Thursday, July 9, 2020
Home Blog Militer Lockheed Martin Tunjukkan Simulator Kokpit F-16 Viper Pada Indonesia

Lockheed Martin Tunjukkan Simulator Kokpit F-16 Viper Pada Indonesia

HobbyMiliter.com – Lockheed Martin Tunjukkan Simulator Kokpit F-16 Viper Pada Indonesia. Walaupun tukar rupiah masih ditekan oleh dollar AS, tapi tidak mengendurkan industry alutsista asing untuk memasarkan barangnya ke Indonesia. Hal ini diperlihatkan oleh Lockheed Martin, industri jet tempur multirole F-16 Fighting Falcon serta pesawat angkut C-130 Hercules ini tengah mempromosikan jet tempur terbarunya F-16 V (Viper), varian terbaru famili F-16 Fighting Falcon yang nantinya akan digunakan TNI AU.

F16 2

Langkah awal Lockheed Martin mempromosikannya yaitu dengan menampilkan simulator kokpit F-16 V di depan publik. Paul Randal, Chief Test Pilot F-16, memaparkan berbagai macam kelebihan dari jet tempur generasi 4 ini, contohnya seperti radar AESA (active electronically scanned array) lalu digital flight control & auto GCAS (Ground Collision Avoidance System). Untuk membantu dalam misi pertempuran, F-16 V yang mengusung conformal fuel tanks ini juga memiliki payload senjata yang lebih banyak jika dibandingkan seri lainnya, bahkan lebih banyak weapon carriage.

BACA JUGA :  Sejarah Insiden Bawean: Aksi Koboi F/A-18 US Navy di Atas Laut Jawa

Walupun Kementerian Pertahanan RI belum memberikan keterangan resminya, jika dilihat dari cukup lamanya TNI AU menggunakan F-16, Lockheed Martin masih berpeluang untuk menawarkan Sang Viper kepada Indonesia. Ditambah lagi F-16 Viper diklaim memiliki keunggulan dedicated untuk intai maritim.

F16 3

Dilihat dari timelinenya, TNI AU melalui proyek Bima Sena beberapa kali mengupgrade serta pengadaan F-16. Contohnya seperti Bima Sena I yang mengupgrade F-16 A/B Block 15 pada Skadron Udara 3, lalu proyek Bima Sena II untuk F-16 C/D 51ID yang milik Skadron Udara 16. Lockheed Martin berharap pada Bima Sena III untuk pembelian F-16 Viper bagi TNI AU.

BACA JUGA :  Foto F-5E Tiger II AU Swiss

Acara unjuk simulator tersebut dihadiri Robert O Blake Jr, duta besar AS di Indonesia dan Randy Howard, Director Business Development F-16 Lockheed Martin. Tentang ToT (transfer of technology) sepertinyamasih menyusul, melihat agenda tersebut hanya tahap pengenalan simulator.

1 COMMENT

  1. Memang bagus dan canggih, namun kebijakan di negara adidaya tsb sering kali merugikan Indonesia. Terutama soal interfensi kebijakan dalama negeri Indonesia jika palai alusitas negera tsb…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov

Kisah Kapal Induk Rusia Admiral Kuznetsov - HobbyMiliter.com. Admiral Kuznetsov saat ini merupakan kapal induk satu satunya milik Rusia. Itupun sebetulnya dalam klasifikasi kapal Angkatan...

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik

EA-18G Growler, Pesawat Tempur Australia Spesialis Peperangan Elektronik - HobbyMiliter.com. Sudah sejak lama, peperangan elektronik dilakukan oleh manusia. Mulai dari penerjunan pelat pelat logam...

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara

Mengenal AWACS, Radar Terbang Koreografer Pertempuran Udara - HobbyMiliter.com. Perang udara semakin kompleks dengan melibatkan kekuatan teknologi maju dan penguasaan informasi. Konsep early warning...

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa - HobbyMiliter.com. Dinamisnya pertempuran udara membuat payung udara yang mumpuni tidak bisa hanya mengandalkan eksistensi pesawat tempur...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua