Friday, July 3, 2020
Home Kekuatan Udara USMC, Sayap Marinir Amerika Serikat

Kekuatan Udara USMC, Sayap Marinir Amerika Serikat

MV-22 Osprey, Mampu membawa kekuatan udara USMC kemana saja
MV-22 Osprey, Mampu membawa kekuatan udara USMC kemana saja

USMC kemudian dikirim melakukan ekspedisi ke wilayah Azores di Atlantik, berjarak sekitar 900 mil dari perairan Portugis. Di sini Marinir mulai melakukan penerbangan patroli anti kapal selam melawan kapal selam Jerman. Cunningham merekrut sekitar 78 penerbang yang telah diberhentikan (dipensiunkan) oleh AL. Ia didik kembali dengan membakar semangat dan menumbuhkan kepercayaan diri.

Selanjutnya dengan lobi meyakinkan, Cunningham mengajukan permintaan kepada Kongres AS agar personel Marinir dikembangkan. Dan Kongres menyetujui permintaan Cunningham. Hasilnya, memasuki tahun 1920-an, jumlah personel Marinir telah menjadi 2.600 orang dengan 1.200 orang dipersiapkan menjadi pilot. Jumlah ini sekitar seperlima dari jumlah personel US NAVY saat itu.

BACA JUGA :  Grumman A6 Intruder Sang Penyusup Yang Tak Tergantikan

Kekuatan Udara USMC di Banana Wars

USMC lebih memilih UH-1Y Venom dibanding UH-60 Blackhawk sebagai tulang punggung kekuatan mobudnya
USMC lebih memilih UH-1Y Venom dibanding UH-60 Blackhawk sebagai tulang punggung kekuatan mobudnya

USMC kemudian mulai membangun pangkalan udara sendiri. Yakni di Quantico, Virginia dan di Paris Island, South Carolina. Memiliki pangkalan sendiri membuat Penerbangan Korp Marinir makin percaya diri. Serangkaian latihan terus dilaksanakan, begitupun pertempuran turut mereka lakoni.

Pertempuran skala sedang dihadapi kekuatan udara USMC dalam kancah pertempuran Banana Wars di Amerika Latin. Setelah itu Marinir terjun dalam kancah pertempuran Pasifik menyusul serbuan mendadak Jepang ke Pearl Harbor. Di medan perang Nicaragua, Kekuatan udara USMC menunjukkan arti pentingnya unsur udara di saat pasukan darat menjadi bulan-bulanan serangan udara lawan.

BACA JUGA :  F-104 Starfighter: Si Rudal Berawak

Korp Marinir AS juga terus menunjukkan arti pentingnya air warfare skills, reconnaisance, artilery spotting, fighter escort, hingga taktik terbang malam. Berbagai latihan dan studi pengembangan doktrin dalam memanfaatkan kekuatan udara USMC terus dilakukan sembari mengasah kemampuan para pilotnya di dalam negeri.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa - HobbyMiliter.com. Aksi koboi udara Amerika Serikat pernah terjadi tanggal 3 Juli 2003...

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer

Modifikasi Heli Serang Bell AH-1J, Langkah Iran Merevitalisasi Kekuatan Militer - HobbyMiliter.com. Seiring meningkatnya ketegangan, menyusul mundurnya Amerika Serikat dari kesepakatan damai yang ditandatangani era...

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang

Mengenal Kawasaki P1 Pesawat Patroli Maritim Baru dari Jepang - HobbyMiliter.com. Jepang sadar betul posisi dan kondisi geografisnya sebagai negeri kepulauan. Terlebih dalam hubungan dengan...

Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

Menengok Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye - HobbyMiliter.com -  Lebyazhye Air Force Base dulunya adalah pangkalan udara militer milik Angkatan Udara Rusia. Pangkalan...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua