Monday, November 23, 2020
Home Alutsista Rudal Mengenal S-300PT & PS Varian Awal Dari S-300P.

Mengenal S-300PT & PS Varian Awal Dari S-300P.

Mengenal S-300PT & PS (SA-10 Grumble) Varian Awal Dari S-300P-Hobbymiliter.com. Belakangan ini nama sistem hanud S-300 mencuat kembali, utamanya pada konflik Nagorno-Karabakh dimana Azerbaijan menyerang situs hanud S-300 milik Armenia, lalu Armenia yang menggunakan S-300 ini untuk melindungi ibukota Yerevan dari gangguan UAV Azerbaijan.

Namun demikian dalam artikel ini penulis membidik dari segi sejarah dan awal mula sistem ini, lalu kurang lebih memberi “pengenalan singkat” tentang desain lalu batasan daripada sistahanud ini.  Illustrasi diatas menunjukkan peluncur 5P58 dari S-300 milik Armenia, sistem S-300 sendiri kurang lebih ditunjukkan di media.

Awal Mula SA-10 dan perdebatan disekelilingnya.

Sahibulhikayat. Inisiatif perancangan Sistem S-300 sendiri diawali pada tahun 1966, dimana Uni Soviet pada masa itu masih melakukan pengujian terhadap sistahanud jarak jauh S-200 (SA-5 Gammon). Konsep yang direncanakan pada masa itu adalah suatu sistem baru yang diharapkan mampu :

  • Menyerang beberapa sasaran sekaligus, yang terbang dalam berbagai ketinggian.
  • Mobilitas tinggi (Waktu persiapan baterai hingga siap menembak adalah 5 menit).
  • Standar dimana system ini dapat dimanfaatkan oleh Pasukan pertahanan udara negara (PVO-S), Pasukan pertahanan udara angkatan darat (PVO-A) dan Angkatan Laut.

Untuk memenuhi kebutuhan tersebut, ada 2 sistem yang diajukan yaitu S-300 dan S-500U. Dari kedua system tersebut, S-500U ditolak karena ia tidak mampu memenuhi kebutuhan PVO-A untuk system yang bisa menembak jatuh rudal balistik.

Dalam fase lanjutan desain S-300, terjadi perdebatan mengenai spesifikasi system, dimana PVO-A mengkehendai mobilitas sangat tinggi dan kemampuan anti rudal balistik, sementara PVO-S dan Angkatan laut mengkehendaki kemampuan utama menembak jatuh rudal jelajah dan sasaran yang terbang rendah.

Perdebatan ini akhirnya diselesaikan oleh Dimitry Ustinov selaku kepala komite pertahanan Soviet yang memerintahkan produksi 2 sistem yaitu S-300P untuk PVO-S dan angkatan laut, sementara untuk angkatan darat, diproduksi S-300V. Varian S-300P akan dikembangkan oleh MKB Strela sementara S-300V dikembangkan oleh NIEMI.

S-300P dan AA Raspletin

Keluarga S-300P sendiri dikembangkan oleh MKB-Strela yang kemudian berganti nama menjadi Biro desain Almaz.  Pengembangan system ini dikepalai oleh AA Raspletin, salah satu “Raksasa” perintis teknologi system hanud Soviet.

A.A Raspletin
A.A Raspletin salah satu perintis teknologi radar hanud Soviet/Rusia

A.A Raspletin adalah ahli radar Soviet/Rusia, beliau merintis karirnya dari bawah dan menjadi pelopor system hanud rudal Soviet, diantaranya S-25 Berkut (SA-1 Guild), keluarga S-75 (SA-2 Guideline) dan keluarga S-200 (SA-5 Gammon).  Sayangnya beliau meninggal dunia pada tahun 1967.  Klik Disini untuk biografi beliau.

Pengembangan S-300P Sendiri akhirnya dilanjutkan oleh kepala pengembangan yang baru yaitu Boris.V Bunkin pada tahun 1969. Namun demikian sebelum meninggal, AA Raspletin membuat dua keputusan penting dalam pengembangan S-300P yaitu :

  • Penggunaan radar dengan sapuan elektronik (phased array)
  • Penggunaan komponen elektronik yang lebih maju yaitu IC (Integrated Circuit) Bukan lagi tabung hampa seperti sistahanud terdahulu.
BACA JUGA :  Jepang Lipatgandakan Unit F-15s Di Pangkalan Okinawa Dekat Pulau Sengketa

Pengembangan komponen dan kelengkapan S-300

Pengembangan komponen S-300P selanjutnya dibagi ke beberapa biro desain yaitu :

  • Almaz : mengembangan system radar pembidikan 5N63 (Flap Lid)
  • Fakel : Mengembangkan peluru kendali yang digunakan untuk S-300P yaitu 5V55 (lalu 48N6 pada varian selanjutnya)
  • Industri instrument Presisi Novosibirsk (NII) : Mengembangkan radar peringatan dini seperti 5N64 (Big Bird)yang akan digunakan oleh pos komando 5N83
  • Peluncur yaitu 5P851 yang dikembangkan oleh Leningrad KBSM

Varian angkatan laut yaitu S-300F (Fort) diserahkan kepada biro desain Antey dan Altair, yang akan dibahas dalam artikel mendatang, namun kedua sistem ini memanfaatkan rudal yang sama yaitu keluarga 5V55.

Produksi perlengkapan dan pengujian S-300P sendiri dimulai pada tahun 1973. Ada hal menarik dalam pengembangan kelengkapan sistahanud ini yaitu mengapa metode peluncuran yang dipilih adalah “Cold Launch” dimana rudal dilontarkan terlebih dulu ke udara sebelum motor roket menyala.

Cold Launch

Pemilihan metode peluncuran semacam itu diawali pada waktu diskusi standarisasi antara S-300P yang berbasis darat dan S-300F untuk kapal perang. Pyotr Grushin, kepala desainer dari biro desain Fakel sebelumnya merencanakan metode Hot launch dimana rudal akan menghidupkan motor roket didalam peluncur.  Namun demikian metode ini dianggap kurang memuaskan.

Dengan demikian Pyotr Grushin akhirnya memberikan solusi berupa metode Cold Launch dimana rudal akan dilontarkan ke udara terlebih dulu sebelum menyalakan motor roket.

Peluncur S-300PMU Cina
Peluncuran rudal 5V55 dari S-300PMU Cina.

Radar Phased Array

Salah satu komponen kunci yang diputuskan oleh Raspletin sebelum beliau meninggal adalah penggunaan radar Phased Array atau radar yang mampu melakukan sapuan secara elektronik tanpa atau dengan sedikit gerakan antenna.

Radar 5N63
5N63 Flap Lid A Oleh Miroslav Gyurosi (2009) varian yang digunakan untuk S-300PT

Penggunaan konsep sapuan elektronik ini memberikan keunggulan diantaranya :

  • Kemampuan melacak beberapa sasaran sekaligus
  • Lebih tahan terhadap pengacakan/jamming
  • Kemampuan memandu beberapa rudal sekaligus

Radar 5N63 dan 5N64 pada keluarga S-300P menunjukkan loncatan teknologi yang jauh daripada sistem hanud terdahulu, bilamana sistem S-75 (SA-2) hanya bisa menyerang 1 sasaran. S-300 bisa menyerang 6 sasaran sekaligus, bilamana SA-2 hanya bisa memandu 2 rudal per sasaran. S-300P bisa memandu total 12 rudal.  Adapun lebih detail mengenai fitur 5N63 dan variannya yaitu 30N6 dan 92N6 akan menjadi bahasan tersendiri di artikel mendatang.

Radar manajemen tempur 5N64
Radar manajemen tempur 5N64 untuk S-300P
sumber :https://twitter.com/halmiso1/status/1062637302802014209

S-300PT- Varian awal yang seharusnya tidak ada.

Tes dan pengembangan komponen awal dari S-300P terus berlangsung dari tahun 1973 hingga 1978.  Untuk memenuhi kebutuhan mobilitas, maka digunakan variasi daripada kendaraan MAZ-543. Pengembangan varian ini dilakukan oleh perusahaan MAZ. Namun demikian terjadi masalah pengembangan kendaraan pengangkut ini. Dengan demikian varian pertama S-300P yang masuk dinas operasional diputuskan untuk bersifat Semi-mobile.

BACA JUGA :  Subsonex JSX-2, Jet Pribadi Termurah Yang Bisa Dirakit Sendiri
SAGG,TVM dan Command Guidance

Varian inilah yang disebut dengan S-300PT. Masalah pengembangan lain yang terjadi adalah pada pemanduan. Awalnya S-300 direncanakan untuk memanfaatkan skema pemanduan “SAGG (Seeker Aided Ground Guidance)”. Skema ini adalah sama dengan yang digunakan oleh MIM-104 Patriot buatan Amerika Serikat yaitu TVM (Track Via Missile) atau “GAS (Ground Aided Seeker)”  dimana ia menggabungkan antara pemanduan Radar Semi Aktif dan “radio kontrol”/Command Guidance.

Perbedaan diantara keduanya terletak pada rudal dimana SAGG mampu beroperasi seperti layaknya rudal berpandu radar semi-aktif, kepala pandunya memiliki kemampuan menghasilkan komando pengendalian sendiri. Sementara untuk TVM, kepala pandu akan langsung mentransmisikan data mentah yang diterimanya ke radar darat.  Radar kendali penembakan di darat baik untuk SAGG maupun TVM kemudian menggabungkan data tersebut  lalu memancarkan perintah ke rudal.  Keunggulan skema ini adalah ia lebih akurat daripada SARH atau Command guidance.

Dikarenakan masalah pengembangan skema pemanduan diatas, akhirnya diputuskan bahwa S-300P yang masuk operasional akan terlebih dulu menggunakan skema pemanduan Command Guidance. Akibatnya S-300PT waktu ia masuk dinas memiliki daya jangkau hanya 47 Km. Rudal yang digunakan adalah varian 5V55 yaitu 5V55K yang tidak memiliki kepala pandu SAGG.

Namun demikian sistem ini tetap merupakan loncatan bagi Pertahanan udara Soviet waktu itu. Waktu penggelaran untuk sistem ini adalah 30 menit.

Selain daripada radar 5N63 dan 5N64, S-300PT dan varian selanjutnya juga dilengkapi dengan radar lain yaitu 5N66. Radar ini adalah khusus untuk mendeteksi sasaran yang terbang rendah.  Radar 5N66 ini digelar secara eksklusif melalui tiang penyangga 40V6 dan 40V6M

Radar 5N66 dan 5N63 pada tiang 40V6
Radar 5N63 dan 5N66 pada tiang 40V6M (Miroslav Gyurosi-2009)

Secara utuh komponen dari S-300PT ini adalah sbb :

Komponen S-300PT
Komponen S-300PT

Dapat dilihat pada illustrasi diatas bahwa sistem ini masih bersifat semi-mobile. S-300PT ini sendiri ya memiliki trailer peluncur yang unik dimana rudal akan ditegakkan ke arah depan. Bandingkan dengan peluncur swagerak S-300PS.

Sistem Rudal S-300PT ini akhirnya diterima masuk dinas pada tahun 1979. Sistem ini langsung digunakan untuk menggantikan situs-situs S-75 Dvina (SA-2) yang melindungi Moskow.

S-300PS Varian Mobile dari S-300P.

Seiring dengan masuk dinasnya S-300PT, S-300PS mulai diuji-coba. S-300PS adalah varian yang benar-benar swagerak dimana hampir seluruh komponennya ditempatkan pada sasis swagerak. Perbedaan keduanya sudah jelas terlihat. Tentu yang paling jelas adalah perbedaan desain peluncur dan radar seperti pada illustrasi dibawah.

Peluncur S-300PT
Peluncur Semi-mobile, dari S-300PT

Sementara untuk S-300PS sudah swagerak

S-300PS
Peluncur dan Radar pembidikan 5N63 milik S-300PS

Radar juga demikian. varian swagerak dari 5N63 diberi designasi 5N63S.

Selain pengembangan varian swagerak. Konsep pemanduan juga diperbaharui. varian S-300PS menggunakan rudal 5V55R. Dengan adanya pembaharuan sistem pemanduan ini daya jangkau S-300PS adalah lebih jauh daripada S-300PT, yaitu 75 Km dengan rudal 5V55R.

BACA JUGA :  Foto Foto Deployment 3 F-16A Skadron Udara 16 di Lanud Manuhua Biak

Cakupan rudal S-300P
Cakupan rudal 5V55K (S-300PT) dan 5V55R milik S-300PS/PMU

Namun demikian dikarenakan masih diperlukannya pengembangan lebih lanjut utamanya dalam hal infrastruktur. S-300PS ini baru masuk dinas resmi pada tahun 1983.  Pembaharuan juga dilakukan pada S-300PT, dengan memasukkan fitur-fitur S-300PS.  Sistem S-300PT yang memperoleh pemutakhiran ini menerima designasi baru yaitu S-300PT-1.

S-300PS bisa dikatakan sudah memenuhi spesifikasi teknis tahun 1966. Namun demikian seperti halnya varian S-300 lainnya. Waktu penggelaran 5 menit ini adalah sangat relatif, bilamana situs hanud dimana sistem ini digelar memerlukan adanya tiang/menara 40V6 atau V6M maka waktu penggelaran akan jauh lebih lama yaitu 45-90 Menit.

Keraguan

Waktu penggelaran 5 menit ini sendiri juga diragukan sewaktu masa uji coba. Alkisah purwarupa baterai S-300PS melakukan uji coba. Awalnya uji coba direncanakan pada situs yang sudah disepakati, tujuannya adalah untuk memaksimalkan pengumpulan data.  Seorang jenderal Soviet yaitu Kolonel Jendral Anaotliy Khyupenen, yang juga menjabat sebagai pengawas pengujian S-300PS ini mengeluhkan bahwa metode pengujian adalah tidak akurat untuk merefleksikan mobilitas S-300PS.

Dikala pengujian, terjadi hal yang tidak terduga yaitu mogoknya salah satu kendaraan dalam konvoi S-300PS.  Seorang insinyur dari biro desain Almaz yaitu Vyacheslav Volkhov melihat kejadian tersebut sebagai kesempatan. Beliau memerintahkan konvoi tersebut untuk langsung digelar di tempat.  Baterai S-300PS tersebut langsung melakukan penggelaran, diawali dengan penentuan posisi geografis baterai dan kondisi lapangan oleh kendaraan 1T12. Pelaporan posisi baterai ke pusat komando, designasi sasaran dan penembakan.  Sasaran berupa drone berhasil dihancurkan. Keseluruhan proses diatas terbukti dapat dilakukan hanya dalam 5 menit.

Versi Ekspor

Seiring memuncaknya produksi S-300 dan terlindunginya wilayah strategis Soviet. S-300PS pun diperbolehkan untuk diekspor. varian ekspor dari S-300PS ini diberi designasi S-300PMU. Klien-klien pertama dari sistem ini adalah negara-negara Eropa Timur seperti Republik Ceko dan Jerman Timur. Negara Asia pertama yang tercatat sebagai klien S-300PMU ini adalah Cina.

Varian ekspor ini memiliki sedikit perbedaan dengan varian yang digunakan oleh Soviet/Rusia sendiri. Utamanya dalam hal Radar manajemen tempur.  S-300PMU tidak menggunakan 5N64 melainkan 36D6 atau ST-68 “Tin Shield” sebagai radar peringatan dini dan manajemen tempur. Selebihnya adalah sama dengan S-300PS. Berikut ini adalah komponen daripada S-300PMU.

Komponen versi ekspor S-300PMU
Versi Ekspor dari S-300PS (S-300PMU)

Final remarks.

Pada paparan diatas sudah kurang lebih disajikan mengenai sejarak daripada keluarga S-300P. Mulai dari tahun 1966 hingga ekspor pada tahun 1980-1990’an.  Adapun cerita tentang S-300 tidak akan berhenti disini karena masih banyak aspek yang dapat digali.  Mulai dari pemilihan parameter teknis hingga evolusi lanjutan dari sistem ini. Artikel lanjutan akan membahas mengenai kelanjutan keluarga S-300P yaitu S-300PM, PM-2 dan akhirnya S-400.

 

Dhimas Afihandarin
Dhimas Afihandarinhttp://stealthflanker.deviantart.com
Pecinta militer, terutama yang berkaitan dengan topik Pertempuran elektronika dan desain alutsista.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis

SMX-31, kapal selam masa depan Prancis- Hobbymiliter.com. SMX-31 adalah suatu konsep kapal selam masa depan dari negeri Baguette. Konsep ini adalah unik karena memperkenalkan...

STRIL, Sistem koordinasi & datalink AU Swedia

Sejarah STRIL, Sistem Koordinasi & datalink AU Swedia- Hobbymiliter.com.  Bahwa Swedia terkenal sebagai salah satu negara di semenanjung Skandinavia yang bersifat independen atau dalam...

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?

Bagaimana drone menaklukkan pertahanan udara ?- Hobbymiliter.com. Bidang Pertahanan udara dewasa ini memiliki sebuah pertanyaan,  utamanya setelah perang Suriah, Libya, serangan drone AS di...

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS

Barbel Class, kapal selam diesel terakhir AS- hobbymiliter.com. Bahwa dewasa ini kita mengenal Angkatan laut AS utamanya dari armada kapal selam nuklirnya. Nama-nama seperti...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua