Profil Kopaska TNI AL, Pasukan Katak Andalan Indonesia

0
27156

Kehebatan Kopaska TNI AL

Patch Lambang Kopaska
Patch Lambang Kopaska. Sumber Istimewa/JMP

Lima puluh dua tahun setelah terbentuk, ada banyak perubahan soal kemampuan operasi Kopaska. Kini mereka tak hanya berkutat dengan urusan penjinakan ranjau laut, penghancuran target bawah air, hingga segala operasi penyusupan lewat kapal selam. Salah satu ilmu baru yang diserap dari pasukan khusus AL AS [US Navy SEAL), adalah taktik penyusupan melalui udara. Komando Pasukan Katak semakin bertambah sakti.

Taktik penyusupan udara ala AS tadi punya nama Combat Raiding Rubber Craft (CRRC). Tujuannya adalah mendirikan fasilitas komunikasi dan navigasi di garis belakang pertahanan lawan. Untuk itu sejumlah pasukan katak (sekitar 6 orang) diterjunkan bersama sebuah perahu karet di laut yang berdekatan dengan wilayah musuh.

Kopaska merupakan salah satu Pasukan Khusus TNI.
Kopaska merupakan salah satu Pasukan Khusus TNI.

Sepintas memang terasa mudah untuk melakukannya. Tinggal lemparkan saja perahu karet berbobot 300 kg yang berisi peralatan navigasi/komunikasi, alat selam, BBM dan senjata, dari perut pesawat. Lantas terjunkan saja pasukannya. Gampang bukan? Habis perkara.

Tapi itu pandangan awam. Agar sukses, operasi macam tadi sebenamya butuh jurus khusus. Sebagai gambaran, cara mengemas perahu karet agar bisa sampai pada titik penerjunan misalnya. Posisi dudukan buat payung mesti pas, supaya parasut bisa mengembang dengan sempuma. Ikatan tali temali pengemas juga dibuat sedemikian rupa. Simpulnya dibuat agar bisa lepas di air cukup dengan sekali potong saja.

Rampung? Tidak juga. Ketika proses pemuatan dimulai, posisi perahu harus benar. Haluan menghadap ramp-door, serta mesti sejajar dengan dinding kabin pesawat. Itu syarat yang tak bisa ditawar lagi. Selain itu, perahu juga mesti diikatkan pada papan beroda. Ini adalah upaya buat memuluskan pelontaran lewat pintu belakang pesawat.

Perahu karet terlontar sudah dari ketinggian sekitar 800 meter. Demikian pula dengan pasukan katak yang menyusul kemudian. Tapi lagi-lagi disini muncul kendala yang tak bisa dianggap enteng. Pasalnya untuk mencari titik pasti jatuhnya perahu karet tidaklah gampang. Begitu mendarat di permukaan laut, perahu
bisa saja hanyut maupun tertutup gelombang. Alhasil, sang pasukan mesti punya insting sehebat elang buat mengidentifikasi lokasi perahu.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here