Thursday, September 24, 2020
Home Indonesia Ingin Boyong Kapal Selam 636 Project Buatan Rusia

Indonesia Ingin Boyong Kapal Selam 636 Project Buatan Rusia

Hobbymiliter.com – Indonesia kemungkinan membeli kapal selam baru Rusia, Varshavyanka 636 Project atau Improved Kilo, demikian pernyataan yang diungkapkan oleh Deputy Chief of Mission KBRI di Moskow, Nugroho Setiadi di sela-sela Forum Ekonomi Krasnoyarsk, yang diadakan di Moskow pada 19/2/2016.

Kilo adalah nama kelas yang diberikan NATO untuk kapal selam militer bertenaga diesel buatan Rusia. Versi asli dari kapal selam ini di Rusia dikenal dengan nama Project 877 Halibut. Kapal selam kelas ini juga memiliki versi yang lebih baru yang dikenal dengan nama Improved Kilo dan di dikenal juga dengan Project 636 Varshavyanka.

BACA JUGA :  Tiongkok dan Rusia Akhiri Latihan Laut Gabungan Dengan Simulasi Penyergapan Pulau

Berfungsi sebagai anti kapal permukaan dan anti kapal selam dan beroperasi di perairan dangkal. Versi Project 877 dilengkapi dengan Rubikon MGK-400 sistem sonar, dan sonar pendeteksi ranjau dengan sonar MG-519 Arfa. Kapal dengan versi Project 636 dilengkapi dengan pembaharuan sonar MGK-400EM, dengan MG-519 EM. Pembaharuan sistem sonar ini dapat membuat jumlah operator berkurang dengan karna alat yang sama.

Spesifikasi

Ada beberapa varian kelas Kilo sehingga spesifikasi berikut mungkin tidak cocok untuk semua varian. Berikut adalah spesifikasi secara kasar.

  • Bobot :
    • 2.300-2.350 ton ketika mengapung.
    • 3.000-4.000 ton ketika menyelam.
  • Dimensi :
    • Panjang : 70-74 meter.
    • Lebar : 9.9 meter.
    • Draft: 6.2-6.5 meter.
  • Kecepatan maksimum
    • 10-12 knot ketika mengapung.
    • 17-25 knot ketika menyelam.
  • Sistem propulsi : Diesel elektrik.
  • Kedalaman maksimum : 300 meter (operasional : 240-250 meter).
  • Ketahanan
    • 400 mil ketika menyelam dengan kecepatan 3 knot.
    • 6.000 mil ketika mengapung dengan kecepatan 7 knot (7.500 mil pada kelas Improved Kilo).
    • 45 hari di laut.
  • Persenjataan
    • Pertahanan udara : 8 roket permukaan ke udara SA-N-8 Gremlin atau SA-N-10 Gimlet.
    • Torpedo : 18 torpedo atau 24 ranjau, enam buah tabung torpedo 533mm.
BACA JUGA :  58 Sniper Siap Amankan Kedatangan Jokowi

 

2 COMMENTS

  1. kayaknya udah punya om, ahir mei 2015 pernah lihat dr atas pantai siung,3 jam dr klayar arah indrayanti lewat jalur pinggir. kata simbah yg jual walang goreng: sering setiap pertengahan tahun pasti ada kapal yg atas e ada davos e (permen polo kalau davos kan ndak bolong ya),dan pasti banyak londo2 yang datang bawa kamera panjang, setelah ada kapal nongol besok paginya londo2 sudah ndak ada yang datang lagi,benar tidaknya kata simbah yang jual walang goreng saya tidak tahu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua