Friday, February 3, 2023
HomeAlutsistaPesawat TempurNgeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Ngeteng, Cara Angkatan Udara Singapura Memperbanyak F-16 RSAF

Awalnya, sejumlah F-16 bekas tim aerobatik Thunderbird disewakan ke RSAF untuk dijadikan pesawat latih, namun dengan adanya perang teluk, pengerahan armada untuk pegawasan NFZ, dan perang balkan, USAF tidak bisa memenuhi kontrak sewa tersebut. ke 12 pesawat tersebut ditarik dan diaktifkan kembali oleh USAF.

Akibatnya, Singapura terpaksa menyewa 12 pesawat brand new dari Lockheed Martin selama 2.5 tahun mulai dari 1997. Tampaknya, karena sudah cocok, akhirnya ke 12 pesawat tersebut dibeli dari pabrik dengan skema pembelian komersial dan ditempatkan di Luke AFB, Arizona sebagai detasemen latih. Tentu saja harganya lebih mahal dari pada yang menggunakan skema FMS.

Hanung Jati Purbakusuma
Hanung Jati Purbakusumahttps://www.hobbymiliter.com/
Sangat tertarik dengan literatur dunia kemiliteran. Gemar mengkoleksi berbagai jenis miniatur alutsista, terutama yang bertipe diecast dengan skala 1/72. Koleksinya dari pesawat tempur hingga meriam artileri anti serangan udara, kebanyakan diecast skala 1/72.

6 COMMENTS

  1. Singapura memiliki kelebihan dibandingkan indonesia, selain memiliki ekonomi yang kuat mereka juga sekutu dekat USA, sehinhga segala proses modernisasi yang dilakukan berjalan mulus, serta selalu mendapatkan versi termodern yang bisa dijual.

    • itu kan sekarang.
      Pas Peace Carvin II, ketika mereka beli beberapa F-16; kita mborong 40 hawk dengan harga satuan yg lebih mahal dari F-16 dia lho.. Seharga F-18 lah…

      artinya saat itu ekonomi kita lebih baik bukan?
      Versi yang mereka punya pun bukan termodern, kalah modern sama UAE. Mereka pun baru boleh beli AMRAAM setelah Malaysia punya R-77.

      cek timeline nya deh 😀

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here

Most Popular

Baca Juga

ScreenShot121

Mengapa Pilot Russia Tidak Bisa Mengidentifikasi Pencegatnya?

0
HobbyMiliter.com - Pada tanggal 19 Oktober 2015 diberitakan bahwa sebuah pesawat Russia yang mengangkut pejabat penting parlemen Russia di cegat oleh pesawat tempur Perancis....

Recent Comments