Thursday, October 29, 2020
Home Militer Analisis Militer MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul? – HobbyMiliter.com. Pertanyaan mengenai mana yang lebih unggul, teknologi barat atau teknologi timur sudah lama menjadi perdebatan sengit antara para pendukung fanatik kelas diehard keduanya. Topik komparasi ini sering kali didiskusikan dalam berbagai forum militer, grup dan fanspage Facebook bahkan pembicaraan di depan warung kopi. Namun rata rata, diskusi antar diehard fans itu, opini yang diberikan akan bias. Apalagi kalau sudah bertemu dengan sosok bernama Trisna Istrinya Dua (#ehh).

Tapi yang menarik, dengan kejatuhan Uni Soviet dan bubarnya Pakta Warsawa, saat ini ada beberapa negara yang memiliki teknologi blok barat maupun teknologi blok timur pada saat yang bersamaan. Termasuk diantaranya ada negara NATO yang angkatan udaranya  menerbangkan pesawat MiG dan Sukhoi.

Bahkan USAF sendiri berhasil membeli sejumlah MiG-29 dari Moldova dan menyewa Sukhoi Su-27 eks Ukraina dari perusahaan swasta untuk dijadikan bahan tes serta untuk melatih para pilotnya untuk bertempur dengan pesawat musuh “sungguhan” yang terbang dengan performa dan doktrin “musuh” sebenarnya. Keadaan ini membuat tes komparasi bisa dilakukan dalam kerangka penelitian ilmiah, walau tentu saja tidak semua hasil tes dapat dipublikasikan.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Angkatan Udara Polandia yang merupakan anggota NATO saat ini mengoperasikan pesawat tempur F-16 sekaligus juga MiG-29 (dan juga Sukhoi Su-22), termasuk diantaranya 24 MiG-29 yang dibeli Polandia dari Jerman dengan harga sangat murah 1 Euro per pesawat.

Sangat menarik mengetahui pendapat pilot dari Angkatan Udara dengan armada campuran seperti ini. Biasanya, pilot mengidentifikasi dirinya dengan pesawat tempur yang mereka tunggangi. Pilot MiG-29 akan bercerita mengenai keunggulan MiG-29 dan pilot F-16 juga akan berkisah mengenai kekuatan F-16. Dan semuanya adalah benar!

MiG-29 dan F-16 adalah pesawat tempur yang berbeda, dibuat dengan tugas dan doktrin yang berbeda pula. Lalu bagaimana mengkomparasikan keduanya? Sebelum membandingkan keduanya, kita harus paham bahwa F-16 dan MiG-29 dikembangkan dalam kondisi yang berbeda oleh dua negara yang berbeda. Hal tersebut tentu akan berdampak pada perbedaan atas kebutuhan kemampuan yang diperlukan oleh masing masing negara pembuatnya atas kedua pesawat tempur tersebut.

F-16 oleh Amerika didesain dengan pemikiran pesawat tempur yang murah dan hemat alias cost effective, pesawat tempur ringan dengan kemampuan serbaguna sebagai fighter sekaligus bomber yang bisa mendukung operasional F-15 yang jauh jauh lebih mahal. Jaman sebelum F-16, Amerika menganut pemisahan peran antara fighter murni dengan bomber-attacker. Misalnya antara F-4 Phantom II dengan A-4 Skyhawk. Hal itu membuat operasional menjadi mahal. 

Dilain pihak, Soviet mendisain MiG-29 sebagai pesawat tempur peraih keunggulan udara murni. Desainer MiG-29 mengesampingkan jarak dan avionik dalam pembuatan MiG-29. Sebaliknya mereka mementingkan adanya mesin yang bertenaga, kemampuan terbang dengan ketinggian tinggi, mempunyai rate of climb yang bagus, kecepatan dan mampu lepas landas dari landasan yang apa adanya di garis depan. Lawannya adalah pesawat tempur lawan yang mencoba menyerang masuk.

BACA JUGA :  Korea Selatan Menghentikan Sementara Operasional Helikopter Lynx, Jasad Kru Ditemukan

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?
MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Perbedaan konsep pembuatan tersebut jelas tercermin dalam konstruksi luar kedua mesin perang tersebut. MiG-29 Fulcrum mempunyai 2 mesin Klimov RD-33 turbofan dilengkapi dengan afterburner, agar lebih bertenaga, mempunyai rate of climb bagus sekaligus untuk kepentingan keselamatan, agar kalau 1 mesin mati, masih bisa terbang dengan mesin satu lagi.

Hal tersebut untuk mengkompensasi daya tahan mesin mesin buatan Soviet yang juga mempunyai doktrin perawatan yang berbeda dengan mesin Barat. Airframe MiG-29 sangat rigid, air intakenya dilengkapi dengan pintu untuk mencegah FOD masuk mesin ketika mendarat di landasan yang tidak baik. Walau kemudian hari, fitur ini dihilangkan Rusia dalam pembuatan versi versi akhir MiG-29 ini, termasuk di MiG-35.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?Desainer F-16 sebaliknya merasa percaya diri melengkapi pesawat tempur ini dengan hanya 1 mesin. Selain lebih murah (sebagai tujuan utama pendisainan pesawat tebagai low cost fighter), juga mengejar efisiensi perawatan dan menekan biaya operasional sesuai konsep awal pesawat ini sebagai pesawat tempur ringan yang murah serta cost effective.

Desainer F-16 juga merasa perlu melakukan peningkatan di kokpit dan ergonomik untuk kenyamanan dan efektifitas pilot. Karena itu, F-16 memiliki desain kanopy berbentuk gelembung (bubble canopy) tanpa rangka yang memberikan pandangan luas tak terbatas. Pilot yang happy adalah pilot yang efektif.

Kokpit F-16. Perhatikan stick ada di sebelah kanan pilot.
Kokpit F-16. Perhatikan stick ada di sebelah kanan pilot.

Selain itu, kursi pilot juga dimiringkan ke belakang 30° tidak tegak seperti pesawat tempur lainnya. Tuas kendali yang biasanya di pesawat tempur lain ada di antara ke dua kaki, dipindahkan ke sisi kanan pilot, yang dengan sentuhan lembut sudah bisa mengendalikan pesawat. Jadi, mengendalikan F-16 sudah seperti bermain ding dong saja. Selain itu, F-16 juga dilengkapi dengan berbagai multifunctional display dan berbagai macam otomatisasi penerbangan yang tentu saja meningkatkan kemampuan tempur pilotnya.

Walaupun begitu, kita akan mencoba mengkomparasikan MiG-29A Fulcrum dengan F-16C Fighting Falcon. Mengapa memilih kedua versi ini? Hal tersebut dikarenakan bahwa MiG-29A Fulcrum adalah pesawat yang masuk operasional di pertengahan era tahun 80-an, di waktu yang sama dengan versi C dari F-16. Ingat, F-16A adalah teknologi tahun 70-an. Jadi bisa dikatakan, dari sisi era operasional, MiG-29A dan F-16C adalah sejaman.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?
MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Jika bertemu dalam pertempuran, kedua pesawat tempur ini tidak bisa saling menyerang dari jarak sangat jauh (diatas 100 Km). Jika masing masing terbang berhadapan, ada kemungkinan bahwa MiG-29 akan terdeteksi radar F-16 terlebih dahulu. Hal tersebut dikarenakan F-16C mempunyai radar yang lebih bagus dengan kemampuan all weather dan BVR.

BACA JUGA :  S-400 Missile System Details

Sedangkan MiG-29 bukannya radarnya lebih jelek, namun lebih karena didesain dengan pemikiran bahwa pesawat tempur MiG-29 tidak perlu diberati dengan radar besar agar lebih lincah, berkenaan perannya sebagai peraih keunggulan udara. Karena toh dalam operasionalnya akan dituntun dan dikendalikan oleh petugas radar GCI (Ground-controlled interception – petugas radar darat yang bertugas memandu pesawat tempur).

Perbedaan konsep desain ini memberikan pilot F-16 mempunyai waktu reaksi lebih banyak jika MiG-29 berada diluar liputan bantuan radar GCI nya. Sebaliknya, jika F-16 berada didalam area liputan radar GCI lawan, bisa jadi MiG-29 bisa melakukan strategi penjebakan terlebih dahulu dengan panduan GCI.

Jika masing masing menembakkan rudalnya, sangat sulit memprediksi hasilnya karena data teknis R-27R (AA-10 Alamo) tidaklah akurat. Sumber Rusia menyebutkan bahwa range dari rudal ini bisa mencapai 100Km. Jika benar, maka di jarak 100 Km tersebut tidaklah jelas apakah radar MiG-29 masih mampu memandu rudal semi-active-radar-homing tersebut secara tepat ke sasaran. Jarak efektif rudal tersebut ditentukan oleh kemampuan radar di pesawat, karena rudal membutuhkan data sasaran dari radar pesawat. Maklum, pemandunya bertipe semi-active-radar-homing.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Sebaliknya, F-16 dengan rudal AMRAAM-nya justru mungkin punya keunggulan lebih. AMRAAM adalah rudal dengan sistem kendali active radar homing. Dengan begitu pilot bisa menembakkan rudal, kemudian langsung manuver menghindar, tanpa harus terus terusan mengarahkan moncong pesawat ke sasaran seperti MiG-29. Fire and Forget.

Kalau kedua rudal gagal menemukan sasaran dan kedua pesawat sudah harus melakukan pertempuran dogfight dalam jarak visual, keunggulan MiG-29 akan lebih kentara. MiG-29 memiliki kemampuan manuver yang lebih unggul alias lebih maneuverable, hal yang membuat penampilan MiG-29 (dan Sukhoi Su-27) selalu impresif di pertunjukan dalam airshow.

Dengan Helm Mounted Sight, pilot MiG-29 bisa menembakkan rudal jarak pendek tanpa harus ada di belakang pesawat lawan. Cukup dengan menengok ke arah pesawat lawan, sensor IR akan mengunci pesawat lawan sedangkan F-16, walaupun dilengkapi dengan sidewinder all aspect sekalipun, tetap harus menempatkan hidung pesawat ke arah target terlebih dahulu untuk menguncinya.

Namun sekali lagi perlu ditekankan, kita sedang membandingkan F-16C dengan MiG-29A. Tentu saja sudah banyak peningkatan yang dilakukan pada versi akhir kedua pesawat, misalnya antara F-16 Block 70 dan MiG-35.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?
MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Kalau rudal sudah habis namun keduanya masih survive, maka sudah saatnya kanon berbicara. F-16 mempunyai kanon M61 Vulcan dengan rate-of-fire lebih tinggi, sekitar 6000 peluru per menit. Sedangkan MiG-29 mempunyai kanon GSz-30-1 dengan rate-of-fire hanya sekitar 1500 peluru per menit, namun memiliki kaliber 30mm, lebih besar dari pada kaliber M61 Vulcan yang 20mm. Artinya, jika kena, peluru MiG-29 mempunyai daya rusak yang lebih besar dibanding dengan peluru F-16.

BACA JUGA :  Inilah Asal Mula Julukan Fighting Falcon Bagi F-16

Selain itu, laser rangefinder dari kano GSz-30-1 milik MiG-29 sangatlah akurat, sehingga dalam simulasi, hanya cukup 3 sampai 5 peluru saja sudah bisa membinasakan lawan. Selain itu, MiG-29 (dan pasangan hidupnya, Su-27) juga dilengkapi dengan IRST (Infra-red search and track).

Dari sini sudah terlihat bahwa F-16 mempunyai keunggulan dalam jarak medium sedangkan MiG-29 mempunyai keunggulan dalam jarak visual. Tapi tetap saja, hasil dari misi tempur tetap bergantung dari banyak faktor. Antara lain, senjata yang dibawa dan kemampuan serta pengalaman pilot itu sendiri. Kemampuan serta pengalaman pilot didasarkan bagaimana sering pelatihan pilot, dan bagaimana kualitas pelatihan pilot itu sendiri.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Selain itu, Angkatan Udara yang pernah bertempur dalam peperangan sesungguhnya tentu mempunyai know-how yang penting yang tidak dimiliki oleh yang belum pernah terlibat dalam pertempuran sesungguhnya, apalagi sudah tidak pernah bertempur sungguhan, juga tidak pernah berlatih dengan pihak lain ataupun berlatih dengan melawan pesawat jenis lain. 

Dari sisi pertempuran sungguhan, F-16 mempunyai rasio Kill/Loss sebanyak 92:13. Sedangkan MiG-29 mempunyai rasio Kill/Loss sebanyak 16:28. Korban F-16 paling banyak diberikan oleh Angkatan Udara Israel dengan 52 confirmed kill, urutan kedua diberikan oleh Angkatan Udara Pakistan dengan 24 confirmed kill.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?
MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Urutan ke tiga adalah Angkatan Udara Turki. Sebagaimana disebutkan diatas, masing masing kejadian bisa jadi punya banyak alasan dan keadaan yang berbeda dan tidak berarti F-16 mempunyai kemampuan jauh lebih baik.

Sangatlah sulit menentukan jet tempur mana yang terbaik dalam kasus MiG-29 vs F-16 ini. Ada berbagai macam perbedaan krusial antara MiG-29 dan F-16 yang tidak bisa disebutkan dengan detail dalam artikel ini. Tapi tentu saja, dengan segala kelebihan dan kekurangannya, keduanya merupakan pesawat tempur yang hebat.

Dalam beberapa pendapat, pilot Jerman yang lebih tua lebih memilih menerbangkan MiG-29 karena bisa “merasakan” kontrolnya di tongkat kendali, dibandingkan dengan kendali F-16 yang disebut menyerupai “kontrol video game”. Maklum, F-16 menggunakan teknologi Fly-by-Wire berbasis komputer, sedangkan MiG-29 menggunakan kontrol hidrolik.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

By the way, kita bisa lho, terbang sebagai penumpang di MiG-29 dengan membayar jumlah tertentu dalam sebuah atraksi turis di Rusia, suatu hal yang F-16 tidak sediakan. Ini mungkin menangnya MiG-29 dalam saga epic MiG-29 vs F-16 ini.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

33 COMMENTS

  1. Aerodinamis yh mig pesawat ini sangat fenomenal pswat ini pernh mnjdi ujung tombak serbuan isrel ats negara2 arab wktu itu isrel dn rusia bgaikn guru dn murid sngat di syangkn negara arab klah telak pd perang cuman 6 hari hnya dr serbuan udara ini pelajran bgi kita kedepn hrus lbh waspada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Cakra Baskara, Sistahanud jarak pendek Soviet

Mengenal  Cakra Baskara Sistahanud jarak pendek Soviet-Hobbymiliter.com. Sebelum pandemi COVID menyerang. Indonesia termasuk getol menyelenggarakan pameran bertema pertahanan dengan Indodefence yang paling populer.  Selain...

Mengenal S-300PT & PS Varian Awal Dari S-300P.

Mengenal S-300PT & PS (SA-10 Grumble) Varian Awal Dari S-300P-Hobbymiliter.com. Belakangan ini nama sistem hanud S-300 mencuat kembali, utamanya pada konflik Nagorno-Karabakh dimana Azerbaijan...

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak??

Penghancuran Pusat Komando Drone, Kenapa Tidak?? - HobbyMiliter.com. Pada awal tahun ini kita menyaksikan muncul dan berkembangnya era baru yaitu perang secara aktif menggunakan...

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua