Wednesday, May 18, 2022
HomeBlog MiliterMengenal Missile Technology Control Regime, Lembaga Proliferasi Senjata Pemusnah Masal (Bagian 2)

Mengenal Missile Technology Control Regime, Lembaga Proliferasi Senjata Pemusnah Masal (Bagian 2)

HobbyMiliter.com – Missile Technology Control Regime. Setelah beberapa waktu yang lalu telah kita bahas secara singkat terkait apa itu Missile Technology Control Regime, kali ini, HobbyMiliter.com akan kembali membahas tentang Missile Technology Control Regime atau MTCR sebagai lembaga proliferasi senjata pemusnah masal. Kali ini HobbyMiliter.com akan membahas tentang program senjata pemusnah masal apa saja yang berhasil digagalkan oleh MTCR.

A. Proyek Rudal Balistik Condor II

Rudal Condor II Milik Argentina
Rudal Condor II Milik Argentina Yang Juga Dikenal Dengan Badr2000 Oleh Iraq

Pada medio tahun 1980 an, Argentina yang bekerjasama dengan Mesir dan Irak, membangun sebuah rudal balistik yang diberi nama Condor II (Versi Irak dinamai BADR-2000). Rudal Condor II ini, merupakan rudal balistik dengan jarak jangkau maksimal 1.000 kilometer. Pada awal pengembangannya, Argentina menyediakan lahan serta fasilitas riset dan pengembangan bersama fasilitas produksi masal rudal tersebut, sedangkan Irak menjadi penyedia dana dan Mesir menjadi pencari teknologi yang dibutuhkan untuk pengembangan rudal tersebut.

BACA JUGA :  OV-10F Bronco, Pesawat Pemburu GPK (Gerakan Pengacau Keamanan)
Rudal Condor II Milik Argentina
Rudal Condor II Milik Argentina.

Proyek rudal balistik Condor II berkembang sangat lambat sehingga pada tahun 1989 muncul ketidakpuasan dari Irak sebagai penyedia dana. Lambatnya pengembangan rudal balistik tersebut lebih banyak disebabkan karena kurangnya teknologi untuk riset dan pengembangan rudal balistik dalam negeri yang dimiliki Argentina serta sulitnya mendapatkan alat alat dan teknologi inti yang diperlukan untuk pengembangan rudal tersebut.

Rudal Condor II Milik Argentina
Rudal Condor II Milik Argentina

Proyek rudal balistik Condor II atau BADR-2000 awalnya dibuat untuk dapat menciptakan sebuah rudal dengan 2 stage atau tingkatan yang dapat menghantarkan muatan berupa hulu ledak hingga mencapai jarak jangkau maksimal 1.000 km. Pada versi Condor II, tingkat pertama rudal tersebut ditenagai dengan roket pendorong berbahan bakar padat atau solid fuel engine dan tingkat kedua rudal tersebut ditenagai oleh roket pendorong berbahan bakar cair atau liquid fuel engine. Tidak seperti rudal Condor II, BADR-2000 yang merupakan versi  besutan Irak nantinya akan ditenagai oleh roket pendorong berbahan bakar padat atau solid fuel engine pada kedua tingkatan. Diperkirakan pada saat itu jika proyek rudal Condor II ini tetap berjalan sesuai jadwal, maka setiap rudal Condor II atau BADR-2000 yang diproduksi masal nantinya dapat membawa beban muatan hulu ledak hingga 350 kilogram.

BACA JUGA :  Awasi Tiongkok di Laut Cina Selatan, Jepang Pinjamkan 5 Pesawat Latih TC-90 Ke Filipina
Rudal Condor II Milik Argentina
Rudal Condor II Milik Argentina

Berhentinya proyek rudal Condor II dan BADR-2000 ini disebabkan oleh tekanan politis dari negara – negara anggota MTCR. Tekanan ini dapat berupa sanksi ekonomi yang akhirnya menyulitkan Argentina, Irak, serta Mesir untuk dapat bertumbuh secara ekonomi. Namun demikian, sudah jelas siapa pemberi sumbangsih terbesar dalam berhentinya proyek Condor II dan BADR-2000 ini, ya, Amerika Serikat memberikan tekanan yang cukup kuat pada Argentina, baik dari segi politik maupun ekonomi, yang memaksa Argentina untuk menghentikan proyek Condor II. Saat tim HobbyMiliter.com menelusuri tautan terkait proyek Condor II, tanpa sengaja tim HobbyMiliter.com menemukan satu dokumen CIA yang sudah dipublikasikan terkait kronologis singkat berhentinya proyek rudal Condor II Argentina ini.

BACA JUGA :  Pasukan Suriah Hancurkan Konvoi Mobil Tanker Minyak ISIS
Laporan CIA Terkait Rudal Condor II Argentina
Laporan CIA Terkait Rudal Condor II Argentina.
Sumber : CIA

Dalam dokumen tersebut dijelaskan secara garis besar bahwa Amerika beserta negara – negara anggota MTCR yang lain menekan presiden Carlos Menem untuk sesegera mungkin menghentikan program rudal balistik Condor II. Presiden Menem kemudian mengalihkan aset – aset dalam pengembangan rudal balistik Condor II untuk diarahkan ke penggunaan yang lebih aman dan umum, seperti misalnya untuk riset wahana antariksa luar angkasa. Berhentinya proyek rudal balistik Condor II juga merupakan tolak ukur utama bergabungnya Argentina menjadi Anggota MTCR pada medio tahun 1993.

Kristian Prasetyo Lobohttps://www.facebook.com/Achtung.sniper
Just an ordinary person who loves diecast and military related-stuffs. Enjoy my writings as you enjoy your daily delicious food. Wanna put some suggestion? Don't hesitate to comment on my posts or you can sending me message on my facebook profile. ^^

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Depohar AU Russia

Foto Foto Depohar Pesawat Angkut Russia

2
HobbyMiliter.com - Seperti angkatan bersenjata besar lainnya, Angkatan Udara Russia juga mempunyai beberapa fasilitas pemeliharaan bagi semua arsenalnya. Salah satunya adalah fasilitas pemeliharaan pesawat...

Recent Comments