Saturday, October 24, 2020
Home Blog Militer Sejarah Sejarah Kerajaan Kediri, Kerajaan Bercorak Hindu Yang Terkenal Di Nusantara

Sejarah Kerajaan Kediri, Kerajaan Bercorak Hindu Yang Terkenal Di Nusantara

Sejarah Kerajaan Kediri, Kerajaan Bercorak Hindu Yang Terkenal Di Nusantara – HobbyMiliter.com – Sebelum menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia, Nusantara kita terdiri dari banyak kerajaan. Kerajaan tersebutpun menganut kepercayaan Budha, Hindu dan Islam. Seperti kerajaan Kediri yang termasuk salah satu kerajaan bercorak Hindu terpopuler di Tanah Air.

Sejarah Kerajaan Kediri

Kerajaan Kediri dikenal juga dengan nama kerajaan Panjalu. Terletak di kota Daha atau Dahanapura yang sekarang naman­ya kota Kediri di tahun 1042-1222 Masehi. Sebelum akhirnya pecah, kerajaan yang dipimpin oleh Airlangga ini memang sudah memiliki nama Panjalu dan lokasinya di kota Daha.

Dimana dari perpecahan kerajaan Panjalu tersebut terlahir kerajaan Janggala. Area yang termasuk dalam kawasan Janggala adalah Pasuruan, Malang, Surabaya dan Sungai Brantas atau Pelabuhan kota Rembang. Sementara kerajaan Panjalu yang beribukota di Daha memiliki wilayah Kediri dan Madiun. Batas antara kedua kawasan tersebut adalah sungai Brantas dan gunung Kawi.

Akan tetapi, kerajaan Kediri mengalami kemunduran pada pemerintahan raja Kertajaya atas tingkah lakunya yang sangat bertentangan dengan kaum Brahmana. Dimana sang raja meminta para kaum Brahmana tersebut untuk menyembahnya seperti sembah kepada Dewa. Perintah tersebut ditolak dan kaum Brahmana meminta bala bantuan Ken Arok dari Tumapel. Dari penyerangan tersebut perang dimenangkan oleh Ken Arok. Kemudian kerajaan berada di bawah kekuasaan Tumapel yang berganti nama jadi kerajaan Singasari.

Raja-Raja Yang Memerintah Kerajaan Kediri

Dari awal berdiri hingga sangat makmur sampai masa keruntuhan, kerajaan Kediri tak lepas dari kepemimpinan seorang raja. Berikut adalah daftar raja-raja yang menduduki tahta Kediri.

  1. Raja Sri Jayawarsa 1104 Masehi

Sebagai seorang raja, Sri Jayawarsa mempunyai perhatian yang besar kepada rakyatnya. Dalam masa kepemimpinannya, Beliau sering kali memberi hadiah pada rakyat atas bentuk apresiasi atau jasa penghargaan. Selain itu sang raja juga terus berupaya dalam meningkatkan kehidupan rakyat agar lebih baik.

  1. Sri Bameswara
BACA JUGA :  Pesawat Tempur Pencegat Supercepat MiG-41 Akan Terbang Lebih Cepat Dari Rudal

Kepemimpinan dari Sri Bameswara terbilang sangat baik. Terbukti dengan adanya peninggalan yang menceritakan hal-hal mengenai keagamaan. Peninggalan bersejarah tersebut tersebar di kawasan Kertosono dan Tulung Agung.

  1. Prabu Jayabaya

Kerajaan Kediri mencapai masa keemasan di masa pemerintahan Prabu Jayabaya. Hal ini karena metode kepemimpinannya sangat bagus. Sehingga kesejahteraan rakyat terus meningkat. Selain itu, ditambah dengan kondisi tanah di bawah Kaki Gunung Kelud membuat kerajaan ini mempunyai hasil panen yang berlimpah.

  1. Sri Sarwaswera

Raja Sri Sarwaswera sangat dikenal sebagai pribadi yang taat beribadah serta berbudaya. Menurutnya tujuan hidup manusia adalah moksa yang artinya pemanunggalan jiwatma dan paramatma. Jalan yang benar adalah sesuatu yang menuju ke kesatuan, jadi jika ada sesuatu yang menghalangi berarti itu tidak benar. Kepemimpinannya pun diketahui dari prasasti Padelegan II tahun 1159 Masehi dan prasasti Kahyunan 1161 Masehi.

  1. Sri Aryeswara

Melanjutkan kepemimpinan dari raja Kediri sebelumnya, Sri Aryeswara memiliki lambang kerajaan berupa Ganesha. Tapi belum diketahui kapan kekuasaannya lengser sejak pertama menduduki kursi kerajaan di tahun 1171 Masehi.

  1. Sri Gandra

Pada masa pemerintahan Sri Gandra beliau memakai nama-nama hewan sebagai gelar maupun pangkat di Istana. Seperti nama Gajah, Kebo, Tikus dan lainnya. Nama tersebut menunjukkan level tinggi rendahnya pangkat seseorang.

  1. Sri Kameswara

Dalam memerintah kerajaan Kediri, raja Sri Kameswara memiliki kepemimpinan yang sangat baik. Sekalipun tidak lama, tapi perkembangan di bawah kekuasaannya sangat pesat. Sebagai salah satu buktinya adalah Mpu Dharmaja yang mengarang kitab Smaradhana. Banyak sekali cerita rakyat karyanya yang terkenal dan digemari.

  1. Sri Kertajaya
BACA JUGA :  Foto Foto Dokumentasi Sejarah Terkait Pemberontakan PERMESTA

Pada masa kekuasaan Sri Kertajaya, sang raja cukup lama memimpin dari tahun 1190 – 1222 Masehi. Akan tetapi, kestabilan kepemimpinan Sri Kertajaya mulai mengalami penurunan dengan kaum Brahmana.

Karena sang raja meminta para kaum Brahmana untuk menyembah dirinya. Menjadikan Kertajaya sebagai raja yang harus dan wajib disembah. Hal tersebut jelas tak disetujui dan membuat tak sedikit kaum Brahmana yang lari dan minta bantuan ke Ken Arok, pemimpin Kabupaten Tumapel. Akhirnya perang pun tak bisa dihindari dari Ken Arok yang didukung kaum Brahmana melawan raja Kertajaya. Peperangan tersebut pun menjadi kekalahan dari Kertajaya.

Dari peperangan dan kekalahan tersebut merupakan masa runtuhnya kerajaan Kediri. Selama itu, banyak sekali peninggalan bersejarah yang tersisa. Menjadi bukti otentik bahwa kerajaan Kediri adalah salah satu kerajaan Hindu terbesar yang pernah berjaya di Nusantara.

Peninggalan Kerajaan Kediri

Tak sedikit peninggalan dari kerajaan Kediri yang berupa prasasti, ada juga kitab atau karya sastra. Deretan peninggalan kerajaan Kediri tersebut antara lain:

  • Prasasti Banjaran pada tahun 1052 Masehi
  • Prasasti Turun Hyang 1052 Masehi
  • Prasasti Hantang 1135 Masehi
  • Prasasti Padlegan 1116 Masehi
  • Prasasti Lawudan 1205 Masehi
  • Prasasti Jaring 1181 Masehi

Selain dalam bentuk prasasti, peninggalan kerajaan Kediri yang lain berupa kitab atau karya sastra yang terkenal, seperti:

  1. Kitab Wertasancaya karangan Mpu Tan Akung.
  2. Kitab Smaradhahana gubahan Mpu Dharmaja.
  3. Kitab Lubdaka karangan Mpu Tan Akung.
  4. Kitab Kresnayana karangan Mpu Triguna.
  5. Kitab Samanasantaka karangan Mpu Monaguna.
  6. Kitab Baharatayuda gubahan Mpu Sedah dan Mpu Panuluh
  7. Kitab Gatotkacasraya serta Kitab Hariwangsa gubahan Mpu Panuluh.

Dari karya sastra atau kitab di atas, semuanya mengajarkan kepada semua umat untuk berbuat kebaikan dan meninggalkan kejahatan. Sebab kebaikan akan menumbuhkan kerukunan antar sesama umat manusia di muka bumi ini.

BACA JUGA :  Perang Proksi Ancam indonesia

Dapat diketahui bahwa peninggalan dari kerajaan Kediri sangat menarik. Sedikit berbeda dengan kerajaan lain pada umumnya. Seperti contohnya dengan kitab atau karya sastra yang menceritakan kisah-kisah bagus dan sangat populer di kala itu. Bahkan sampai sekarang, karangan cerita tersebut terus dikenal oleh banyak pihak.

Sebagai salah satu kerajaan Hindu terbesar di kala itu, Kediri termasuk kerajaan yang sangat makmur dan sejahtera. Salah satu sebabnya karena tanahnya begitu subur. Jadi ditanami apa saja, hasilnya bagus. Perkebunan dan pertanian rakyat tumbuh subur dan panen selalu melimpah.

Terlebih di masa pemerintahan raja Jayabaya, kerajaan Kediri sangat sejahtera. Sang raja begitu antusias dan penuh kasih kepada rakyat-rakyatnya. Tak jarang beliau memberikan penghargaan sebagai bentuk jasa terima kasih kepada masyarakat yang berjasa kala itu.

Setelah kekuasaan raja Jayabaya berakhir, Kediri masih makmur. Hanya saja tak seperti masa emas layaknya masa pemerintahan sang prabu. Kemudian pada akhirnya terjadi peperangan yang mengakibatkan runtuhnya kerajaan kala itu. Sebab perilaku raja yang dulu menduduki tahta memiliki permasalahan dengan kaum Brahmana. Sehingga terjadi peperangan sengit. Apalagi sewaktu perselisihan, kaum Brahmana dibantu oleh Ken Arok yang memiliki keahlian perang cukup bagus. Sehingga sang raja tumbang dan kerajaan Kediri berada di bawah kekuasaan Ken Arok.

Sejarah kerajaan Kediri menceritakan kisah-kisah luar biasa di kala itu. Kerajaan Hindu yang hidup makmur di tanah yang subur, membuat kebutuhan rakyat tercukupi dengan baik. Di tambah kepemimpinan sang raja yang bijak, menambah kesejahteraan rakyatnya.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua