Tuesday, June 25, 2024
HomeMiliterAnalisis MiliterFoto Foto Kekuatan Alutsista Pertahanan Udara Mesir

Foto Foto Kekuatan Alutsista Pertahanan Udara Mesir

Saat ini Mesir masih memiliki 16 baterai rudal SA-6 Gainful yang sudah di refurbish dan sudah ditingkatkan kemampuannya. 1 baterai SA-6 Gainful memiliki 6 buah TEL (kendaraan peluncur) dan setiap TEL membawa 3 buah rudal.

SA-3 Goa/S-125 Pechora

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : S-125 Pechora-2M
Alutsista Pertahanan Udara Mesir : S-125 Pechora-2M

Rudal buatan Soviet ini, setelah milik Suriah berhasil menembak F-16 Israel, menjadi cukup terkenal. terlebih digambarkan sebagai rudal sepuh, lawas dan jadul. Rudal S-125 Pechora milik Mesir yang beroperasi saat ini bukanlah rudal jadul. Pada 2012 Mesir membeli sekitar 70an paket upgrade unit Pechora nya.

Hasil rombakannya diberi nama Pechora-2M. Paket perombakan meliputi perawatan rudal, penggantian propellant, penggantian radar menjadi berteknologi digital. Jarak jangkaunya tetap di kisaran 35 Km. Kemungkinan besar, S-125 Pechora yang dimiliki oleh Suriah juga sudah menerima upgrade sejenis dari Rusia. Bagi S-125 Pechora, saat ini sudah bukan lagi rudal jadul dan lawas, tetapi sudah menjadi muda dan sangar kembali.

BACA JUGA :  Foto Foto Kuburan Pesawat Tempur Rusia di Lebyazhye

SA-15 Gauntlet/TOR

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : TOR
Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : TOR

TOR ini merupakan sistem rudal anti pesawat buatan Rusia. Jarak jangkaunya sekitar 12 Km. Konsepnya, menyatukan rudal, radar, fire control dalam satu kendaraan. Alhasil, guna meningkatkan efisiensi, rudal pun dipasang dalam keadaan vertikal, sehingga tidak perlu di-tegak-kan terlebih dahulu seperti misalnya sistem Pechora. Mesir memiliki 16 unit TOR ini.

Tayer El Sabah

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Tayer El Sabah
Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Tayer El Sabah

Tayer El Sabah merupakan usaha Mesir untuk memperpanjang umur rudal tua SA-2 Guideline / S-75 Dvina. Mesir mempunyai stok rudal SA-2 cukup banyak, dan menjelang akhir masa hidupnya Mesir melakukan reverse Engineering dan refurbishment. Mesir diperkuat oleh sekitar 40 baterai rudal ini. 1 baterai terdiri dari 8 rudal dan 1 radar. Tayer El Sabah ini dipasang sebagai pertahanan pangkalan dan sulit untuk dipindah pindahkan.

BACA JUGA :  Foto Foto Sangar Kamov Ka-52, Cocok Untuk Jadi Heli Kavaleri Udara Marinir?

SA-17 Grizzly/9K37 BUK

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Buk
Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Buk

Sistem rudal buatan Rusia ini merupakan pengganti dari sistem SA-6 yang sudah uzur. Seperti halnya SA-6, SA-17 BUK ini terdiri dari beberapa macam kendaraan dalam setiap sistemnya. Yang pertama tentu adalah kendaraan radar. Tugasnya mendeteksi dan mengunci sasaran sasaran.

Yang kedua adalah kendaraan peluncur atau sering disebut sebagai TEL (Transporter Erector Launcher) dan yang ketiga adalah Command Post. Mesir memiliki versi TEL yang mempunyai radar, sehingga disebut sebagai TELAR. Canggihnya Buk, radar dan fire control dari Buk system ini bisa menjadi master atas unit SA-6 Gainful. Mesir memiliki sekitar 10 Baterai.

SA-23 Gladiator/S300VM (Antey 2500)

Alutsista Pertahanan Udara Mesir: S300VM
Alutsista Pertahanan Udara Mesir: S300VM

Mesir memperoleh komponen pertama dari sistem S300VMnya pada tahun 2015. Dengan total anggaran sekitar 1 Milyar Dollar, Mesir mengakuisisi 4 Baterai S300VM, sebuah command post dan peralatan pendukung lainnya.

Dengan datangnya S300VM ini, Angkatan Pertahanan Udara Mesir dapat menciptakan area denial dengan radius 200 Km per baterainya. 3 baterai digunakan oleh operasional dan 1 baterai untuk training center.

BACA JUGA :  Foto Foto Deployment 3 F-16A Skadron Udara 16 di Lanud Manuhua Biak

Selain alutsista alutsista yang disebutkan diatas, Mesir juga masih diperkuat dengan 18 baterai rudal buatan Amerika MM-23 Hawk, dengan 6 peluncur per baterai. Kemudian juga masih ada sekitar 40 unit ZSU-57-2 yang pada dasarnya adalah meriam simbah S-60 laras ganda yang diberikan platform gerak sendiri.

Kemudian juga ada 72 unit M167 Vulcan Air Defense System. Sistem buatan Amerika yang merupakan meriam tarik 20mm ini menggunakan kanon Vulcan sebagai senjata utamanya. Meriam ini berfungsi ganda untuk memberikan bantuan tembakan bagi pasukan darat. Disamping dengan ribuan meriam meriam pertahanan udara pembelian jaman Soviet dulu. (Jangan lupa meninggalkan komentar pada form komentar di bawah artikel ini).

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

7 COMMENTS

  1. Yang menarik, SA-2 jaman Trikora dan Vietnam, masih di pertahankan dan dirawat ya; Efektif ga ya lawan F-35 Adirnya Israel? Dengan segitu banyak rudal pun, beli S300 cuma 4 sistem ya, mahal bener berarti ya?

  2. Seharusnya Indonesia bisa lbh banyak&berkualitas utk alutsista nya baik darat, udara, laut dan arhanudnya.
    Krn versi IMF (2017) PDB Indonesia jauh di atas Mesir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

Belgia Dan Estonia Resmikan Gudang Munisi MAWI Pertama Untuk NATO

Belgia Dan Estonia Resmikan Gudang Munisi MAWI Pertama Untuk NATO

0
Belgia Dan Estonia Resmikan Gudang Munisi MAWI Pertama Untuk NATO - HobbyMiliter.com – Belgia dan Estonia melalui Kepala Pertahanan kedua negara meresmikan unit Gudang...

Recent Comments