Friday, September 18, 2020
Home Blog Militer Lockheed Martin Tunjukkan Simulator Kokpit F-16 Viper Pada Indonesia

Lockheed Martin Tunjukkan Simulator Kokpit F-16 Viper Pada Indonesia

HobbyMiliter.com – Lockheed Martin Tunjukkan Simulator Kokpit F-16 Viper Pada Indonesia. Walaupun tukar rupiah masih ditekan oleh dollar AS, tapi tidak mengendurkan industry alutsista asing untuk memasarkan barangnya ke Indonesia. Hal ini diperlihatkan oleh Lockheed Martin, industri jet tempur multirole F-16 Fighting Falcon serta pesawat angkut C-130 Hercules ini tengah mempromosikan jet tempur terbarunya F-16 V (Viper), varian terbaru famili F-16 Fighting Falcon yang nantinya akan digunakan TNI AU.

F16 2

Langkah awal Lockheed Martin mempromosikannya yaitu dengan menampilkan simulator kokpit F-16 V di depan publik. Paul Randal, Chief Test Pilot F-16, memaparkan berbagai macam kelebihan dari jet tempur generasi 4 ini, contohnya seperti radar AESA (active electronically scanned array) lalu digital flight control & auto GCAS (Ground Collision Avoidance System). Untuk membantu dalam misi pertempuran, F-16 V yang mengusung conformal fuel tanks ini juga memiliki payload senjata yang lebih banyak jika dibandingkan seri lainnya, bahkan lebih banyak weapon carriage.

BACA JUGA :  KRI Oswald Siahaan 354, Kapal Legendaris TNI AL

Walupun Kementerian Pertahanan RI belum memberikan keterangan resminya, jika dilihat dari cukup lamanya TNI AU menggunakan F-16, Lockheed Martin masih berpeluang untuk menawarkan Sang Viper kepada Indonesia. Ditambah lagi F-16 Viper diklaim memiliki keunggulan dedicated untuk intai maritim.

F16 3

Dilihat dari timelinenya, TNI AU melalui proyek Bima Sena beberapa kali mengupgrade serta pengadaan F-16. Contohnya seperti Bima Sena I yang mengupgrade F-16 A/B Block 15 pada Skadron Udara 3, lalu proyek Bima Sena II untuk F-16 C/D 51ID yang milik Skadron Udara 16. Lockheed Martin berharap pada Bima Sena III untuk pembelian F-16 Viper bagi TNI AU.

BACA JUGA :  Rustom-II UAV Tuntaskan Penerbangan Perdana

Acara unjuk simulator tersebut dihadiri Robert O Blake Jr, duta besar AS di Indonesia dan Randy Howard, Director Business Development F-16 Lockheed Martin. Tentang ToT (transfer of technology) sepertinyamasih menyusul, melihat agenda tersebut hanya tahap pengenalan simulator.

1 COMMENT

  1. Memang bagus dan canggih, namun kebijakan di negara adidaya tsb sering kali merugikan Indonesia. Terutama soal interfensi kebijakan dalama negeri Indonesia jika palai alusitas negera tsb…

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua