Friday, October 16, 2020
Home Blog Militer EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik – HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam oleh Inggris untuk menipu jaringan radar Jerman di penghujung perang Dunia 2, pelacakan emisi gelombang radar SA-2 Suriah di Lembah Be’kaa oleh Israel.

Hal itu menyebabkan posisinya diketahui dan dihancurkan hingga pembajakan seluruh spektrum gelombang radio Angkatan Bersenjata Irak di Perang Teluk oleh EC-130 H CompasCall (C-130H yang diimodifikasi) dan kemudian diisi oleh musik heavy metal sehingga Angkatan Bersenjata Irak kehilangan kemampuan komunikasi dan koordinasi. Lha bagaimana mau berkomunikasi, setiap kali menyalakan radio, di gelombang apapun, isinya cuma hingar bingar musik heavy metal saja.

Pesawat jammer dan peperangan elektronik menjadi penentu berhasil tidaknya membuka akses menuju pertahanan lawan. Sistem yang dibawa pesawat bisa mengacaukan kekuatan deteksi yang telah dibangun musuh.

Di dalam suatu pertempuran, elemen yang pertama kali akan digerakkan adalah pesawat tempur pembuka akses menuju pertahanan lawan. Salah satu tugas pesawat ini adalah menghancurkan fasilitas lawan yang dapat memantau situasi dan kondisi musuh.

Pesawat ini juga berfungsi ganda memantau pergerakan pasukan dari pihak penyerang. Membutakan mata dan telinga musuh pada kesempatan pertama, serta mengacaukan kemampuan komunikasi dan koordinasi musuh.

Hanya saja, kendala utama dalam misi penghancuran ini adalah karena lawan telah menyiapkan seperangkat alat deteksi yang bisa menyium kedatangan pesawat-pesawat dari pihak penyerang. Bertolak dari kendala inilah kemudian dipergunakan konsep jamming yang artinya melakukan gangguan terhadap sistem pengindraan lawan.

Pada saat penyerangan, pesawat-pesawat jammer akan bergerak bersama pesawat pembom dikawal oleh pesawat tempur. Pesawat jammer akan melakukan pemindaian daerah frekuensi kerja lawan dan melakukan Electronic Attack (EA) untuk memandulkan sistem penginderaan lawan.

Pesawat Electronic Attack juga menyebabkan fasilitas rudal pertahanan udara tidak berfungsi dengan benar sehingga armada laut kawan juga dapat memberikan bantuan serangan menggunakan cruise missile.

Rudal ini dipandu oleh satelit, pesawat Airborne Warning and Control System (AWACS) atau Unmanned Aerial Vehicle (UAV) atau pre-programmed way points yang memungkinkan rudal terbang secara autonomous menuju sasaran yang telah ditentukan dengan melewati titik titik koordinat yang sudah ditentukan sebelumnya.

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik
EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

Pesawat Jammer Generasi Awal

Pesawat jammer mutlak merupakan suatu kebutuhan. Karena satu-satunya wahana perang yang dapat melakukan penetrasi ke daerah pertahanan lawan dengan cepat adalah pesawat terbang. Generasi awal pesawat jammer dikembangkan oleh Amerika Serikat (AS) dengan memproduksi EA-6B Prowler (EA = Electronic Attack) yang merupakan turunan dari A-6 Intruder. Purwarupa Prowler pertama kali diterbangkan pada 25 Mei 1968 oleh AL AS (USN). Setelah itu tidak kurang dari 70 pesawat sejenis telah dibangun untuk memperkuat kekuatan udara AS.

Pengembangan terakhir EA-6B Prowler adalah versi Increased Capability III (ICAP III) dengan kemampuan yang ditambah. Yakni pada sistem jamming taktis, alat penerima untuk mengidentifikasi dan menentukan posisi suatu pemancar perang elektronika (pernika) di bumi.

BACA JUGA :  Pesawat Hawk TNI AU Upgrade Fitur Baru, Apa Itu?

Juga pada alat penerima komunikasi satelit untuk memberikan informasi sensor dan pelayanan akses ke saluran komunikasi militer. ICAP III dilengkapi sistem distribusi informasi multifungsi Link 16. Yakni saluran data link standar militer.

Setelah mengabdi lebih dari 20 tahun, EA-6B Prowler telah diistirahatkan pada 2015. Dengan berjalannya program pensiun tersebut, AS menilai perlu adanya pesawat pengganti yang lebih baik dari EA-6B Prowler. Terutama ditinjau dari segi kecepatan, maneuverability, perlindungan diri dan kecepatan dalam mencari dan menghancurkan rudal Surface-to-Air Missile (SAM). Tentu saja dengan tidak mengurangi kemampuan utamanya dalam Airborne Electronic Attack (AEA).

Dari kajian yang telah dilakukan, setidaknya terdapat tiga alternatif pengganti pesawat EA-6B. Yakni EA-6BC (varian baru dari EA-6B), F/A-18G Super Hornet untuk Electronic Warfare (EW) dan Joint Strike Fighter (JSF) F-35C versi jammer.

Kemunculan EA-18G Growler berawal dari kajian Analysis of Alternatives (AoA) Joint Airborne Electronic Attack (JAEA) yang dibentuk Departemen Pertahanan (DoD) AS pada Januari 2000. Tim yang dipimpin AL AS ini bertugas mengkaji dan memberikan saran dalam rangka penggantian pesawat EA-6B yang mulai menua karena atrisi dan airframe limit. Pelaksanaan program penggantian direncanakan awal 2010. Kajian difokuskan kepada kemampuan AEA dalam rangka mencapai air superiority dalam Suppression of Enemy Air Defenses (SEAD) pada rentang waktu 2010-2030.

Hasil kajian menyimpulkan, bahwa EA-18G adalah satu-satunya alternatif pengganti EA-6B. Kesimpulan ini berdasarkan karakter aslinya sebagai pesawat tempur yang mampu lepas landas dan mendarat di atas kapal induk. Pesawat mempunyai kemampuan taktis dasar pesawat F/A-18F Super Hornet dilengkapi kemampuan EA ICAP III EA-6B Prowler.

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik
EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

Di antaranya radar jamming, communications jamming (preemptive maupun selective reactive jamming), electronic surveillance measures (ESM) dan EA dengan fokus pada alat penerima LR-700 yang mendukung pelacakan ancaman.

Hal menarik dari EA-18G Growler adalah kemampuannya beroperasi secara autonomous atau bertindak sebagai major node di dalam suatu Network Operation Centric (NOC). Yakni jenis jaringan operasi tempur baru yang dikembangkan AS sebagai bagian dari Information Operation.

Kemampuan EA-18G Growler

Growler dirancang memiliki Active Electronically Scanned Array (AESA) Radar APG-79, Interference Cancellation System (INCANS) baru dan dua rudal Advanced Medium Range Air-to-Air Missile (AMRAAM) AIM-120C untuk perlindungan diri. Dengan Radar AESA, awak pesawat dapat dengan mudah melacak multi-target dan melaksanakan operasi Air-to-Air (ATA) dan Air-to-Ground (ATG) hampir secara simultan.

INCANS adalah sarana komunikasi awak pesawat dengan dunia luar melalui saluran frekuensi Ultra High Frequency (UHF). Awak pesawat dapat tetap berkomunikasi walaupun proses jamming yang dilakukan oleh ALQ-99 Jammer Pod sedang berlangsung. Kemampuan ini tidak dimiliki oleh EA-6B.

ALQ-218 Tactical Jamming Receiver menyediakan sarana verifikasi awal sebagai korelasi antara Electronic Order of Battle (EOB) yang direncanakan dengan kondisi nyata di lapangan. Dengan demikian, awak pesawat dapat membuat keputusan dengan cepat dan lebih cerdas dalam memberikan perlindungan maksimal pada kekuatan sendiri.

BACA JUGA :  Hadapi Ancaman NATO, Angkatan Bersenjata Rusia Terima Radar Swagerak Nebo-M

Energi tinggi jammer dapat dikonsentrasikan kepada ancaman spesifik dan ALQ-218 dapat mengikuti perubahan taktik radar lawan. Tugas jamming radar dan jaringan komunikasi dilakukan oleh ALQ-99, perangkat pemancar 4 band berbasis teknologi OTWT.

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik
EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

Senjata pamungkas dalam operasi lawan rudal adalah rudal anti radiasi AGM-88 High Speed Anti-Radiation Missile (HARM) yang mempunyai misi utama  menghancurkan radar SAM, early warning radar (EWR) dan sistem artileri pertahanan udara. HARM mempunyai tiga mode operasi yakni preemptive, missile-as-sensor dan self-protect. Rudal ini akan mengunci gelombang radar sasaran, dan mengikuti gelombang radio radar tersebut ke sumber asal pemancarnya, lalu menghancurkannya.

Pemilihan Super Hornet sebagai basic building Growler secara otomatis akan mengurangi jumlah awak pesawat dari empat orang di EA-6B Prowler menjadi dua orang. Yakni pilot dan electronic counter measure officer (ECMO). Dengan pengurangan ini memberikan ruang yang lebih luas untuk menempatkan instrumen-instrumen untuk mendukung tugas-tugas EA.

Pilot dan ECMO akan dapat membagi beban tugas secara seimbang karena masing-masing akan dilengkapi empat layar terpisah yang memberikan informasi tentang data dan informasi penerbangan.

Data medan tempur diperoleh dari instrumentasi pesawat. Sedangkan sumber dari luar diperoleh melalui datalink via multi-mission advanced tactical terminal (MATT). Informasi ini dikorelasikan dan ditampilkan dalam bentuk visual yang komprehensif. Teknologi digital terbaru yang diaplikasikan pada sistem pesawat akan memudahkan pilot mengendalikan dan memonitor misi yang sedang dilaksanakan.

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik
EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

Melalui program system development and demonstration (SOD) pada Agustus 2006, Boeing sebagai kontraktor utama dan weapon system integrator EA-18G Growler telah menampilkan pesawat uji Growler yang disebut EA-1 dan EA-2. Penampilan di depan umum ini diikuti serangkaian flight test.

EA-1 telah melaksanakan tes awal pada pertengahan Agustus 2006 dan selanjutnya diterbangkan ke USN Naval Air Station Patuxent River di Maryland pada September 2006. Penerbangan pertama EA-2 dilakukan awal Nopember 2006 berikut serangkaian pengujian AEA. Pesawat uji ke dua ini juga diterbangkan ke Patuxent River.

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik
EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

Sesuai dengan yang telah direncanakan, USN akan memesan setidaknya 90 pesawat EA-18G Growler. Pemilihan sebagai the next jammer aircraft memberikan banyak keuntungan. Dari sisi pengoperasian, Growler akan menghemat maksimal 40% per flight hour dibandingkan dengan EA-6B. Begitu juga dari sisi pemeliharaan.

Sifat commonality komponen dengan Super Hornet akan memudahkan after-sales support. Pengurangan jumlah awak pesawat juga akan menghemat biaya pelatihan baik di simulator maupun di pesawat yang sesungguhnya. Di samping itu AL AS tidak perlu membangun simulator baru khusus untuk EA-18G. Ini karena pelatihan EA dapat dilakukan melalui mission-capable trainer yang bersifat stand-alone.

Dari sisi produksi, kemiripan dengan pendahulunya membuat proses produksi Growler dapat dilakukan secara paralel dengan Super Hornet. Bedanya, kanon Vulcan M61A1 20 mm di bagian nose dan AIM-9X di wingtip dilepaskan. Lokasi bekas kanon diisi perangkat avionik portable.

Termasuk penerima radio frequency (RF) pengidentifikasi pemancar sinyal jammer dan peralatan communications countermeasure set (CCS) – perangkat jammer data dan suara. Sedangkan bekas dudukan AIM-9X di wingtip ditempatkan ALQ-218. Yaitu alat penerima dan pengidentifikasi lokasi pemancar jammer.

BACA JUGA :  2018, Inggris Pensiunkan Rudal Harpoon

Screen Shot 5001

Sama halnya dengan F/A-18E/F, EA-18G juga diperkuat oleh dua mesin turbofan dengan afterburner General Electric F414-GE-400. Mesin ini mampu memproduksi gaya dorong hingga 22.000 pon hingga mencapai kecepatan lebih dari Mach 1,8. Namun dengan banyaknya perangkat yang dibawa, kecepatan Growler terbatas pada kecepatan subsonic.

Untuk fasilitas di dalam kokpit, software penerbangan dilengkapi dengan menu dan sub-menu. Fasilitas ini akan sangat memudahkan kedua awak pesawat dalam mengekstraksi berbagai informasi selama penerbangan. Begitu mudahnya hingga bagaikan menggunakan komputer untuk tugas sehari-hari

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik
EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

Asal usul nama Growler

Ada sejarah unik yang melatarbelakangi pemberian nama Growler pada EA-18G Growler . Beberapa di antaranya mengaitkan nama pendahulunya, EA-6B yang dikenal dengan nama Prowler. Sementara G adalah tanda pengenal EA-18G. Dengan pemberian nama tersebut, EA-18G adalah pemakai ke lima nama Growler di jajaran AL AS.

Pemakai pertama nama tersebut adalah dua buah kapal kecil yang ikut serta dalam perang pada tahun 1812. Satu kapal bertugas di Danau Champlain dan yang lainnya bertugas di Danau Ontario.

Kemudian kapal selam AS, SS-21 5 yang diluncurkan pada tanggal 20 Maret 1942 juga diberi nama Growler. Kapal ini bertugas di Samudera Pasifik pada masa Perang Dunia II hingga mengakhiri tugasnya setelah tenggelam dalam perang laut melawan Jepang pada tanggal 8 Nopember 1944.

Growler ke empat adalah kapal selam SSG-577 yang diluncurkan pada tanggal 30 Agustus I 958 dengan persenjataan peluru kendali nuklir Regulus.

EA-18G Growler Angkatan Udara Australia

Screen Shot 5000

Pada tahun 2008 Pemerintah Australia meminta export aproval dari pemerintah guna membeli 6 unit EA-18G, sebagai bagian dari order 24 unit F/A-18F Super Hornet. 24 unit Super Hornet ini merupakan program peremajaan untuk menggantikan 24 unit F-111C yang sudah waktunya pensiun waktu itu.

Jumlah 6 tersebut kemudian dibatalkan, Australia hanya akan memesan 12 pesawat dengan konsep fitted for but not with dan 12 pesawat lainnya merupakan versi F. Total tetap 24 pesawat.

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik
EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

Pada tanggal 27 Februari 2009, Menteri pertahanan Australia waktu itu, Joel Fitzgibbon mengumumkan bahwa 12 dari 24 F/A-18F Super Hornet yang sedang dipesan, akan dibuat dengan jalur kabel khusus yang memungkinkan 12 pesawat ini dikonversi menjadi EA-18G di masa yang akan datang, kalau anggarannya memungkinkan.

Pada tanggal 23 Agustus 2012 Pemerintah Australia mengumumkan, bahwa 12 pesawat F/A-18F Super Hornet yang baru saja datang tersebut akan diupgrade menjadi EA-18G Growler dengan biaya sebesar 1.5 Milyar Dollar.

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik
EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler Angkatan Udara Australia dilengkapi dengan AN/ASQ-228 ATFLIR targeting pod dan masih mampu membawa rudal AIM-9X Sidewinder.

Saat ini, jumlah EA-18G Growler Australia tinggal 11, setelah sebelumnya salah satu pesawat mengalami engine fire di Januari 2018. Armada EA-18G Growler di tempatkan di Skadron 6 RAAF Base Amberley.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua