Kena Telak!!

Batalyon SA-2 Guideline/S-75 Dvina PLAAF
BatalyonSA-2 Guideline/S-75 Dvina PLAAF

Dua hari kemudian, di 7 Oktober 1959, peristiwa yang nyaris serupa terjadi. Petugas radar PLAAF mendeteksi penyusup yang terbang tinggi. Karena jelas dan pentingnya penanganan penindakan penerbangan gelap ini, maka segala sesuatunya dikoordinasikan oleh Kasaf PLA dan keberadaan Kolonel Slusar pun penting mengingat perannya sebagai adviser.

Meskipun berdasarkan pengalaman selama ini bahwa pesawat pesawat tempur PLAAF tidak sanggup mencegat penyusup yang terbang di ketinggan diatas 20 ribu meter, mereka tetap diperintahkan untuk scramble dan membayangi sasaran. Harapannya, si sasaran (semoga saja) mengalami masalah dan terpaksa kehilangan ketinggian sehingga bisa dicegat oleh pesawat tempur yang stand by mengejar.

Sementara itu dari visual kontak, penerbangan gelap tersebut teridentifikasi sebagai RB-57D no 5643. Pesawat tersebut diterbangkan oleh Kapten Ying Chin Wong dan sedang terbang mengarah lurus ke Beijing, dan kali ini tidak berputar balik seperti 2 hari yang lalu. Segera menjadi jelas bahwa RB-57D tersebut akan segera masuk ke jarak tembak system SAM yang baru saja dipasang di sekeliling Beijing. Dan oleh sebab ini seluruh pesawat tempur yang sedang membayangi diperintahkan untuk disengage dan meninggalkan sasaran. Memberi jalan bagi rudal baru membuktikan dirinya.

RB-57D tersebut terbang mengarah ke jarak tembak system SAM SA-2 Guideline/S-75 Dvina dari 2nd Rocket (i.e. missile) Battalion dibawah komando Yue Zhenhua. Ketika jarak sasaran masih di 200Km, dia menerima perintah untuk menghancurkan sasaran. Radar battalion tersebut mendeteksi sasaran di jarak 115Km, dan jarak pun semakin mengecil sejalan dengan si RB-57 terbang kea rah Beijing. Dan ketika sasaran berjarak 41Km, Yue Zhenhua memberin perintah untuk menembakkan 3 rudal sekaligus secara salvo. Rudal pertama tercatat ditembakkan pada 12:04 waktu setempat dan segera diikuti 2 rudal sisanya.

Sekitar 40+ detik kemudian rudal mengenai sasaran di jarak 29-30Km. bagi Yue Zhenhua tidak ada keraguan lagi bahwa sasarannya kena dengan telak, karena di radar sasaran mulai terlihat kehilangan ketinggian dengan cepat. Hingga di ketinggian 5000 meter, sasaran pun hilang dari layar radar dan disimpulkan sasaran sudah pecah diudara. Keberhasilan pencegatan ini segera dilaporkan ke rantai komando di atasnya dan Jenderal PLA ditemani oleh Kol. Slusar pun segera meninjau lokasi jatuhnya RB-57 tersebut dengan helicopter. Karena sudah diplot melalui radar tadi, lokasi jatuhnya sasaran dapat diketemukan dengan mudah. Reruntuhannya tersebar dalam radius 5-6 Km. Dan walaupun pecah berkeping keeping, reruntuhan pesawat tersebut masih bisa dikenali sebagai sebuah RB-57. Setelah diteliti, total sebanyak 2471 lubang yang diakibatkan shrapnel dari rudal V-705 ditemukan di fuselage reruntuhan. Oleh karena itu tidak heran jika pesawat tersebut pecah berkeping keeping. Dan pecahan rudal tersebut juga yang membunuh pilot pesawat tersebut. Itulah, pertama kalinya sebuah rudal anti pesawat / SAM berhasil menembak jatuh targetnya in anger.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here