Pasukan Denjaka TNI AL, Pasukan Elit Indonesia yang Misterius
Pasukan Denjaka TNI AL, Pasukan Elit Indonesia yang Misterius

Sebagai satuan anti teror, Detasemen Jala Mangkara berintikan gabungan personel tangguh pilihan dari satuan Intai Amfibi Marinir dan Komando Pasukan Katak yang telah lulus kursus PTAL (Penanggulangan Teror Aspek Laut). Keberadaannya hingga kini nyaris tak diaku, hitam. Penugasan Denjaka pun hitam, acap kali tak tercatat secara resmi.

Tak bisa dipungkiri, beban tugas TNI AL sebagai pengawal kedaulatan wilayah perairan Republik Indonesia tak bisa dipandang enteng. Tidak hanya menghadapi kekuatan armada AL asing yang ingin coba-coba menyatroni wilayah perairan RI dan berisiko pada kemungkinan pecahnya bentrok senjata secara terbuka.

Baca juga :   Bupati Sintang Hibahkan 10 Hektare Tanah Untuk Skadron Serbu TNI

Namun institusi yang punya semboyan Jalesveva Jayamahe ini rupanya juga kebagian pekerjaan menangani gangguan keamanan yang justru ditimbulkan oleh sebagian warga Indonesia atau warga negara asing yang keblinger dan cenderung mengambil jalan pintas demi mencapai keinginannya.

Dalam rangka menangani tugas yang sebenarnya lebih pantas ditangani aparat penegak hukum ini, maka pimpinan TNI AL memutuskan untuk membentuk satuan elit yang sanggup berurusan dengan para pelaku tindak kriminal (khususnya terorisme) di samudera. Namun syaratnya, satuan ini harus dapat selalu beraksi secara terselubung dan minim publikasi. Sebab itulah jangan pernah bermimpi satuan bernama resmi Detasemen Jala Mangkara ini bisa dikupas secara rinci. Denjaka hitam.

3 COMMENTS

  1. jaya lah dilautan ….semoga dapat menjaga tanah air kita…sebagai anak yang mempunyai ayah dulu sebagai imam tentara KKO berpangkat kapten , “A.M. FATWA”. 1, telah teruji dan terbina mental serta ketangguhan phisik yg telah mengalami siksaan berat aparat LAKSUS umumnya tentara angkatan darat hingga geger otak ringan dijaman ORBA .2. penyerangan clurit di wajah yang hampir menewaskan dirinya hingga dirawat dirumah sakit angkatan laut minto harjo, benhil, jakarta pusat. 3. pemberian penularan penyakit hepatitis c kronis di lembaga pemasyarakatan cipinang hingga akhirnya merengut nyawa dibelakang hari.
    namun negara memberikan penghargaan berupa bintang anumerta kepadanya hingga dimakamkan dimakam pahlawan utama kalibata, jakarta selatan.
    selang setelah mengundurkan diri dari dinas keprajuritan, beliau sempat memimpin partai amanat nasional hingga dipercayakan sebagai wakil ketua dpr ri, wakil ketua mpr ri, ketua dewan kehormatan dpd ri hingga ajal menjemput karena saki8t hepatitis kronis

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here