Uncle SAM datang ke China

S-75 Dvina alias SA-2 Guideline
S-75 Dvina alias SA-2 Guideline

Sudah jelas sekali bahwa bagi RRC, penerbangan gelap Taiwan tersebut tidak dapat diterima, tapi RRC saat itu juga tidak punya sesuatu apapun yang bisa menangkal penerbangan gelap tersebut. Karena alas an inilah maka pemimpin RRC pun meminta bantuan ke Uni Soviet. Soviet pun merespon baik, mulai akhir 1958/awal 1959 beberapa baterai system rudal pertahanan udara SA-75 Dvina (SA-2) pun mulai dibeli China. Saat itu hubungan China dan Soviet belum memburuk.

Total, pada pengiriman pertama itu ada 5 baterai SA-2 dan 1 training set yang dibeli oleh RRC bersama 62 pucuk rudal V-750 dan V-750V. Bersamaan dengan pengiriman ini datang pula advisor dan instruktur dari Uni Soviet yang dikepalai oleh Kolonel Victor Slusar untuk merakit dan melatih personel PLAAF mengoperasikan sistem senjata baru ini.

Para advisor dan instruktur Uni Soviet mencatat, bahwa siswa dari China amat sangat semangat belajar dan mampu menyerap segala pengetahuan dengan cepat dan menyeluruh. Sebagai hasilnya, pada pertengahan Juni 1959 tim pertama yang mengoperasikan sistem SA-75 ini sukses melakukan uji tembak pertama di gurun Gobi.

Walaupun begitu, masih butuh pelatihan sangat intensif selama 2 bulan lagi sebelum siswa yang mengawaki system senjata baru ini dinilai cukup mampu untuk menggunakannya. Walau penuh dengan berbagai macam masalah teknik sebagaimana biasanya implementasi sebuah system baru, baterai SAM pertama RRC pun dinyatakan operasional per Agustus 1959. Paman “SAM” sudah datang ke China!

Situs SAM di sekitar Beijing. Pattern yang sama bisa kita temukan di (eks) situs SAM AURI di Teluk Naga Tangerang
Situs SAM di sekitar Beijing. Pattern yang sama bisa kita temukan di (eks) situs SAM AURI di Teluk Naga Tangerang

Setelah Ujicoba operasional selama sebulan, akhirnya pada tanggal 20 September 1959, unit SAM PLAAF dinyatakan combat ready dan mulai dideploy disekitar Beijing. Disekitaran waktu tersebut, bahkan sebelumnya, penerbangan gelap Taiwan terus berlangsung, bahkan pada bulan Juni 1959, sebuah RB-57 Taiwan melakukan misi pengintaian di atas ibu kota RRC: Beijing (Peking pada saat itu).

Baterai SAM yang baru tersedia sedikit tersebut diposisikan di sekitaran Beijing dengan posisi sedemikian rupa untuk mengkover jalur penerbangan yang diperkirakan digunakan pesawat intai Taiwan yang sudah beberapa kali lewat Beijing.

Untuk menjaga ke-strategis-an system SAM ini, penempatannya pun dilakukan dengan penuh kerahasiaan. Kru dan personel unit tersebut disamarkan sebagai kru pengeboran minyak yang sedang mencari sumber daya minyak, sebuah samaran yang dianggap sempurna karena dengan status tersebut, pergerakan dan pemindahan “berbagai alat alat teknik” pun tidak mudah dicurigai.

Perlu dicatat pula, saat itu, seluruh kru unit SAM tersebut sudah 100% dari PLAAF, semua instruktur asal Uni Soviet tidak ada yang terlibat dalam operasional. Status kru asal Soviet di unit operasional hanya sebagai adviser. [Bersambung ke halaman berikutnya]

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here