Israel Kirim Tank Dan Meriam Artileri Di Perbatasan Dengan Suriah
Israel Kirim Tank Dan Meriam Artileri Di Perbatasan Dengan Suriah. Meriam Artileri Swagerak M109 Paladin Yang Dikirim Untuk Memperkuat Kedudukan Pasukan Israel Di Wilayah Yang Berbatasan Dengan Suriah.Sumber : defence-blog

HobbyMiliter.com – Israel Kirim Tank Dan Meriam Artileri Di Perbatasan Dengan Suriah. Angkatan Bersenjata Israel dikabarkan telah mengirimkan tambahan pasukan beserta alat utama sistem senjata atau alutsista ke wilayahnya yang berbatasan dengan Suriah. Dikabarkan pada hari Minggu, 1 Juli 2018 telah dikirimkan bala bantuan ke wilayah Israel yang berbatasan dengan Suriah. Diantara rombongan bala bantuan tersebut terdapat unit – unit tank Merkava, unit – unit meriam artileri swagerak M109 Paladin, serta kendaraan pusat komando bergerak M577, serta kendaraan – kendaraan tempur lainnya.

Baca juga :   AS Setujui Penjualan Jet F-15QA Untuk Qatar

Pihak Israel Defense Force atau IDF melaksanakan pengiriman pasukan tersebut sebagai respon atas meningkatnya kontak tembak antara pasukan pemberontak Suriah dengan pasukan Pemerintah Suriah yang terjadi di sekitar wilayah Suriah yang berbatasan dengan Israel. Seperti diketahui, Israel menyatakan diri tidak akan terlibat dalam konflik dalam negeri Suriah, yang merupakan perang saudara antara pasukan Pemerintah Suriah pro presiden Bashar al Assad dengan pasukan kubu pemberontak.

Meski menyatakan diri tidak ingin ikut campur dalam konflik dalam negeri Suriah, pemerintah Israel secara tegas menyebut bahwa mereka tidak akan segan – segan membalas setiap aksi yang menurut pandangan mereka “provokatif, mengancam warga negara Israel, dan mengancam kedaulatan negara Israel”. Tidak jelas berapa unit kendaraan tempur yang dikirimkan secara pasti, namun pengiriman ini dapat dikatakan cukup meningkatkan kekuatan pasukan Israel di wilayah yang berbatasan dengan negara tersebut. Dikutip dari laman defence-blog, seorang juru bicara dari pihak Pasukan Pertahanan Israel atau IDF mengeluarkan pernyataan yang menyebut bahwa Israel akan terus menjaga komitmen nya untuk tidak ikut campur dalam perang sipil di Suriah, namun akan segera merespon (dengan cepat dan dengan kekuatan militer penuh,red) jika ada ancaman yang dapat membahayakan kedaulatan dan atau warga sipil di Israel.

Baca juga :   Phalanx CIWS: Pertahanan Terakhir Kapal Perang US Navy

Sementara itu, pasukan militer Suriah yang pro terhadap Presiden Bashar al Ashad terus melanjutkan operasi militer melawan pasukan pemberontak yang berada di provinsi Deraa. Operasi militer ini akhirnya menyisakan satu kubu pertahanan di wilayah sekitar provinsi Idlib, yang juga berbatasan dengan Turki.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here