Foto Foto Darurat Militer Aceh 2003-2004, Operasi Militer Lawan GAM

1
27186
Pencegahan penyelundupan senjata untuk GAM dari Thailand dan Malaysia
Pencegahan penyelundupan senjata untuk GAM dari Thailand dan Malaysia

TNI AL dan Korps Marinir menerapkan blokade laut di seluruh perairan Aceh untuk mencegah masuknya senjata ilegal dari Thailand dan Malaysia. Patroli laut dijalankan dengan terus menerus sehingga dapat mencegah penyelundupan senjata dan barang barang ilegal lainnya. Tampak RHIB marinir dan sebuah KRI FPB-57 TNI AL mengamankan perairan Aceh.

TNI dan Rakyat Aceh, 2003
TNI dan Rakyat Aceh, 2003

Selain melakukan operasi militer, TNI juga melakukan operasi teritorial. Setiap prajurit TNI diharapkan bisa mengambil hati rakyat Aceh dan memberikan rasa aman kepada setiap rakyat Aceh. Tampak seorang prajurit berada ditengah warga di sebuah desa dalam Operasi lawan GAM di Aceh ini.

BACA JUGA :  PINDAD Tandatangani MoU Kerjasama Industri Pertahanan Dengan UEA, Rusia, Turki, Finlandia
Terduga Anggota GAM tertangkap TNI
Terduga Anggota GAM tertangkap TNI

Dari hasil operasi teritorial dan pendekatan ke warga, terkadang diperoleh informasi mengenai adanya anggota kelompok bersenjata GAM. Dan dengan pengembangan infomasi tersebut, sering dilakukan patroli penghadangan dan penangkapan anggota GAM. Keberhasilan operasi seperti ini seringkali diawali dengan adanya informasi dari rakyat kepada satgas intelijen. Hal ini menandakan adanya rasa aman dan percaya dari rakyat Aceh kepada TNI.

Mengamankan perairan Aceh
Mengamankan perairan Aceh

Dalam proses patroli perairan, pasukan Marinir TNI AL juga sering kali menemukan anggota GAM yang melakukan penyelundupan senjata maupun sedang bersembunyi di wilayah perairan, muara, rawa rawa dan tepi pantai di wilayah operasi Aceh. Tidak hanya melawan anggota GAM dan penyelundup. TNI juga melawan pembajak dan perompak yang beraksi di sekitar selat Malaka di perairan Aceh.

BACA JUGA :  Seri Kapal Legendaris TNI AL : KRI Rencong 622
Patroli BTR-50 Marinir di Darurat Militer Aceh 2003
Patroli BTR-50 Marinir di Darurat Militer Aceh 2003

BTR-50 merupakan kendaraan tempur pasukan kavaleri Marinir TNI AL yang terbukti tangguh di segala medan. Walaupun memiliki cara keluar masuk pasukan yang rentan terhadap tembakan pendadakan musuh dari ketinggian, karena pintu palkanya berada di atas kendaraan, kendaraan yang dibeli tahun 1960-an ini tetap dicintai oleh Marinir. [Bersambung ke halaman berikut]

1 COMMENT

  1. Jika Pindad saat itu melakukan reverse engineering terhadap VAB menjadi Anoa 6×6, kapan dilakukan reverse engineering terhadap anti-tank rocket launcher (LRAC F1, PF-98, RPG-7), ATGM (Javelin), MANPADS (Igla, Stinger, RBS-70), truk angkut personel, dll? Semoga kemandirian alutsista semakin meningkat.

Comments are closed.