Sunday, August 9, 2020
Home Berita Militer Berita Militer Dunia Gripen E Sukses Gunakan Network Centric Warfare

Gripen E Sukses Gunakan Network Centric Warfare

Gripen E Sukses Gunakan Network Centric Warfare – HobbyMiliter.com – Menggunakan lokasi di landasan pacu fasilitas produksi milik Saab Aeronautics di kota Linköping, Swedia, Kamis 15 Juni yang lalu menjadi peristiwa yang cukup bersejarah dalam keberadaan sosok pesawat tempur Gripen E.

Sebelumnya pada tanggal 8 Mei 2016 Gripen E sudah resmi diluncurkan (rollout) pada hanggar fasilitas produksi di Linköping. Dengan tingkat akurasi yang tinggi, diperlukan hampir setahun bagi Saab untuk melaksanakan berbagai macam uji coba dan penyempurnaan, sampai pada akhirnya Gripen E yang bernomer 39-8 resmi diluncurkan perdana pada tanggal 15 Juni 2017.

gripen-1

Peristiwa penerbangan perdana Gripen E memiliki makna penting pada proses kemajuan Gripen, karena beberapa tahun yang lalu juga dilakukan rollout Gripen C pada landasan pacu yang sama di Linköping, mereka menunjukkan berbagai manuver aerobatik STOL (Short Take Off and Landing) dari Gripen C. Uji penerbangan perdana Gripen E pada 15 Juni yang lalu, dilakukan oleh Marcus Wandt, Saab Experimental Test Pilot.

BACA JUGA :  Hawk Mk. 53 Skadron Udara 15 TNI AU

Pada penerbangan di langit yang cukup cerah, Marcus Wandt menunggangi Gripen E selama 40 menit dengan melintasi Östergötland bagian timur. Pada sesi uji penerbangan perdana ini belum dilakukan maneuver-manuver yang ekstrim, pada tahap penerbangan pertama kali, pilot uji melakukan berbagai macam uji sistem avionik, termasuk pengujian performa landing gear.

Setelah sukses dengan pendaratan perdana Gripen, Marcus Wandt mengatakan bahwa dirinya begitu puas atas kehebatan handling yang halus, akselerasi yang serba cepat, serta dapat disimpulkan semuanya sesuai dengan simulasi yang sudah dipelajari sebelumnya.

gripen-2

Sebelum sesi penerbangan perdana, pada November 2016, Gripen versi terbaru telah melakukan pengujian mesin (engine ground test) untuk GE F414G afterburning turbofan engine. Pada awalnya, jadwal penerbangan perdana akan dilakukan pada akhir tahun 2016, namun penerbangan Gripen E 39-8 ditunda hingga enam bulan kemudian untuk melakukan penyempurnaan sistem avionik.

BACA JUGA :  Dogfight Su-27 vs MiG-29 Dalam Perang Sungguhan

Spesifikasi mengenai Gripen E (sebelumnya diberi nama Gripen NG) sudah cukup banyak dibahas oleh berbagai media. Mengacu pada sejarahnya, demonstrasi Gripen NG dimulai ketika pesawat demo ini dikeluarkan pada tanggal 23 April 2008, lalu dilanjutkan dengan penerbangan perdana pada tanggal 27 Mei pada tahun yang sama.

Rancangan Gripen 39-7 berbasis pada Gripen D, yaitu dengan melakukan banyak perubahan fisik yang cukup besar, salah satunya perubahan pada rancangan main landing gear, mengadaptasi mesin General Electric F414G yang lebih hebat dari mesin Volvo RM12, ditambah lagi pada bagian depan kokpit juga dilengkapi perangkat IRST (Infrared Search and Track). Sebelumnya pada Gripen C/D tidak memiliki IRST.

BACA JUGA :  Spesifikasi Embraer EMB-314 Super Tucano, Pesawat Serang Darat TNI-AU

gripen-3

Pada bulan Oktober 2009 yang lalu, melalui proyek “Dash Seven,” Gripen 39-7 sudah dipasangi beberapa perangkat avionik serta tactical system generasi paling baru, seperti radar AESA (Active Electronically Scanned Array), radar Selex ES-05 Raven, missile approach warning system (MAWS), IRST Skyward-G, yang diproduksi oleh Selex Galileo.

Rancangan yang diberikan Saab pada Gripen versi terbaru ini adalah mens machine interface, yaitu dengan menghubungkan system status informatic, head up display, up front bedienpanel, HOTAS (Hands on Throttle and Stick) menggunakan wide area display.

Kini lini produksi Saab di Linköping sedang sibuk mengejar target, Gripen E/F sudah dipesan sebanyak 60 unit oleh AU Swedia serta 36 unit untuk AU Brasil. Pesanan perdana akan diberikan mulai tahun 2019, sedangkan Brasil dijadwalkan akan selesai menerima pesanan Gripe E/D pada tahun 2024.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua