MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa

0
439
MiG 21 Jet Tempur Sepanjang Masa 10
MiG-21, Pesawat Jet Tempur Sepanjang Masa. MiG-21F-13, Varian Interseptor MiG-21 Yang Dipersenjatai Rudal Udara Ke Udara K-13 Atoll, Atoll Merupakan Reverse Engineering Dari AIM-9 Sidewinder. Dalam Foto Terlihat Rudal Atoll Dipasang Pada Pylon Dibawah Sayap Pesawat.
Sumber : airwar

Varian MiG-21

Secara umum, MiG-21 memiliki banyak varian yang memiliki keistimewaan nya masing-masing. Beberapa varian MiG-21 yang diketahui oleh penulis yakni sebagai berikut :

MiG-21F

MiG-21F merupakan versi produksi massal tahap awal yang mulai diproduksi pada tahun 1959. Huruf “F” pada MiG-21F merupakan kependekan dari “Forsirovannyy” yang berarti “Peningkatan” dalam Bahasa Indonesia. Unit-unit pertama dari varian ini dipersenjatai dengan satu unit meriam internal NR-30 kaliber 30 milimeter dan dua unit meriam internal NR-23 kaliber 23 milimeter. Unit-unit MiG-21F yang diproduksi di kemudian hari diubah persenjataan internal nya dengan hanya menggunakan dua unit meriam internal NR-30 yang masing-masing membawa 60 butir peluru. Selain dipersenjatai dengan kanon-kanon internal, MiG-21F juga dilengkapi dua unit pylon yang memungkinkan pesawat ini membawa dua unit bom untuk misi serang darat.

MiG-21P-13

MiG-21P-13 adalah versi produksi massal MiG-21 yang didesain sebagai pesawat tempur buru sergap atau interceptor. Abjad “P” pada MiG-21P-13 merupakan singkatan dari “Perekvatchik” yang berarti interseptor. Dimana angka “13” dalam MiG-21P-13 berarti bahwa pesawat tempur ini memiliki kemampuan untuk meluncurkan rudal udara-ke-udara jarak pendek K-13 Vympel alias “Atoll” yang merupakan versi reverse engineering dari rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder milik AS.

MiG-21F-13

MiG-21F-13 merupakan versi produksi massal MiG-21F yang dikembangkan dengan kemampuan tambahan untuk mampu menembakkan rudal udara-ke-udara jarak pendek K-13 Vympel atau “Atoll”. Tidak seperti MiG-21F yang memiliki dua hingga tiga unit kanon internal, MiG-21F-13 hanya memiliki satu unit kanon internal NR-30 kaliber 30 milimeter yang terpasang pada sisi samping pesawat dengan hanya membawa 60 butir peluru. Namun demikian, MiG-21F-13 memiliki peningkatan kemampuan persenjataan dibandingkan sang pendahulu, MiG-21F. MiG-21F-13 mampu membawa dan menembakkan dua unit rudal udara-ke-udara jarak pendek K-13 Vympel alias “Atoll” yang merupakan versi reverse engineering dari rudal udara-ke-udara jarak pendek AIM-9 Sidewinder milik AS.

Selain dapat membawa kanon internal serta rudal udara-ke-udara jarak pendek, MiG-21F-13 juga mampu melaksanakan misi serang darat. Ini ditunjukkan dengan kemampuannya untuk membawa dan meluncurkan roket tanpa kendali (unguided rocket), dan kemampuan untuk membawa bom FAB-100, FAB-250, serta bom FAB-500. Terakhir, MiG-21F-13 juga dapat digunakan untuk membawa dan meluncurkan bom napalm ZB-360.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here