Nah, disinilah letak keunikan KRI Ki Hajar Dewantara 364.

Bisa dibilang, KRI Ki Hajar Dewantara yang memiliki call sign KDA ini merupakan satu – satunya kapal dari jenis korvet latih yang dimiliki oleh TNI Angkatan Laut. Setelah pembelian kapal korvet latih buatan Yugoslavia ini, hingga saat ini, tidak pernah ada lagi kapal yang dibeli dan dibuat secara khusus sebagai kapal perang latih bagi para kadet TNI AL.

Uniknya lagi, meski menyandang peran sebagai kapal latih, KRI Ki Hajar Dewantara diberikan nomor lambung 364, yang mana nomor pertama 3 menunjukkan bahwa kapal ini dimasukkan dalam jajaran armada Satuan Kapal Eskorta atau biasa disingkat Satkorta TNI Angkatan Laut. Satkorta TNI AL merupakan satuan yang berisikan armada kapal pemukul pertama atau Striking Force milik TNI AL. Besar kemungkinan KRI Ki Hajar Dewantara 364 dimasukkan dalam satuan ini karena persenjataan nya yang lumayan kuat serta sensor optikal-elektronika yang canggih pada masa tersebut sehingga membuatnya mampu untuk melaksanakan misi-misi tempur.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Ki Hajar Dewantara 364
Kapal Lusitania Expresso Yang Berhasil Dicegat

KRI Ki Hajar Dewantara 364 Mengawal Laut Indonesia

Sejak kehadirannya di Indonesia hingga saat ini, KRI Ki Hajar Dewantara 364 telah sukses dalam mengawal laut Indonesia. Berbagai tugas misi tempur dan atau operasi militer telah dilaksanakan dengan baik oleh kapal ini, terlepas dari fungsi asasi nya sebagai korvet latih bagi para kadet TNI AL.

BACA JUGA :  Foto Anggota Detasemen Penyelamatan

Salah satu kiprah paling mengesankan dari kapal perang ini yaitu saat KDA dipilih untuk terlibat dalam Operasi Aru Jaya yang dilaksanakan pada awal bulan Maret tahun 1992. Operasi Aru Jaya merupakan operasi militer yang dilaksanakan oleh TNI AL untuk menghalau kapal feri Lusitania Expresso yang berangkat dari Portugal membawa aktivis pro-kemerdekaan Timor Timur (yang sekarang menjadi Timor Leste) untuk menuju ke wilayah Timor Timur dengan dalih untuk melaksanakan kegiatan tabur bunga di pemakaman Santa Cruz, Dili, Timor Timur.

Dalam operasi tersebut, KRI Ki Hajar Dewantoro 364 menjadi kapal perang pertama yang menemukan lokasi kapal feri Lusitania Expresso dan kemudian melaksanakan upaya pencegatan atas kapal tersebut. Setelah KDA membayangi kapal tersebut selama beberapa jam, barulah kemudian KRI Yos Sudarso 353 bergabung dalam upaya pencegatan kapal feri tersebut.

Operasi Aru Jaya merupakan sukses besar bagi TNI AL secara umum dan KRI Ki Hajar Dewantara 364 secara khusus karena dalam operasi ini, kapal feri Lusitania Expresso berhasil dicegat dan diusir dari perairan RI hanya dengan menggunakan peringatan lisan tanpa harus menembakkan senjata dari kapal – kapal perang TNI AL yang terlibat.

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Ki Hajar Dewantara 364
Sumber : antara

KRI Ki Hajar Dewantara 364 Korvet Latih Legendaris TNI AL

Dalam masa pengabdiannya yang hampir mendekati 40 tahun pengabdian, telah sangat banyak perwira – perwira di tubuh TNI Angkatan Laut yang “dibina” di kapal ini. Kapal korvet latih dengan bobot benaman 1.850 ton ini memiliki dimensi panjang total 96,7 meter, lebar total 11,2 meter, serta tinggi 3,55 meter. Dengan ukuran tersebut kapal ini sanggup membawa 91 orang kru atau awak kapal, 14 orang instruktur, dan 100 orang taruna AL.

BACA JUGA :  Ukraina Kembangkan IFV VARAN-30

Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Ki Hajar Dewantara 364
Sumber : indomiliter.com

Kapal perang ini dipersenjatai dengan persenjataan yakni 1 unit meriam Bofors 57/70 kaliber 57 milimeter, 2 unit kanon penangkis serangan udara Rheinmetall MK20 Rh202 kaliber 20 milimeter, 4 unit rudal anti kapal Exocet MM-38, rudal anti serangan udara Mistral, torpedo AEG SUT dengan diameter 533 milimeter, serta bom laut atau Depth Charges dan mortir anti kapal selam.

Soal kecepatan, KRI Ki Hajar Dewantara 364 sanggup dipacu hingga kecepatan maksimal 26 knot, dengan mengandalkan mesin gas turbin Rolls-Royce Olympus TM 3B. Sedangkan dalam kecepatan jelajah, yakni 20 knot, kapal perang ini sanggup dibawa hingga 6.400 kilometer jauhnya.

Sebagai fasilitas utama yang tak kalah pentingnya yakni adanya dek landasan yang dapat digunakan untuk landasan helikopter utilitas ringan seperti NBO-105 Bolkow yang merupakan helikopter milik Pusat Penerbangan TNI Angkatan Laut atau Puspenerbal.

Penutup

Meski telah berpuluh tahun mengabdi, KRI Ki Hajar Dewantara 364 tetap mengabdi dengan penuh kebanggaan. Bagaimana tidak, kapal ini tetap mampu menjalankan perannya dalam mencetak perwira – perwira tangguh di tubuh TNI Angkatan Laut. Selain menjalankan peran sebagai korvet latih, kapal ini juga turut berlayar dalam misi – misi patroli untuk menjaga kedaulatan di wilayah laut Indonesia.

Dengan masa pengabdian yang begitu lama serta begitu banyaknya personel TNI Angkatan Laut yang telah “dibina” di kapal ini, patutlah kita menyebut kapal korvet latih ini sebagai kapal yang legendaris di jajaran armada kapal perang milik Angkatan Laut Republik Indonesia.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua