Wednesday, September 23, 2020
Home Militer Analisis Militer Foto Foto Kekuatan Alutsista Pertahanan Udara Mesir

Foto Foto Kekuatan Alutsista Pertahanan Udara Mesir

Foto Foto Kekuatan Alutsista Pertahanan Udara Mesir – HobbyMiliter.com. Baru baru ini Mesir merayakan peringatan hari Angkatan Pertahanan Udara Nasional (Air Defense Force Day) pada tanggal 30 Juni 2020. Di Angkatan Bersenjata Mesir, Angkatan Pertahanan Udara (Air Defense Force) adalah suatu matra yang berdiri sendiri, sejajar dengan Angkatan Darat, Angkatan Udara dan Angkatan Laut. Tugas utamanya: Melindungi ruang udara Mesir dari serangan udara musuh.

Pengalaman pengalaman yang didapat dari beberapa kali perang, terutama dengan Israel membuat Mesir menyadari bahwa penguasaan ruang udara sangatlah krusial. Pengalaman sangat berarti didapat ketika sebagian besar pesawat tempur Angkatan Udaranya dihancurkan oleh Israel sehingga membuat pasukan darat mesir sangat bergantung pada payung artileri pertahanan udara.

Dan terbukti pula, walaupun Angkatan Udara lumpuh, payung yang disediakan oleh kekuatan pertahanan udaranya mampu menimbulkan kerugian yang signifikan bagi pesawat pesawat tempur Israel. Walaupun memang, artileri pertahanan udara tetap tidak bisa menggantikan peran strategis Angkatan Udara dalam hal serangan ofensif dan penguasaan keunggulan di udara.

Liputan Pertahanan Udara Mesir di tahun 70-an; Warna Merah merupakan area liputan SA-2 Guideline/S-75 Dvina dan warna biru merupakan wilayah liputan SA-3 Goa/S-125 Pechora. Perhatikan betapa tebal dan berlapis tumpang tindih liputannya di sepanjang wilayah Sinai.
Liputan Pertahanan Udara Mesir di tahun 70-an; Warna Merah merupakan area liputan SA-2 Guideline/S-75 Dvina dan warna biru merupakan wilayah liputan SA-3 Goa/S-125 Pechora. Perhatikan betapa tebal dan berlapis tumpang tindih liputannya di sepanjang wilayah Sinai.

Saat ini, Mesir menerapkan konsep pertahanan udara berlapis dalam pergelaran pasukannya. Mulai dari menggelar pertahanan udara titik di level batalyon dan Brigade; Pertahanan udara medium range di level Divisi dan Korps; Hingga pertahanan udara jarak jauh di level regional; Asal alutsistanya pun bermacam macam sumber, mulai dari rudal rudal lawas buatan Soviet, rudal rudal soviet yang di-refusrbish sendiri, rudal rudal asal Perancis, rudal rudal asal Amerika dan tidak ketinggalan rudal rudal pertahanan udara asal Rusia. Lengkap. Berikut foto foto dan penjelasan singkat mengenai alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir.

SA-7 Grail alias 9K32 Strella

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir: SA-7 Grail / Strella
Alutsista Pertahanan Udara Mesir: SA-7 Grail / Strella

Rudal Strella ini merupakan rudal pertahanan titik jarak dekat buatan Soviet. Rudal ini berkategori MANPADS (man-portable, shoulder-fired, low-altitude surface-to-air missile system – MANPADS). Angkatan Pertahanan Udara Mesir mempunyai cukup banyak rudal ini untuk melengkapi pertahanan udara titik di level batalyon. Versi awal dari rudal Strella ini mendapatkan predikat battle proven ditangan Mesir ketika berhasil menembak jatuh sebuah A-4 Skyhawk Israel di Sinai, 19 Agustus 1969.

Tampak dalam foto, tim penembak rudal Strella dilengkapi dengan Jeep Wrangler terbaru yang dapat meningkatkan mobilitasnya ketika bertugas melindungi gerak manuver batalyon yang menjadi tanggung jawabnya. Di Indonesia, tercatat TNI AL mempunyai rudal ini juga sebagai bagian dari paket pembelian korvet Parchim di era 90-an. Rudal Strella TNI AL sebagian sudah di refurbish dan mendapatkan nama baru AL-1. Sedang untuk platformnya, di Indonesia Jeep Wrangler Rubicon juga beberapa kali penulis temui menggunakan plat dan warna TNI, tampaknya sebagai kendaraan dinas pimpinan.

ZSU-23-4 Shilka

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : ZSU-23-4 Shilka
Alutsista Pertahanan Udara Mesir : ZSU-23-4 Shilka

ZSU-23-4 Shilka merupakan meriam pertahanan udara gerak sendiri buatan Soviet. Shilka adalah salah satu alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir yang bertugas membabat pesawat terbang dan helikopter yang terbang rendah. Senjata utamanya adalah meriam 23mm 4 laras, mampu mengirimkan hujan peluru kepada sasarannya.

BACA JUGA :  Bell V-44 Quad Tilt Rotor: Ini Dia Adiknya Osprey

Jika dilawankan pesawat jet yang terbang rendah, biasanya menggunakan taktik tembak halang. Lintasan peluru di arahkan ke depan jalur terbang pesawat musuh. Diharapkan pesawat musuh menabrak lintasan peluru berkecepatan tinggi dan hancur meledak.

Di Indonesia peran meriam pertahanan udara gerak sendiri diemban oleh BMV-2 Marinir, dengan kanon 30mm 1 laras. Tentu dengan rate of fire lebih kecil dari Shilka ini. Mesir sendiri memiliki lebih dari 350 unit Shilka.

AN/TWQ-1 Avenger Air Defense System

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir: Avenger Air Defense System
Alutsista Pertahanan Udara Mesir: Avenger Air Defense System

AN/TWQ-1 Avenger Air Defenae System adalah alutsista pertahanan udara gerak sendiri buatan Amerika Serikat. Pada dasarnya, sistem ini merupakan rudal Stinger yang diotomatisasi dan diberi platform Humvee. Mesir mempunyai 75 baterai sistem Avenger ini, dimana 1 baterai biasanya terdiri 8 kendaraan peluncur dan kendaraan komandan. Setiap unit Avenger biasanya membawa 8 unit rudal stinger dan 1 unit SMB kaliber 12.7mm.

Avenger ini ditugaskan untuk menghadapi sasaran berketinggian rendah seperti UAV, pesawat serang darat, dan helikopter. Untuk transportasinya, Chinook dan Hercules dengan mudah memindahkannya ke wilayah yang membutuhkan dengan segera.

Di Indonesia, sistem ini serupa dengan kombinasi Pindad Elang (Renault Sherpha) dengan rudal Mistral dalam sistem RCWS.

MIM-72/M48 Chaparal

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Chaparal
Alutsista Pertahanan Udara Mesir : Chaparal

MIM-72/M48 Chaparal merupakan alutsista pertahanan udara gerak sendiri buatan Amerika Serikat. Pada dasarnya, sistem ini berupa M113 yang ditandemkan dengan rudal Sidewinder. Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir ini bertugas untuk menghajar target target di wilayah terminal, namun sudah diluar jangkauan MANDPADS. Sistem ini biasanya dipadukan dengan M163 Vulcan Air Defense System, yang merupakan meriam 20mm Vulcan yang menggunakan platform M113 juga.

Dalam pergelarannya di mandala, sistem ini bergerak bersama resimen/brigade lapis baja. Melindungi gerak manuver satuan yang menjadi tanggung jawabnya. Untuk transportasinya, Chinook dan Hercules dengan mudah memindahkannya ke wilayah yang membutuhkan dengan segera. Mesir mempunyai Chaparal sebanyak 86 unit dengan sekitar 1000-1500 rudal Sidewinder. Sedang untuk M163 Vulcannya, Mesir memiliki sebanyak 163 unit.

Crotale Next Generation

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Crotale NG
Alutsista Pertahanan Udara Mesir : Crotale NG

Crotale merupakan rudal pertahanan udara buatan Perancis. Mesir mengoperasikan Crotale untuk memberikan perlindungan bergerak bagi kekuatan daratnya atas ancaman di jarak menengah dan ketinggian menengah. Dengan jarak tembak sekitar 15 Kilometer, Crotale mampu membabat pesawat pesawat hingga ketinggian 9 Kilometer. Saat ini Angkatan Pertahanan Udara Mesir memiliki 16 Baterai Crotale versi terbaru, Crotale NG.

Setiap baterai terdiri dari 9 unit Crotale NG. Dan setiap unit Crotale NG membawa 4 unit rudal. Dalam pergelarannya, setiap baterai selalu dilengkapi dengan armada supply yang menyediakan 2 set reload, sehingga setiap baterai jika berkekuatan penuh mampu membawa 108 rudal, dimana 36 diantaranya dalam posisi siap tembak. Mesir tercatat memiliki nyaris 2000 rudal Crotale NG bagi ke 16 baterai-nya.

Skyguard Amoun System

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Aspide 2000
Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Aspide 2000

Skyguard Amoun System merupakan pertahanan udara titik jarak menengah buatan Italia (Sistem Aspide 2000 nya) dan Swiss (SkyGuard Radar dan meriam Oerlikon 35mm).

BACA JUGA :  Eurosam SAMP/T MAMBA, Rudal Anti Pesawat Eropa

Sistem rudal Aspide 2000 sendiri menggunakan rudal yang dikembangkan dari rudal udara ke udara AIM-7 Sparrow. Mesir menggabungkan ketiga unsur ini menjadi satu kesatuan bernama SkyGuard Amoun. Radar SkyGuard memberikan liputan radar dan tracking sasaran, kemudian data diberikan kepada sistem Rudal Aspide 2000 yang per launchernya memiliki 4 rudal.

Rudal akan melesat membabat sasaran. Jika masih lolos, SkyGuard juga akan memberikan data feed pada sistem meriam Oerlikon GDF-005 35mm yang menjadi komponen meriam CIWS pada sistem ini. Pada meriam Oerlikon GDF-005 35mm terdapat 280 peluru siap tembak.

Meriam ini pada sejarahnya cukup ampuh membabat sasaran udara. Pada versi lawasnya, GDF-002, dengan bantuan radar dan Fire Control SkyGuard, satuan pertahanan udara Argentina berhasil menjatuhkan 1 buah Sea Harier Royal Navy dan 1 unit Harier RAF di perang Falkland. Selain itu juga berhasil membabat pesawat teman sendiri berupa 1 buah Mirage III dengan hanya 3 peluru dan sebuah A-4 karena kesalahan pilot yang terbang di area terlarang sehingga salah identifikasi.

Meriam Oerlikon GDF-005 memiliki range sekitar 6 Km dan Rudal Aspide 2000 memiliki range sekitar 25Km. Mesir mempunyai 44 Baterai sistem ini, dimana 1 baterai terdiri dari 1 buah SkyGuard Radar, 4 peluncur Aspide 2000 (1 peluncur berisi 4 rudal) dan 2 unit meriam Oerlikon GDF-005 35mm.

SA-6 Gainful/2K12 Kub

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : SA-6 Gainful
Alutsista Pertahanan Udara Mesir : SA-6 Gainful

Rudal buatan era Soviet ini merupakan salah satu andalan Mesir saat perang Yom Kippur. Pada pergelarannya di awal perang, rudal ini membuat Israel terkejut karena RWR di pesawat pesawatnya tidak mendeteksi emisi radar dari SA-6 ini. Cukup banyak A-4 Skyhawk yang menjadi korban keganasan SA-6 Gainful ini. Pada awal perang, mobilitas sistem ini dengan tracked platformnya mampu memberikan payung udara dan sempat menegasikan air superiority yang seharusnya Israel dapatkan setelah menghancurkan AU Mesir.

Setelah Israel menyadari keefektifitasan sistem ini, mereka melakukan program ulang RWR dan menambahkan panjang exhaust di A-4 Skyhawk. Barulah sistem ini tidak lagi menjadi ancaman serius, walau disebutkan dalam beberapa literatur, total ada 40 pesawat Israel dari berbagai jenis yang menjadi korban sistem ini. Israel belajar banyak dari Yom Kippur, sebagai hasil belajarnya yang mahal, Israel berhasil menetralisir sistem SA-6 Gainful Suriah dalam perang elektronik di Lembah Bekaa, 1982.

Saat ini Mesir masih memiliki 16 baterai rudal SA-6 Gainful yang sudah di refurbish dan sudah ditingkatkan kemampuannya. 1 baterai SA-6 Gainful memiliki 6 buah TEL (kendaraan peluncur) dan setiap TEL membawa 3 buah rudal.

SA-3 Goa/S-125 Pechora

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : S-125 Pechora-2M
Alutsista Pertahanan Udara Mesir : S-125 Pechora-2M

Rudal buatan Soviet ini, setelah milik Suriah berhasil menembak F-16 Israel, menjadi cukup terkenal. terlebih digambarkan sebagai rudal sepuh, lawas dan jadul. Rudal S-125 Pechora milik Mesir yang beroperasi saat ini bukanlah rudal jadul. Pada 2012 Mesir membeli sekitar 70an paket upgrade unit Pechora nya.

BACA JUGA :  Spanyol Beli Sistem Drone MQ-9 Reaper Dari General Atomics

Hasil rombakannya diberi nama Pechora-2M. Paket perombakan meliputi perawatan rudal, penggantian propellant, penggantian radar menjadi berteknologi digital. Jarak jangkaunya tetap di kisaran 35 Km. Kemungkinan besar, S-125 Pechora yang dimiliki oleh Suriah juga sudah menerima upgrade sejenis dari Rusia. Bagi S-125 Pechora, saat ini sudah bukan lagi rudal jadul dan lawas, tetapi sudah menjadi muda dan sangar kembali.

SA-15 Gauntlet/TOR

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : TOR
Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : TOR

TOR ini merupakan sistem rudal anti pesawat buatan Rusia. Jarak jangkaunya sekitar 12 Km. Konsepnya, menyatukan rudal, radar, fire control dalam satu kendaraan. Alhasil, guna meningkatkan efisiensi, rudal pun dipasang dalam keadaan vertikal, sehingga tidak perlu di-tegak-kan terlebih dahulu seperti misalnya sistem Pechora. Mesir memiliki 16 unit TOR ini.

Tayer El Sabah

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Tayer El Sabah
Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Tayer El Sabah

Tayer El Sabah merupakan usaha Mesir untuk memperpanjang umur rudal tua SA-2 Guideline / S-75 Dvina. Mesir mempunyai stok rudal SA-2 cukup banyak, dan menjelang akhir masa hidupnya Mesir melakukan reverse Engineering dan refurbishment. Mesir diperkuat oleh sekitar 40 baterai rudal ini. 1 baterai terdiri dari 8 rudal dan 1 radar. Tayer El Sabah ini dipasang sebagai pertahanan pangkalan dan sulit untuk dipindah pindahkan.

SA-17 Grizzly/9K37 BUK

Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Buk
Alutsista Angkatan Pertahanan Udara Mesir : Buk

Sistem rudal buatan Rusia ini merupakan pengganti dari sistem SA-6 yang sudah uzur. Seperti halnya SA-6, SA-17 BUK ini terdiri dari beberapa macam kendaraan dalam setiap sistemnya. Yang pertama tentu adalah kendaraan radar. Tugasnya mendeteksi dan mengunci sasaran sasaran.

Yang kedua adalah kendaraan peluncur atau sering disebut sebagai TEL (Transporter Erector Launcher) dan yang ketiga adalah Command Post. Mesir memiliki versi TEL yang mempunyai radar, sehingga disebut sebagai TELAR. Canggihnya Buk, radar dan fire control dari Buk system ini bisa menjadi master atas unit SA-6 Gainful. Mesir memiliki sekitar 10 Baterai.

SA-23 Gladiator/S300VM (Antey 2500)

Alutsista Pertahanan Udara Mesir: S300VM
Alutsista Pertahanan Udara Mesir: S300VM

Mesir memperoleh komponen pertama dari sistem S300VMnya pada tahun 2015. Dengan total anggaran sekitar 1 Milyar Dollar, Mesir mengakuisisi 4 Baterai S300VM, sebuah command post dan peralatan pendukung lainnya.

Dengan datangnya S300VM ini, Angkatan Pertahanan Udara Mesir dapat menciptakan area denial dengan radius 200 Km per baterainya. 3 baterai digunakan oleh operasional dan 1 baterai untuk training center.

Selain alutsista alutsista yang disebutkan diatas, Mesir juga masih diperkuat dengan 18 baterai rudal buatan Amerika MM-23 Hawk, dengan 6 peluncur per baterai. Kemudian juga masih ada sekitar 40 unit ZSU-57-2 yang pada dasarnya adalah meriam simbah S-60 laras ganda yang diberikan platform gerak sendiri.

Kemudian juga ada 72 unit M167 Vulcan Air Defense System. Sistem buatan Amerika yang merupakan meriam tarik 20mm ini menggunakan kanon Vulcan sebagai senjata utamanya. Meriam ini berfungsi ganda untuk memberikan bantuan tembakan bagi pasukan darat. Disamping dengan ribuan meriam meriam pertahanan udara pembelian jaman Soviet dulu. (Jangan lupa meninggalkan komentar pada form komentar di bawah artikel ini).

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

6 COMMENTS

  1. Yang menarik, SA-2 jaman Trikora dan Vietnam, masih di pertahankan dan dirawat ya; Efektif ga ya lawan F-35 Adirnya Israel? Dengan segitu banyak rudal pun, beli S300 cuma 4 sistem ya, mahal bener berarti ya?

  2. Seharusnya Indonesia bisa lbh banyak&berkualitas utk alutsista nya baik darat, udara, laut dan arhanudnya.
    Krn versi IMF (2017) PDB Indonesia jauh di atas Mesir.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Beli Ngeteng, Cara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF - HobbyMiliter.com. Dalam diskusi diskusi di forum forum militer online maupun di grup grup militer di Facebook,...

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia

Begini Cara Kerja Over The Horizon Radar (OTHR) Jindalee Australia - HobbyMiliter.com - Meski telah jutaan tahun membalut Bumi, belum seluruh bagian atmosfer bisa...

Foto – Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an

Foto - Foto Dokumentasi Pendudukan Tentara Soviet di Perang Afghanistan Era 80-an - HobbyMiliter.com. Perang Soviet di Afghanistan berlangsung selama lebih dari sembilan tahun....

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet

Foto Foto Langka KRI Irian, Kapal Perang Indonesia Asal Soviet - HobbyMiliter.com. Pada saat persiapan operasi Trikora dalam rangka perebutan Irian Barat (sekarang Provinsi...

Recent Comments

black donkey{(revolution mindset)}>???? on MARINIR INDONESIA – AMERIKA BERBAGI ILMU DI SITUBONDO
Thomson Sirait on Kehidupan di KRI Makassar 590
Ananda Andriyo on Patroli di Tanah Papua
HobbyMiliter on Patroli di Tanah Papua