Friday, October 30, 2020
Home Alutsista Kapal Perang KRI Ki Hajar Dewantara (364), Kapal Perang Latih TNI AL Yang Akan...

KRI Ki Hajar Dewantara (364), Kapal Perang Latih TNI AL Yang Akan Pensiun

KRI Ki Hajar Dewantara (364), Kapal Perang Latih TNI AL Yang Akan Pensiun – HobbyMiliter.com. KRI Ki Hajar Dewantara (364) adalah kapal perang yang unik dalam jajaran Armada TNI Angkatan Laut. Penyebabnya, selain berperan sebagai kapal perang yang menjaga perairan Indonesia, kapal ini juga memiliki fungsi sebagai kapal latih tempur. Ciri khasnya, kapal ini mempunyai 2 anjungan.

Selain itu, kapal ini disebut satu-satunya karena tidak punya sister ship di TNI AL. Menurut pada Jane’s Fighting Ships 1983-1984, KRI Ki Hajar Dewantara (364) di dunia punya satu sister ship yaitu Ibn Khaldoum yang dioperasikan oleh AL Irak.

KRI Ki Hajar Dewantara 364

KRI Ki Hajar Dewantara (364) yang punya kode KDA-364 adalah kapal buatan galangan Uljanic Ship Yard, Yugoslavia tahun 1980. Dengan bobot 1.850 ton full load, KRI Ki Hajar Dewantara (364) bisa masuk sebagai Light Frigate atau Korvet. Sebagai kapal perang, kapal ini mempunyai persenjataan yang cukup mumpuni di jamannya.

BACA JUGA :  Indonesia Kebanjiran Order Pesawat dari Negara-Negara ASEAN

Di antaranya, meriam Bofors kaliber 57 mm, senjata anti serangan udara kaliber 20 mm, empat buah rudal anti kapal MM38 Exocet serta dua buah peluncur torpedo SUT. Tidak ketinggalan di kapal ini juga terdapat helipad yang mampu didarati helikopter ringan sekelas NBO-105.

KRI Ki Hajar Dewantara 364

Hanya saja, jika dilihat dari jenis senjatanya, KRI Ki Hajar Dewantara (364) tampak lemah dalam anti serangan udara. Yaitu hanya dipersenjatai kanon 20 mm manual di depan anjungan kapal serta meriam 57 mm. Namun, sebagai kapal pemukul anti permukaan, bolehlah berbangga. Dengan rudal Exocet dan torpedo, segala jenis kapal musuh bisa dilumat.

Selain sebagai kapal pemukul, KRI Ki Hajar Dewantara (364) juga mengemban tugas yang tak kalah penting, yaitu menyiapkan perwira TNI AL yang siap tempur. Bisa dibilang di kapal inilah perwira TNI AL yang baru lulus memulai pengabdian sebagai pelaut tempur sejati. Mungkin itu juga alasan mengapa kapal ini menggunakan nama Ki Hajar Dewantara yang merupakan pahlawan nasional bidang pendidikan.

BACA JUGA :  Proses Perakitan NC-295 di PTDI, Bandung

Ki Hajar Dewantara atau aslinya bernama Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (1889-1959) selain menjadi aktivis pergerakan kemerdekaan Indonesia, kolumnis, politisi, dan pelopor pendidikan bagi kaum pribumi Indonesia semasa penjajahan Belanda, adalah juga pendiri Perguruan Taman Siswa, suatu lembaga pendidikan yang memberikan kesempatan memperoleh pendidikan bagi para pribumi jelata.

Sebagai kapal latih, KRI KHD 364 memiliki banyak keunikan. Seperti pesawat tempur latih yang memiliki dua kokpit, maka Kapal Perang Ki Hajar Dewantara juga memiliki dua anjungan yang letaknya atas-bawah. Anjungan pertama yang merupakan anjungan utama, terletak di lantai atas.

BACA JUGA :  Video Kapal Perang Arab Saudi Dihajar Rudal Anti Kapal Pemberontak Houthi Di Lepas Pantai Yaman

Sementara di bawahnya terdapat anjungan latih. Di dalam anjungan latih juga terdapat berbagai macam instrumen selayaknya anjungan reguler. Dengan adanya anjungan latih, proses praktik siswa bisa lebih mudah dan cepat, tanpa mengganggu operasional kapal.

Ki Hajar Dewantara
Ki Hajar Dewantara

KRI KHD 364 juga memiliki fasilitas lainnya untuk menunjang fungsi sebagai kapal latih. Seperti jumlah kabin (kamar) yang lebih banyak dari kapal lain pada umumnya, serta fasilitas ruang kelas. Normalnya, kapal ini diawaki oleh 90-an ABK. Namun, karena harus menampung siswa, kapal ini juga mampu mengakomodir sebanyak 100 orang siswa taruna.

Setelah mengabdi selama hampir 40 tahun, Kapal Ki Hajar Dewantara (364) saat ini sudah akan dipensiunkan. Kiranya TNI AL segera mengadakan kapal perang latih seperti Ki Hajar Dewantara ini.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cakra Baskara, Sistahanud jarak pendek Soviet

Mengenal  Cakra Baskara Sistahanud jarak pendek Soviet-Hobbymiliter.com. Sebelum pandemi COVID menyerang. Indonesia termasuk getol menyelenggarakan pameran bertema pertahanan dengan Indodefence yang paling populer.  Selain...

Mengenal S-300PT & PS Varian Awal Dari S-300P.

Mengenal S-300PT & PS (SA-10 Grumble) Varian Awal Dari S-300P-Hobbymiliter.com. Belakangan ini nama sistem hanud S-300 mencuat kembali, utamanya pada konflik Nagorno-Karabakh dimana Azerbaijan...

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak??

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak?? - HobbyMiliter.com. Pada awal tahun ini kita menyaksikan muncul dan berkembangnya era baru yaitu perang secara aktif menggunakan...

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua