Saturday, March 2, 2024
HomeMiliterAnalisis MiliterMiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Desainer F-16 juga merasa perlu melakukan peningkatan di kokpit dan ergonomik untuk kenyamanan dan efektifitas pilot. Karena itu, F-16 memiliki desain kanopy berbentuk gelembung (bubble canopy) tanpa rangka yang memberikan pandangan luas tak terbatas. Pilot yang happy adalah pilot yang efektif.

Kokpit F-16. Perhatikan stick ada di sebelah kanan pilot.
Kokpit F-16. Perhatikan stick ada di sebelah kanan pilot.

Selain itu, kursi pilot juga dimiringkan ke belakang 30° tidak tegak seperti pesawat tempur lainnya. Tuas kendali yang biasanya di pesawat tempur lain ada di antara ke dua kaki, dipindahkan ke sisi kanan pilot, yang dengan sentuhan lembut sudah bisa mengendalikan pesawat. Jadi, mengendalikan F-16 sudah seperti bermain ding dong saja. Selain itu, F-16 juga dilengkapi dengan berbagai multifunctional display dan berbagai macam otomatisasi penerbangan yang tentu saja meningkatkan kemampuan tempur pilotnya.

Walaupun begitu, kita akan mencoba mengkomparasikan MiG-29A Fulcrum dengan F-16C Fighting Falcon. Mengapa memilih kedua versi ini? Hal tersebut dikarenakan bahwa MiG-29A Fulcrum adalah pesawat yang masuk operasional di pertengahan era tahun 80-an, di waktu yang sama dengan versi C dari F-16. Ingat, F-16A adalah teknologi tahun 70-an. Jadi bisa dikatakan, dari sisi era operasional, MiG-29A dan F-16C adalah sejaman.

BACA JUGA :  Tank Harimau, Nama Baru Tank Medium Kerjasama PINDAD dan FNSS
MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?
MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Jika bertemu dalam pertempuran, kedua pesawat tempur ini tidak bisa saling menyerang dari jarak sangat jauh (diatas 100 Km). Jika masing masing terbang berhadapan, ada kemungkinan bahwa MiG-29 akan terdeteksi radar F-16 terlebih dahulu. Hal tersebut dikarenakan F-16C mempunyai radar yang lebih bagus dengan kemampuan all weather dan BVR.

Sedangkan MiG-29 bukannya radarnya lebih jelek, namun lebih karena didesain dengan pemikiran bahwa pesawat tempur MiG-29 tidak perlu diberati dengan radar besar agar lebih lincah, berkenaan perannya sebagai peraih keunggulan udara. Karena toh dalam operasionalnya akan dituntun dan dikendalikan oleh petugas radar GCI (Ground-controlled interception – petugas radar darat yang bertugas memandu pesawat tempur).

BACA JUGA :  Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Perbedaan konsep desain ini memberikan pilot F-16 mempunyai waktu reaksi lebih banyak jika MiG-29 berada diluar liputan bantuan radar GCI nya. Sebaliknya, jika F-16 berada didalam area liputan radar GCI lawan, bisa jadi MiG-29 bisa melakukan strategi penjebakan terlebih dahulu dengan panduan GCI.

Jika masing masing menembakkan rudalnya, sangat sulit memprediksi hasilnya karena data teknis R-27R (AA-10 Alamo) tidaklah akurat. Sumber Rusia menyebutkan bahwa range dari rudal ini bisa mencapai 100Km. Jika benar, maka di jarak 100 Km tersebut tidaklah jelas apakah radar MiG-29 masih mampu memandu rudal semi-active-radar-homing tersebut secara tepat ke sasaran. Jarak efektif rudal tersebut ditentukan oleh kemampuan radar di pesawat, karena rudal membutuhkan data sasaran dari radar pesawat. Maklum, pemandunya bertipe semi-active-radar-homing.

MiG-29 vs F-16, Mana Pesawat Tempur Yang Lebih Unggul?

Sebaliknya, F-16 dengan rudal AMRAAM-nya justru mungkin punya keunggulan lebih. AMRAAM adalah rudal dengan sistem kendali active radar homing. Dengan begitu pilot bisa menembakkan rudal, kemudian langsung manuver menghindar, tanpa harus terus terusan mengarahkan moncong pesawat ke sasaran seperti MiG-29. Fire and Forget.

Kalau kedua rudal gagal menemukan sasaran dan kedua pesawat sudah harus melakukan pertempuran dogfight dalam jarak visual, keunggulan MiG-29 akan lebih kentara. MiG-29 memiliki kemampuan manuver yang lebih unggul alias lebih maneuverable, hal yang membuat penampilan MiG-29 (dan Sukhoi Su-27) selalu impresif di pertunjukan dalam airshow.

BACA JUGA :  FA-50PH AU Filipina Latihan Bersama F-16 AU AS

Dengan Helm Mounted Sight, pilot MiG-29 bisa menembakkan rudal jarak pendek tanpa harus ada di belakang pesawat lawan. Cukup dengan menengok ke arah pesawat lawan, sensor IR akan mengunci pesawat lawan sedangkan F-16, walaupun dilengkapi dengan sidewinder all aspect sekalipun, tetap harus menempatkan hidung pesawat ke arah target terlebih dahulu untuk menguncinya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

33 COMMENTS

  1. Aerodinamis yh mig pesawat ini sangat fenomenal pswat ini pernh mnjdi ujung tombak serbuan isrel ats negara2 arab wktu itu isrel dn rusia bgaikn guru dn murid sngat di syangkn negara arab klah telak pd perang cuman 6 hari hnya dr serbuan udara ini pelajran bgi kita kedepn hrus lbh waspada

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Korvet - Korvet AL Rusia Masuki Laut Mediterania

Korvet – Korvet AL Rusia Masuki Laut Mediterania

0
Korvet - Korvet AL Rusia Masuki Laut Mediterania - HobbyMiliter.com - Dua unit kapal perang jenis korvet dengan peluru kendali (rudal) jelajah jarak jauh...

Recent Comments