Wednesday, September 16, 2020
Home Militer Kisah Militer Foto Foto Darurat Militer Aceh 2003-2004, Operasi Militer Lawan GAM

Foto Foto Darurat Militer Aceh 2003-2004, Operasi Militer Lawan GAM

Foto Foto Darurat Militer Aceh 2003-2004, Operasi Militer Lawan GAM – HobbyMiliter.com. Di tahun 2003, pemerintah memutuskan melakukan operasi militer terpadu melawan Gerakan Aceh Merdeka setelah perundingan mengalami deadlock. Berbagai satuan dikerahkan dalam operasi terpadu ini, selain unsur Angkatan Darat, Unsur Angkatan Laut, Angkatan Udara dan Kepolisian juga dilibatkan  dalam operasi ini. Era ini dikenal sebagai masa Darurat Militer Aceh.

Ketika itu, Indonesia masih dalam status recovery dari krisis ekonomi yang melanda Asia Tenggara periode 1998-1999. Indonesia juga baru saja selesai menjalani embargo militer dari Inggris yang berlangsung selama 6 bulan dari 1999 hingga 2000. Juga masih mengalami embargo militer terbatas dari Amerika Serikat dari 1999 hingga 2005.

Walaupun sedang dalam embargo, sebenarnya segala macam senjata masih bisa kita dapatkan melalui pihak ketiga, hanya saja memang anggaran belanja kita di era awal dekade 2000-an sangat sangat seret. Membayar gaji PNS saja sebenarnya mulai sulit dan akhirnya mulai dibuat otonomi daerah. Dan sebagian besar PNS pusat dialihkan ke daerah untuk mengurangi beban belanja APBN.

Saat  ini perdamaian sudah terjadi. Kedua belah pihak melakukan perundingan damai pasca tsunami Aceh. Dengan kedua belah pihak melakukan take-and-give dalam rangka mengupayakan perdamaian secara menyeluruh di bumi Aceh, akhirnya pada tanggal 15 Agustus 2005 perjanjian damai antara Pemerintah Republik Indonesia dan GAM di Helsinki Finlandia. Aceh pun menjadi damai hingga hari ini.

Artikel ini berisi beberapa foto dokumentasi Darurat Militer Aceh 2003-2004, Operasi Militer Lawan GAM. Foto foto diambil dari dokumentasi Reuters, Associated Press dan AFP. Artikel ini dimaksudkan untuk mengingat sejarah dan menampilkan dokumentasi mengenai apa yang terjadi di masa tersebut tanpa mengungkit luka masa lalu.

Ranpur V150 Commando dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003
Ranpur V150 Commando dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003

Foto pertama berupa ranpur Cadilac V150 Commando asal Amerika menjadi andalan pasukan kavaleri selama di Aceh. Ranpur ini cukup tahan dengan IED buatan GAM yang banyak ditebar di Aceh untuk menghadang konvoi pasukan TNI.

Ranpur Stormer buatan Inggris dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003
Ranpur Stormer buatan Inggris dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003

Walaupun dikatakan dikomplain oleh Inggris karena dianggap menyalahi perjanjian kontrak pembelinnya, ranpur Stormer tetap digunakan di dalam Operasi Militer di Aceh melawan GAM. Namun memang, pergerakannya dijauhkan dari press, apalagi press luar negeri. Tapi tetap saja, ada yang tertangkap kamera.

Ranpur VAB buatan Perancis dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003
Ranpur VAB buatan Perancis dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003

Ranpur asal Perancis ini begitu besar perannya dalam menjaga pasukan TNI dari serangan ambush yang dilakukan oleh pasukan GAM. Saking kesengsemnya TNI dengan ranpur VAB ini, Pindad pun melakukan reverse engineering dan melahirkan Anoa.

Ranpur VAB buatan Perancis dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003
Ranpur VAB buatan Perancis dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003

Ranpur VAB pun sering dipakai untuk sekedar joy ride bagi warga yang daerahnya dikunjungi pasukan TNI. Joy ride ini dapat mendekatkan warga dengan pasukan TNI. Warga pun merasa keamanannya terjamin dengan kehadiran pasukan TNI di daerahnya.

BACA JUGA :  TNI POLRI Gunakan Skytrack untuk Pantau Daratan dari Udara

Pasukan kavaleri TNI AD
Pasukan kavaleri TNI AD dari Yonkav 7 Sersus

Peran pasukan kavaleri, baik kavaleri TNI AD maupun kavaleri Marinir sangat besar dalam melindungi pasukan TNI dari sergapan sergapan gerilyawan GAM. Pasukan GAM hanya dilengkapi dengan senapan ringan, walau juga ada sejumlah kecil pasukan GAM yang membawa RPG. Ranpur lapis baja semacam ini dapat melindungi pasukan dari serangan senapan kaliber kecil.

Pasukan Marinir di Aceh dan anak anak
Pasukan Marinir di Aceh dan anak anak

Dalam setiap gerakan pasukan, biasanya anak anak kecil sangat senang bisa bertemu dengan pasukan TNI yang gagah gagah. Terlihat pasukan Marinir diatas ranpur sedang bergerak melintasi sebuah desa dengan anak anak terlihat antusias melihat ranpur ranpur yang sedang lewat.

Firepower ranpur TNI di Operasi Militer di Aceh
Firepower ranpur TNI di Operasi Militer di Aceh

Ranpur kavaleri di operasi darurat militer Aceh biasanya dilengkapi senapan 12.7mm yang memiliki firepower lebih besar dari senapan serbu kaliber 5.56mm. Sedangkan gerilyawan GAM biasanya memperlengkapi diri hanya dengan senapan kaliber 7.62mm dan 5.56mm saja. Memiliki kaliber lebih besar berarti bisa menghantam musuh dengan lebih jauh dan lebih berat kerusakannya.

Pasukan TNI di Aceh 2003
Pasukan TNI di Aceh 2003

Pasukan TNI biasanya beroperasi dalam doktrin buddy system. Mereka berpasangan, dimana masing masing saling melindungi satu sama lain. Terlihat seorang prajurit melindungi prajurit lainnya.

Pasukan linud mendarat di Aceh dalam rangka Operasi Darurat Militer Aceh 2003
Pasukan linud mendarat di Aceh dalam rangka Operasi Darurat Militer Aceh 2003

Pada hari pertama operasi darurat militer di Aceh 2003, pasukan TNI diterjunkan dari udara dengan pesawat C-130 Hercules dengan dilindungi oleh pesawat tempur Hawk 209. Sementara itu segerombolan OV-10 Bronco melakukan serangan darat ke target target terpilih, dan kemudian melakukan misi Combat Air Support untuk melindungi pasukan para yang diterjunkan.

PT-76 Marinir TNI AL dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003
PT-76 Marinir TNI AL dalam Operasi Darurat Militer Aceh 2003

Pasukan kavaleri Marinir sedang beristirahat dengan tank amfibi PT-76nya. Tampak warga tetap melakukan aktifitas seperti biasanya. Dengan adanya pasukan marinir di desa mereka, mereka dapat merasa lebih aman dari gangguan keamanan yang sering dilakukan pasukan GAM.

Pasukan TNI di Aceh 2003 masih menggunakan SS-1
Pasukan TNI di Aceh 2003 masih menggunakan SS-1

Pasukan TNI dimasa itu masih diperlengkapi dengan senapan standar SS-1 buatan PT Pindad Bandung. SS-1 dimasa ini konon sering dikeluhkan oleh para penggunanya dengan keluhan larasnya cepat panas dan sering macet. Dari hasil pengalaman di Aceh ini, akhirnya PT Pindad merancang senapan serbu yang sama sekali baru, SS-2 yang kini menjadi standar TNI.

Pasukan TNI di Aceh 2003 masih ada yang tanpa rompi anti peluru.
Pasukan TNI di Aceh 2003 masih ada yang tanpa rompi anti peluru.

Pasukan TNI dimasa itu juga belum semuanya diperlengkapi dengan perangkat keamanan pribadi seperti rompi anti peluru. Tapi tidak lama setelah operasi berlangsung, rompi dengan pelat anti baja peluru depan dan belakang pun mulai dibagikan ke pasukan garis depan. Namun tentu saja, beratnya masih jauh lebih berat dari pada rompi keramik dan kevlar masa kini yang ‘ringan’. 

Pencegahan penyelundupan senjata untuk GAM dari Thailand dan Malaysia
Pencegahan penyelundupan senjata untuk GAM dari Thailand dan Malaysia

TNI AL dan Korps Marinir menerapkan blokade laut di seluruh perairan Aceh untuk mencegah masuknya senjata ilegal dari Thailand dan Malaysia. Patroli laut dijalankan dengan terus menerus sehingga dapat mencegah penyelundupan senjata dan barang barang ilegal lainnya. Tampak RHIB marinir dan sebuah KRI FPB-57 TNI AL mengamankan perairan Aceh.

BACA JUGA :  Ketika Hawk 209 TNI AU Digunakan Melawan GAM

TNI dan Rakyat Aceh, 2003
TNI dan Rakyat Aceh, 2003

Selain melakukan operasi militer, TNI juga melakukan operasi teritorial. Setiap prajurit TNI diharapkan bisa mengambil hati rakyat Aceh dan memberikan rasa aman kepada setiap rakyat Aceh. Tampak seorang prajurit berada ditengah warga di sebuah desa dalam Operasi lawan GAM di Aceh ini.

Terduga Anggota GAM tertangkap TNI
Terduga Anggota GAM tertangkap TNI

Dari hasil operasi teritorial dan pendekatan ke warga, terkadang diperoleh informasi mengenai adanya anggota kelompok bersenjata GAM. Dan dengan pengembangan infomasi tersebut, sering dilakukan patroli penghadangan dan penangkapan anggota GAM. Keberhasilan operasi seperti ini seringkali diawali dengan adanya informasi dari rakyat kepada satgas intelijen. Hal ini menandakan adanya rasa aman dan percaya dari rakyat Aceh kepada TNI.

Mengamankan perairan Aceh
Mengamankan perairan Aceh

Dalam proses patroli perairan, pasukan Marinir TNI AL juga sering kali menemukan anggota GAM yang melakukan penyelundupan senjata maupun sedang bersembunyi di wilayah perairan, muara, rawa rawa dan tepi pantai di wilayah operasi Aceh. Tidak hanya melawan anggota GAM dan penyelundup. TNI juga melawan pembajak dan perompak yang beraksi di sekitar selat Malaka di perairan Aceh.

Patroli BTR-50 Marinir di Darurat Militer Aceh 2003
Patroli BTR-50 Marinir di Darurat Militer Aceh 2003

BTR-50 merupakan kendaraan tempur pasukan kavaleri Marinir TNI AL yang terbukti tangguh di segala medan. Walaupun memiliki cara keluar masuk pasukan yang rentan terhadap tembakan pendadakan musuh dari ketinggian, karena pintu palkanya berada di atas kendaraan, kendaraan yang dibeli tahun 1960-an ini tetap dicintai oleh Marinir. 

BTR-40 mengawal konvoi travel Medan - Aceh
BTR-40 mengawal konvoi travel Medan – Aceh

Pada masa ini, TNI masih menggunakan kendaraan kendaraan tempur lawas hasil pembelian jaman orde lama, misalnya BTR-40 ini. Sebetulnya sih, hingga tahun 2019 ini, berpuluh puluh tahun setelah pembeliannya, berpuluh puluh tahun setelah awak pertama dari kendaraan tempur ini pensiun, kendaraan tempur lapis baja ini masih dipakai oleh TNI. Namun memang, sudah tidak menjadi alutsista lapis pertama lagi.

Alvis Saracen, si gaek yang tangguh sedang beraksi di Aceh
Alvis Saracen, si gaek yang tangguh sedang beraksi di Aceh

Ranpur sepuh Kavaleri TNI AD, Alvis Saracen juga masih berperan penting dalam operasi pemulihan keamanan di wilayah Aceh ini. Ranpur yang dibeli dari Inggris di jaman Presiden Soekarno ini, di tahun 2019 ini ternyata juga masih mengabdi di TNI AD. Di Aceh, ranpur ini sering mengawal konvoi travel dan logistik dari Medan ke Banda Aceh. Pengawalan diperlukan agar pasokan sembako dan angkutan umum tidak terganggu keamanannya.

Pasukan TNI mengamankan IED bom pipa GAM di Aceh 2003
Pasukan TNI mengamankan blokade jalan yang dilakukan oleh GAM di Aceh 2003

Ketika melakukan penghadangan, anggota GAM tidak hanya menyerang dengan senjata ringan seperti senapan serbu AK47, AK74 dan M-16. Tetapi juga sudah menggunakan bom pipa yang ditanam sebagai IED di tepi jalan. Bom ini akan mengakibatkan kerusakan bagi kendaraan biasa yang tidak memiliki lapisan baja dan perlindungan terhadap ranjau.

Pos keamanan TNI di Operasi Darurat Militer Aceh 2003
Pos keamanan TNI di Operasi Darurat Militer Aceh 2003

Pasukan TNI mendirikan pos pos pemantauan di tepi jalan. Pos pos ini melakukan pemeriksaan dan pengamanan, sekaligus mempersempit gerak anggota GAM dalam melakukan aksinya. Tampak warga desa melewati pos TNI di tepi jalan. Pos ini juga menjadi tempat istirahat pasukan TNI yang melakukan patroli keamanan.

BACA JUGA :  Uji Coba RX-2200 Sebagai Amunisi Grad

Anggota TNI merawat senjata di Aceh 2003
Anggota TNI merawat senjata di Aceh 2003

Di waktu senggangnya, sembari beristirahat anggota TNI harus merawat dan membersihkan senjatanya agar dapat berfungsi dengan baik selalu. Terutama agar tidak macet ketika digunakan dalam baku tembak jika terjadi kontak senjata dengan pasukan GAM. Senjata ini adalah istri pertama anggota TNI di dalam tugas. 

Pos TNI di Darurat Militer Aceh, 2003
Pos TNI di Darurat Militer Aceh, 2003

Beginilah suasana di pos keamanan yang didirikan TNI. Antara pos pos ini dilakukan patroli rutin yang dilakukan secara random dan acak. Seringnya patroli antar pos ini mempersempit gerakan anggota GAM dan dapat memutus rantai logistik anggota GAM. Tampak rentengan peluru senapan mesin digantungkan di pos ini. Walaupun di daerah operasi, prajurit tidak mau ketinggalan informasi dengan tetap membaca berita koran.

Kavaleri TNI di Aceh 2003
Kavaleri TNI di Aceh 2003

Seorang komandan kendaraan tempur kavaleri dengan menggunakan binokular mengarahkan kendaraannya ke titik tertentu. Kendaraan tempur yang dimiliki TNI, walaupun jadul dan lawas, merupakan force multiplier bagi kekuatan TNI dalam melaksanakan operasi militer melawan GAM di daerah Aceh ini.

Truk rantis TNI dengan armor batang kelapa. Lapisan batang kelapa ditambah lapisan baja mampu memberikan perlindungan terhadap senjata kaliber kecil.
Truk rantis TNI dengan armor batang kelapa. Lapisan batang kelapa ditambah lapisan baja dirasa mampu memberikan perlindungan terhadap senjata kaliber kecil.

Untuk mengurangi korban akibat penghadangan terhadap kendaraan truk taktis TNI, maka anggota TNI di Aceh melakukan improvisasi terhadap truk pengangkut pasukannya. Biasanya dipasang lapisan baja tambahan dengan las manual, kemudian ditambahi batang batang kelapa sebagai tambahan armor. Walau sederhana, trik yang diaplikasikan dilapangan ini mampu mengurangi korban yang tertembak akibat penghadangan anggota GAM.

Glugu Armor di Aceh
Glugu Armor di Aceh

Glugu Armor ini banyak diaplikasikan di truk truk rantis TNI, pos pos keamanan serta tempat tempat lain yang sering mendapatkan gangguan keamanan dari GAM. Dari evaluasi terhadap pergerakan pasukan menggunakan rantis di Aceh, akhirnya TNI dan Pindad membangun APC Anoa 6×6 dengan melakukan reverse engineering terhadap ranpur VAB 4×4. Selain itu, TNI juga membentuk batalyon batalyon infantri mekanis.

TNI melayani kontak tembak dengan Gerakan Aceh Merdeka, 2003
TNI melayani kontak tembak dengan Gerakan Aceh Merdeka, 2003

Pasukan TNI bergegas turun dari kendaraan tempur untuk melayani kontak tembak yang diberikan oleh anggota Gerakan Aceh Merdeka. Kendaraan lapis baja tersebut memberikan perlindungan terhadap serangan senjata kaliber kecil. Kendaraan tersebut juga dapat memberikan firepower tambahan dengan kanon dan senapan mesin berat yang dibawanya.

Penembak senapan mesin sedang beraksi
Penembak senapan mesin sedang beraksi

Penembak senapan mesin memberikan covering fire terhadap rekan pasukannya. Tembakan yang diberikan secara terus menerus dapat menekan lawan untuk menghentikan tembakannya dan membuat pasukan kawan bisa maju dan balas menembak lawan. Senapan mesin regu ini membuat sebuah pasukan mempunyai firepower berlipat dibandingkan dengan anggota GAM yang menjadi musuhnya.

Perjanjian damai Helsinki
Perjanjian damai Helsinki

Kini semuanya sudah selesai. Perjanjian Helsinki sudah ditandatangani dan point pointnya sudah dilaksanakan. Diantaranya, GAM menghentikan perlawananya, diterapkannya Syariat Islam dalam hukum daerah serta adanya partai lokal Aceh. Mari kita doakan agar damai senantiasa ada di NKRI ini.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

1 COMMENT

  1. Jika Pindad saat itu melakukan reverse engineering terhadap VAB menjadi Anoa 6×6, kapan dilakukan reverse engineering terhadap anti-tank rocket launcher (LRAC F1, PF-98, RPG-7), ATGM (Javelin), MANPADS (Igla, Stinger, RBS-70), truk angkut personel, dll? Semoga kemandirian alutsista semakin meningkat.

Comments are closed.

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua